Sukses

Anda Suka Marah? Hati-hati Paru-paru Cepat Tua!

Anda suka marah-marah? Waspada, ya. Menurut penelitian, orang yang sering marah akan membuat paru-parunya cepat tua. Benarkah demikian?

Sejak dahulu kita sering sekali mendengar kalimat, “Jangan marah-marah, nanti cepat tua!”. Tak sepenuhnya salah memang.

Tak cuma untuk wajah, sering marah dikatakan bisa membuat paru-paru cepat tua. Wah, bagaimana bisa? Kita simak ulasannya di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Benarkah Suka Marah Dapat Membuat Paru-paru Cepat Tua?

Seorang peneliti di Harvard School of Public Health di Boston, Laura Kubzansky, mengatakan terdapat hubungan antara kesehatan paru-paru dengan amarah.

Kubzansky bersama tim mempelajari 670 pria selama rata-rata 8 tahun. Ketika penelitian ini dimulai pada tahun 2006, responden pria berusia 45-86 tahun (usia rata-rata 68). Semuanya tinggal di Boston dan sebagian besar berkulit putih. 

Para responden penelitian diminta untuk mengisi kuesioner tentang amarah sebanyak 50 item. Survei tersebut mencakup kecurigaan, kebencian, sinisme, dan ketidakpercayaan. Skor yang lebih tinggi menunjukkan lebih banyak permusuhan, yang identik dengan marah.

Skor permusuhan pria berkisar antara 7-37 (skor rata-rata 18,5). Kurang dari sepertiga memiliki skor permusuhan yang tinggi. Selanjutnya, para pria mendapat pemeriksaan paru-paru, dengan tes paru-paru lanjutan setiap 3-5 tahun. 

Artikel Lainnya: Marah-Marah Bisa Bikin Sakit Kepala, Ini Fakta Medisnya

Pria yang sering bermusuhan memiliki fungsi paru-paru terburuk pada awal penelitian. Fungsi paru-paru mereka juga menurun lebih cepat daripada pria yang lebih lemah lembut.

Perlu diketahui, fungsi paru-paru secara alami memang menurun seiring bertambahnya usia. Akan tetapi, penurunan fungsi paru terlihat lebih drastis pada pria yang sering marah, menurut studi. 

Laki-laki yang pemarah mungkin pernah menjadi perokok, tetapi hasil ini tidak membedakan pada orang yang tidak merokok.

Hasilnya, paru-paru mereka sama-sama menurun karena menjadi pemarah. Namun demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa amarah dapat menyakiti paru-paru. 

Jadi, apakah emosi marah dilarang? Sebenarnya, sangat normal untuk marah sesekali. Namun, menurut Paul Lehrer, PhD. Lehler bekerja di University of Medicine and Dentistry of New Jersey, kemarahan kronis mungkin bisa jadi masalah fisik di masa depan.

Studi lain pada 2005 menemukan pertengkaran dalam perkawinan dan permusuhan rumah tangga dapat menyebabkan luka fisik sembuh jauh lebih lambat. 

2 dari 3 halaman

Bahaya Marah-marah pada Fungsi Paru Masih Harus Diteliti

Menanggapi hal tersebut, dr. Reza Fahlevi memberikan pendapat terkait hubungan marah-marah dan paru-paru cepat tua.

“Tidak ada kaitan antara cepat marah dan paru-paru cepat tua. Yang jelas kalau kita sering marah, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Kaitannya lebih ke jantung dan pembuluh darah, bukan ke paru-paru,” jelasnya. 

Artikel Lainnya: Jangan Ditahan Terus, Ini Manfaat Marah bagi Kesehatan

Walaupun ada penelitian seperti itu, hasilnya belum jelas. Dokter Reza berpendapat kalau masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Studi tersebut hanya diujikan kepada pria Boston yang berusia setengah baya. Masih perlu diuji apakah hasil yang sama juga berlaku pada kelompok lainnya. 

Meski masih perlu diuji hubungannya dengan paru-paru cepat tua, hindari marah terlalu sering, ya.

Ada baiknya untuk meluapkan amarah dengan cara yang lebih positif. Misalnya, berbicara dengan baik dan tenang serta sampaikan kekecewaan Anda, menulis, dan juga melakukan hobi untuk pelampiasan emosi.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar kesehatan paru, chat langsung dokter kami melalui fitur LiveChat 24 Jam lewat aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar