Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sekolah Online Bantu Anak dengan Kecemasan Sosial, Apakah Lebih Baik?

Sekolah Online Bantu Anak dengan Kecemasan Sosial, Apakah Lebih Baik?

Sekolah online selama pandemi COVID-19 disebut-sebut baik untuk anak dengan gangguan kecemasan sosial. Benarkah demikian? Berikut ulasannya.

Anak dengan kecemasan sosial memiliki ketakutan saat berada di tengah-tengah lingkungan yang ramai. Salah satu lokasi yang bisa memicu perasaan gugup, takut, ataupun cemas itu adalah sekolah.

Siswa yang berjuang dengan kecemasan sosial mungkin kesulitan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, seperti tugas kelompok atau presentasi di depan kelas.

Nah, ada pendapat yang menyebutkan sekolah online dapat bermanfaat positif untuk anak dengan kecemasan sosial. Benarkah demikian?

1 dari 3 halaman

Manfaat Sekolah Online untuk Anak dengan Kecemasan Sosial

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, memang ada beberapa dampak negatif pada kesehatan mental remaja selama pandemi COVID-19.

Namun, di lain sisi, ada juga manfaat positifnya bagi siswa yang memiliki gangguan kecemasan sosial.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Anak Perlu Menjalani Tes Kesehatan Mental

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dari sekolah online untuk meredakan kecemasan sosial pada anak.

  • Kecemasan Menurun

Dilansir dari The American Academy, berada di rumah dan keluarga, terutama selama pandemi COVID-19, dapat menawarkan perasaan aman dan tentram. Terkhusus, mereka yang punya gangguan kecemasan sosial.

Psikolog Gracia menambahkan, dengan sekolah online, anak yang memiliki kecemasan sosial jadi lebih bisa mengatur perasaan mereka lebih baik. Rasa cemas pun jadi ikut menurun.

“Saat sekolah online, anak-anak yang punya kecemasan sosial merasa lebih nyaman karena berada di lingkungan rumah, sehingga dalam jangka pendek memang ada lebih baiknya,” ucap Gracia.

  • Proses Belajar Menjadi Lebih Optimal

Sekolah online sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak dengan kecemasan sosial. Kecemasan mereka menghadapi sekolah tatap muka tanpa disadari dapat mengganggu kemampuan untuk berprestasi secara akademis. 

Nah, pembelajaran online yang dilakukan di rumah tidak mengharuskan anak bertemu dengan banyak orang atau berinteraksi langsung. Hal ini bisa membuat mereka lebih fokus pada pelajaran.

“Dengan berada di lingkungan di mana mereka bebas dari gangguan dan membuat nyaman, akan berpengaruh untuk proses belajar anak. Proses belajar pun bisa jadi lebih optimal,” kata Gracia.

  • Kondisi Psikologis Lebih Stabil 

Dinukil dari High Focus Centers, meskipun sekolah merupakan tempat remaja bersosialisasi dan menjalin pertemanan, tidak semua interaksi sosial bersifat positif. Siswa dapat menjadi korban bullying di sekolah. 

Hal ini dapat membuat anak dengan kecemasan sosial menjadi lebih takut untuk pergi ke sekolah. 

Bagi mereka, pembelajaran virtual mencegah mereka dari perasaan depresi dan kecemasan akibat rasa takut diintimidasi.

Beberapa sekolah juga tidak mewajibkan siswanya untuk menyalakan kamera saat sesi pembelajaran. 

Hal ini menambah perasaan menenangkan bagi anak dengan kecemasan sosial. Mereka jadi memiliki kondisi psikologis yang lebih stabil.

Artikel Lainnya: Terlalu Banyak PR Sekolah Ganggu Kesehatan Mental Anak, Benarkah?

2 dari 3 halaman

Tapi, Ada juga Dampak Negatifnya…

Meskipun baik dalam jangka pendek, sesungguhnya sekolah online bukanlah jawaban untuk gangguan kecemasan sosial pada anak.

Kenyataannya, menghindar dari interaksi sosial tidak akan membantu anak mengelola dan mengatasi kecemasan mereka. Memiliki kecakapan dalam interaksi sosial amat penting bagi anak untuk mengembangkan keterampilan hidup di masa depan.

“Sekolah online tidak bisa dijadikan solusi terbaik untuk anak dengan kecemasan sosial. Untuk jangka panjang, hal ini justru dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk,” ucap Gracia.

Menurutnya, jika anak terus dibatasi interaksi secara sosial maka jadi semakin tidak terlatih untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial dan mengontrol kecemasannya. 

Keterampilan sosial anak juga dapat lebih terhambat untuk berkembang karena lebih terbatas berinteraksi dengan teman sebayanya.

Oleh karena itu, sekolah online bukanlah jalan terbaik untuk mengatasi anak dengan kecemasan sosial. 

Meskipun sedang pandemi, sebaiknya orang tua tetap melakukan kegiatan yang dapat membantu anak untuk menghadapi kecemasan sosialnya.

Lakukan kegiatan bersama anak Anda lebih sering. Kenalkan anak dengan kelompok bermain kecil, sembari mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Ikut sertakan si kecil mengikuti les ataupun kegiatan sesuai minatnya.

Jangan segan bertemu profesional jika Anda kesulitan mengatasi gejala kecemasan pada anak. Anda  juga bisa mengonsultasikannya dengan psikolog kami melalui layanan LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar