Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Fakta Ovulasi pada Wanita yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Fakta Ovulasi pada Wanita yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Waktu ovulasi adalah hal yang perlu diperhatikan bagi pasangan yang sedang mempersiapkan kehamilan. Kenali fakta ovulasi pada wanita, agar Anda tak salah memperkirakan.

Setiap wanita sehat yang telah datang bulan pasti akan melewati masa ovulasi. Apa itu ovulasi? Itu adalah istilah yang berarti bahwa sel telur sudah matang sehingga akan dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi.

Bagi pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, mengetahui kapan waktu ovulasi wanita adalah salah satu hal penting yang tak boleh luput dari perhatian.

Sayangnya, mengetahui waktu ovulasi tak semudah membalikan telapak tangan. Hal ini bisa semakin sulit, karena banyak beredar mitos-mitos seputar ovulasi atau masa subur di sekitaran.

Artikel Lainnya: 9 Fakta tentang Ovarium yang Perlu Diketahui Wanita

Nah, agar Anda tidak terjebak dengan mitos tersebut, berikut ini fakta ovulasi yang penting untuk diketahui:

1 dari 4 halaman

1. Ovulasi Bisa Diketahui dengan Memantau Siklus Haid

Memantau siklus haid setiap bulan dapat membantu Anda dalam menentukan waktu ovulasi dengan tepat.

Faktanya, fase awal ovulasi dimulai dari hari pertama perdarahan saat haid. Di saat tersebut, tubuh akan melepaskan hormon perangsang folikel (FSH) yang membuat telur dalam ovarium tumbuh.

Antara hari ke-2 dan ke-14, hormon-hormon itu juga membantu menebalkan lapisan rahim untuk mempersiapkan telur agar dapat dibuahi. Keadaan ini disebut tahap folikular.

2. Kondisi Tubuh Bisa Mempengaruhi Masa Ovulasi

Menurut dr. Arina Heidyana, kondisi tubuh bisa memengaruhi masa ovulasi. Dengan kata lain, apabila Anda sering terserang penyakit atau stres, masa ovulasi bisa saja bergeser.

Atas dasar itu, jika Anda berencana untuk memiliki momongan, mulailah untuk memperhatikan kondisi fisik dan mental dengan saksama. Sebisa mungkin obati dulu penyakit yang dialami guna memperlancar siklus haid sehingga masa ovulasi kembali teratur.

3. Kondisi Tubuh Bisa Mempengaruhi Hormon

“Kondisi tubuh juga bisa mempengaruhi hormon yang diproduksi. Ketika hormon tidak berada di kondisi yang baik, siklus haid pun jadi terganggu sehingga berdampak pada masa ovulasi,” jelas dr. Arina.

“Cobalah untuk tetap relaks dan redakan stres setiap harinya,” sambungnya.

2 dari 4 halaman

4. Keputihan Dapat Menjadi Tanda Ovulasi

Keputihan sering dianggap sebagai hal buruk pada wanita. Padahal, keputihan juga bisa menjadi tanda masa ovulasi sudah dekat.

Melansir Very Well, kadar estrogen yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir serviks. Lendir tersebut umumnya berbentuk menyerupai putih telur dan tidak memiliki aroma menyengat.

Keputihan yang menjadi tanda ovulasi biasanya tidak disertai keluhan-keluhan yang mengganggu, seperti gatal, kemerahan, berbau busuk, menggumpal dan lainnya.

5. Ovulasi Meningkatkan Gairah Seks

Ovulasi pada wanita dapat meningkatkan gairah seks. Namun, gairah seks yang meningkat tak melulu karena ovulasi.

Guna memastikan gairah seks yang meningkat adalah pertanda ovulasi, Anda dapat memeriksanya menggunakan alat ovulation test pack.

Jika benar gairah seks yang meningkat disebabkan ovulasi, tak perlu sungkan untuk segera melampiaskannya kepada pasangan. Hal ini dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan, lho!

Artikel Lainnya: Apa Bedanya Kanker Serviks dan Kanker Ovarium?

6. Wanita Terlahir dengan Sel Telur

Setiap wanita yang sehat terlahir dengan sel telur di dalam tubuhnya. Seiring berjalannya waktu, jumlah sel telur dapat berkurang.

Saat lahir, seorang bayi perempuan memiliki sekitar 2.000.000 telur di dalam tubuhnya. Saat mencapai usia pubertas, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 500.000. Seiring usia, stabilitas genetik telur mengalami penurunan.

Itulah sebabnya, wanita yang telah berusia di atas usia 35 memiliki kemungkinan hamil yang lebih rendah. Mereka pun berpotensi lebih tinggi untuk mengalami keguguran.

3 dari 4 halaman

7. Sperma Bisa Bertahan di Tubuh Wanita Sebelum Ovulasi

“Sperma bisa bertahan maksimal selama 5 hari di dalam uterus wanita. Karenanya, untuk yang sedang program hamil, disarankan untuk berhubungan seks tidak hanya saat masa subur,” ucap dr. Arina.

Kendati demikian, tetap perhatikan ‘porsi’ hubungan seks yang dilakukan. Pastikan tidak berlebihan atau terlalu sering, ya.

8. Sel Telur Hanya Dapat Ditembus Satu Sperma

Dari jutaan sel sperma pria yang masuk melalui penetrasi vagina, hanya satu yang bisa menyusup ke dalam sel telur wanita.

Hanya sperma yang sehat dan berkualitas baik saja yang berhasil menembus telur wanita.

9. Ovulasi Tanpa Siklus Menstruasi

Tidak semua ovulasi diawali dengan masa haid. Pada kasus tertentu, wanita mungkin bisa berovulasi tanpa mengalami haid.

Kondisi tersebut umumnya menjadi tanda bahwa pasangan wanita Anda memiliki gangguan siklus haid. Konsultasikan pada dokter untuk mengatasinya.

Kini Anda sudah mengetahui sederet fakta ovulasi pada wanita, bukan? Apabila memiliki pertanyaan mengenai hal tersebut, Anda bisa melakukan konsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar