Sukses

Apakah Anosmia Bisa Diatasi Menggunakan Terapi Uap?

Terapi uap merupakan salah satu metode pengobatan tambahan dalam melegakan gangguan saluran pernapasan. Dapatkah terapi ini atasi anosmia?

Terapi uap menggunakan perpaduan udara hangat dan lembap untuk mencairkan lendir di saluran hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Terapi ini dapat membuat lendir lebih mudah dikeluarkan dari saluran napas.

Umumnya terapi uap digunakan untuk melegakan saluran napas akibat kondisi, seperti flu, infeksi sinus, bronkitis hingga alergi hidung.

Lantas, bagaimana dengan anosmia? Apakah terapi uap untuk anosmia dapat mengatasi kondisi hilangnya penciuman? Simak penjelasan dokter berikut.

1 dari 3 halaman

Bisakah Terapi Uap Atasi Anosmia?

Mengutip dari Healthline, anosmia merupakan kondisi hilangnya indra penciuman yang dapat terjadi akibat pembengkakan atau penyumbatan di area hidung. 

Anosmia juga dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem tubuh yang mengirimkan sinyal dari hidung menuju otak. 

Kondisi ini mengakibatkan aroma tidak dapat masuk ke bagian atas hidung, dan membuat penderita anosmia tidak bisa mencium bau apa pun. 

Artikel Lainnya: Benarkah Anosmia Jadi Tanda Terlindungi dari COVID-19?

Menurut  dr. Reza Fahlevi, Sp. A, kondisi anosmia tidak dapat diatasi menggunakan terapi uap.

“Jadi manfaat terapi uap berfungsi untuk membuka bronkus (saluran napas) terutama bagian bawah. Misalnya, pada kondisi asma atau pada kasus tersumbatnya saluran napas bagian atas,” kata dr. Reza.

“Atau pada anak-anak, kalau mau diambil dahaknya, misalnya pemeriksaan dahak pada kasus TBC. Mereka bisa diberikan terapi uap untuk membantu mengeluarkan dahaknya,” lanjutnya. 

Dokter Reza turut menjelaskan, terapi uap adalah salah satu jenis pengobatan tambahan yang berfungsi mendampingi proses pemulihan akibat penyakit tertentu.

“Tapi terapi ini tidak bisa untuk mengobati anosmia” tegasnya.

Senada dengan penelitian yang masih dikutip dari Healthline. Menurut penelitian tersebut, terapi uap hanya membuat pernapasan menjadi sedikit lebih lega akibat adanya infeksi saluran pernapasan.

Meski begitu, terapi uap tidak dapat menghilangkan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan tersebut.

Adapun faktor risiko yang dapat sedikit diringankan menggunakan terapi uap, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat.
  • Iritasi tenggorokan.
  • Masalah pernapasan yang disebabkan oleh penumpukan lendir di saluran napas.
  • Saluran hidung kering.
  • Batuk.

Artikel Lainnya: Tidak Bisa Mencium Aroma, Ini 3 Penyebab Utama Anosmia

Dalam kasus anosmia, virus menyebabkan sinyal dari hidung menuju otak mengalami gangguan, sehingga kemampuan indra penciuman Anda menjadi hilang. Kondisi ini kerap ditemui pada pasien yang terinfeksi virus corona.

Sebuah penelitian yang dirilis NCBI mengonfirmasi bahwa virus corona tidak dapat dihilangkan menggunakan terapi uap.

Pasalnya, terapi uap hanya bisa menjangkau saluran udara bagian atas dan tidak bisa mengatasi infeksi yang disebabkan virus tersebut, termasuk infeksi virus corona. 

2 dari 3 halaman

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Anosmia yang terjadi akibat infeksi sinus, pilek dan alergi umumnya dapat hilang dengan sendirinya hanya dalam beberapa hari. 

Jika anosmia tidak kunjung hilang pascagejala pilek dan alergi, pastikan Anda segera berkonsultasi dengan dokter. 

Berkonsultasi dengan dokter merupakan cara paling efektif untuk mengatasi anosmia. Sebab, anosmia hanya bisa ditangani berdasarkan infeksi yang menyertai.

Nantinya, dokter dapat memberikan jenis pengobatan yang tepat dalam mengatasi kondisi hilangnya indra penciuman ini.   

Namun satu hal yang pasti, anosmia tidak dapat disembuhkan menggunakan terapi uap.

Karena terapi uap hanya bisa melegakan saluran napas dan tidak bisa mengatasi infeksi maupun virus yang menyebabkan anosmia. Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar anosmia, konsultasi ke dokter via LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar