Sukses

Waspada, Sakit Bahu Bisa Jadi Pertanda Kanker Paru

Sakit bahu bisa jadi pertanda alami kanker paru, terlebih jika diiringi gejala kesehatan lain seperti otot melemah dan kesemutan. Cek selengkapnya di sini.

Sakit bahu merupakan kondisi kesehatan yang umum terjadi. Postur tubuh yang kurang tepat, membawa tas yang berat, atau terlalu lama duduk di depan komputer dapat menyebabkan bahu terasa sakit. 

Kondisi tersebut umumnya dapat diatasi dengan minum obat pereda nyeri atau kompres hangat dan dingin. Namun, bila sakit bahu kerap muncul dan tak kunjung membaik, Anda harus berhati-hati. Sebab, sakit bahu bisa menjadi tanda kanker paru. 

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Awal Kanker Paru yang Perlu Anda Waspadai

1 dari 3 halaman

Kanker Paru Penyebab Sakit Bahu

Berikut adalah jenis kanker paru yang dapat menyebabkan atau memicu gejala sakit bahu. 

1. Tumor Pancoast

Tumor pancoast merupakan salah satu jenis kanker paru-paru. Laporan WebMD mengungkapkan, tumor langka ini menjangkiti sekitar 3-5 persen pengidap kanker paru.

Tumor ini tumbuh di bagian atas salah satu paru. Lalu, tumor dapat menyebar ke tulang rusuk, tulang belakang, saraf, maupun pembuluh darah.

Penyebaran di area bahu ini, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, menyebabkan pengidap kanker mengalami sakit bahu. “Karena jaringan tumornya menekan saraf di sekitar bahu dan sudah menyebar ke tulang area bahu,” jelasnya.

Sekitar 40 persen pengidap tumor pancoast mengalami sindrom Horner. Sakit bahu merupakan salah satu gejala sindrom ini. Sindrom Horner juga menyebabkan penderitanya mengalami pupil mata mengecil, ruam kulit kemerahan, produksi keringat menurun, hingga mata sayu.

Selain membuat bahu terasa nyeri, tumor pancoast juga menyebabkan rasa sakit di area lengan, otot melemah, hingga kesemutan.

Bahkan, punggung bagian atas di antara tulang belikat hingga ketiak juga merasakan nyeri akibat tumor ini. 

2. Mesothelioma 

Sakit bahu juga bisa menjadi gejala kanker paru mesothelioma. Kanker ini tumbuh akibat pengidapnya menghirup serat asbes dalam jangka panjang.

Salah satu jenis penyakit ini bernama mesothelioma pleura. Gejala mesothelioma pleura menyebabkan penderitanya mengalami sakit bahu.

Meski jarang terjadi, kanker ini dapat menyebabkan Anda sulit menggerakkan sendi bahu. 

Selain nyeri bahu, kanker yang menggerogoti lapisan sekitar paru-paru ini menyebabkan Anda mengalami nyeri dada, batuk, hingga sesak napas.

Artikel Lainnya: Gejala Kanker Paru Sesuai Stadium

3. Kanker Paru Metastatik

Kanker paru-paru nonsel kecil (NSCLC) juga dapat menyebabkan Anda mengalami sakit bahu.

Penyakit yang dikenal pula sebagai kanker metastatik atau kanker stadium lanjut ini bahkan dapat merusak tulang, organ dalam, dan saraf.

Meski jarang terjadi, kanker metastatik juga dapat memengaruhi kinerja otot Anda. Nyeri bahu merupakan gejalanya, pertanda kanker metastatik telah menyebar dan merusak otot.

2 dari 3 halaman

Segera Periksa ke Dokter Bila Mengalami Sakit Bahu Berkepanjangan

Sebagian besar sakit bahu disebabkan oleh gerakan berulang pada sendi di sekitar bahu, cedera, patah tulang, hingga peradangan pada jaringan lunak.

Kanker paru-paru penyebab sakit bahu merupakan kondisi langka atau jarang terjadi. Segera temui dokter ketika nyeri menjalar ke area tubuh lain hingga menyebabkan sakit lengan, otot melemah, hingga kesemutan.

Nantinya, dokter dan tim medis dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Jika Anda pernah terpapar asbes di lingkungan tempat tinggal, kerja, maupun masa lampau, pastikan pula untuk berterus terang kepada dokter. Menghirup asbes merupakan penyebab utama kanker mesothelioma.

Artikel Lainnya: Agar Tak Salah, Ini Cara Membedakan Kanker Paru dan TB

Untuk mendeteksi kanker paru-paru, dokter dan tim medis akan melakukan tes pencitraan, seperti MRI, CT scan, atau PET scan.

Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan menggunakan biopsi jarum guna menganalisis jaringan tumor maupun cairan paru-paru.

Itulah deretan kanker paru yang dapat menyebabkan sakit bahu. Jika ingin tahu atau bertanya lebih lanjut seputar kanker, konsultasi kepada dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar