Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Alami Kematian Dini

Penderita Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Alami Kematian Dini

Seseorang dengan gangguan tidur malam diabetes disebut lebih berisiko mengalami kematian dini. Menurut fakta medis, apakah benar demikian?

Sebuah penelitian yang dirilis Journal of Sleep Research mengungkapkan bahwa penderita diabetes dengan gangguan tidur lebih berisiko mengalami kematian dini.

Peneliti menyatakan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tidur malam diabetes memiliki kemungkinan 87 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini. Hal ini ditemukan setelah dilakukan penelitian selama 9 tahun pada 500.000 peserta usia paruh baya asal Inggris.

Mengapa gangguan tidur pada penderita diabetes bisa menyebabkan kematian dini?

Artikel Lainnya: Untuk Penderita Diabetes, Ini Alasan Pentingnya Tidur Cukup

1 dari 3 halaman

Diabetes, Gangguan Tidur, dan Kematian Dini

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, gangguan tidur pada penderita diabetes dapat terjadi akibat meningkatnya kadar gula darah.

“Akibatnya, mereka yang mengalami diabetes menjadi susah tidur nyenyak. Tubuhnya juga mudah berkeringat,” ucap dr. Dyah Novita.

Adapun kematian dini pada penderita diabetes dengan gangguan tidur disebabkan oleh hipoglikemia.

Hipoglikemia merupakan kondisi menurunnya kadar gula darah di bawah normal. Kondisi medis dengan gejala berupa kebingungan, jantung berdebar cepat, badan gemetar, dan cemas ini dapat berakibat fatal pada pengidap diabetes.

“Gula darah sangat rendah bisa memicu kejang dan kondisi koma. Kalau tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan kematian,” tegas dr. Dyah Novita.

Mengutip Diabetes.co.uk, kematian mendadak pada penderita diabetes disebut pula sebagai dead in bed syndrome (DIB) atau sindrom kematian mendadak di tempat tidur.

Sindrom tersebut merujuk pada sejumlah kasus kematian mendadak di tempat tidur yang dialami pengidap diabetes tipe-1. Penderita diabetes yang mulanya tampak baik-baik saja ditemukan meninggal di tempat saat tertidur.

Penelitian mengungkapkan, 6 persen penderita diabetes yang mengalami sindrom kematian mendadak di tempat tidur berusia di bawah 40 tahun. Mereka adalah pengidap diabetes tipe-1.

Artikel Lainnya: Gangguan Tidur Akibat Diabetes Mellitus

2 dari 3 halaman

Penyebab Sindrom Kematian di Tempat Tidur pada Penderita Diabetes

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan secara jelas penyebab utama sindrom kematian di tempat tidur pada penderita diabetes. Hipoglikemia hanyalah salah satu dugaan penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Hipoglikemia dapat menyebabkan diabetesi mengalami gangguan irama jantung atau neuropati otonom jantung, yakni kerusakan saraf yang mengontrol fungsi organ vital tersebut.

Penelitian menyebut, hipoglikemia menyebabkan berkurangnya respons kontra-regulasi pada pengidap diabetes. Ketika terjadi, kemampuan tubuh menghasilkan hormon epinefrin atau glukagon juga akan menurun.

Glukagon merupakan hormon yang dapat menambah kadar gula darah. Hormon tersebut tidak diproduksi optimal oleh tubuh saat kadar gula darah menurun, hal ini dapat mengakibatkan kematian mendadak.

Menurut Journal of Diabetes, sindrom kematian di tempat tidur rentan dialami oleh penderita diabetes yang melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Menyuntikkan insulin terlalu sedikit menjelang waktu tidur
  • Menyuntikkan insulin dalam dosis yang tidak seharusnya
  • Melakukan aktivitas fisik berat
  • Minum alkohol menjelang tidur

Mengingat gangguan tidur malam diabetes dapat menyebabkan kematian dini, orang-orang yang mengalami penyakit gula darah ini harus selalu waspada. Patuhi setiap anjuran yang diberikan dokter, dan tetaplah berupaya menerapkan gaya hidup sehat.

Apabila memiliki pertanyaan seputar diabetes atau kondisi kesehatan lainnya, Anda tak perlu sungkan untuk bertanya langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar