Sukses

Untung-Rugi Diet Cambridge untuk Menurunkan Berat Badan

Salah satu metode untuk menurunkan berat badan yang kini cukup populer adalah diet Cambridge. Bagaimana caranya? Apakah aman dan efektif menurunkan berat badan?

Memiliki tubuh ideal adalah impian sebagian besar orang. Salah satu cara yang sering dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan berdiet. 

Di antara sekian jenis metode yang ditawarkan, diet Cambridge adalah salah satunya. Metode diet ini disinyalir dapat menurunkan berat badan dengan cepat. 

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, diet Cambridge menargetkan makan dengan porsi sesedikit mungkin. Tujuannya adalah untuk menurunkan berat badan dengan cepat. 

“Kurang lebih kalori yang dikonsumsi adalah sekitar 450 hingga 1500 per hari. Namun, hal ini dilakukan secara bertahap,” ujar dr. Iqbal.

Lantas, bagaimana cara diet Cambridge agar bisa sesuai dengan target? Apakah metode diet ini sepenuhnya aman bagi kesehatan? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Diet yang Cocok untuk Anda

1 dari 3 halaman

Mengenal Diet Cambridge Lebih Dekat

Diet Cambridge merupakan metode semisintetik yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, dengan cara menghindari kalori dalam jumlah besar. 

Diet Cambridge ditemukan pada tahun 1960-an oleh Alan Howard, yang merupakan seorang Ahli Gizi di University of Cambridge. 

Kemudian, diet ini dijadikan produk komersial di Amerika Serikat maupun Inggris pada tahun 1980 dan 1984. 

Di era sekarang, metode menurunkan berat badan tersebut diperkenalkan kembali dengan nama diet 1:1, lantaran menyoroti hubungan 1 banding 1 antara pelaku diet dan konselor diet. 

Artikel Lainnya: Mengenal Dukan Diet untuk Menurunkan Berat Badan

Diet Cambridge agak mirip dengan ketogenik, yang menempatkan tubuh dalam keadaan metabolisme ketosis. Karena tidak adanya sumber energi berbasis karbohidrat yang cukup, tubuh akan membakar lemak, sehingga dapat menurunkan berat badan dengan cepat. 

Dalam prosesnya, Anda butuh bimbingan langsung dari konselor diet Cambridge. Konselor bertugas untuk mengikuti dan memberikan saran dalam menerapkan metode menurunkan berat badan tersebut. 

Diet Cambridge diklaim bisa memberikan penurunan berat badan secara instan dan drastis. Hal ini karena metode tersebut mengganti makanannya dengan produk bergizi seimbang. 

Salah satu studi ilmiah mengatakan bahwa diet Cambridge dapat dilakukan dengan aman untuk menurunkan berat badan, memelihara bentuk tubuh, dan menjaga kesehatan jangka panjang.

Ada pula bukti ilmiah yang menyatakan, diet Cambridge bisa menurunkan berat badan hingga 15 kilogram. Diet ini juga efektif untuk mengelola diabetes, prediabetes, osteoarthritis, sleep apnea, obesitas, serta gangguan kardiovaskular. 

Artikel Lainnya: Rekomendasi Menu Diet Seminggu untuk Turunkan Berat Badan

2 dari 3 halaman

Kerugian Diet Cambridge yang Mesti Diwaspadai

Diet Cambridge memang sangat menjanjikan dalam menurunkan berat badan. Meski demikian, metode ini juga bisa memberikan efek samping yang merugikan.

Mengutip News Medical, beberapa studi menyebut bahwa diet Cambridge dapat memberikan efek samping berupa perut kembung, mual, bau mulut, kelelahan, pusing, kedinginan, dan sembelit. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit batu kandung empedu. 

Tak hanya itu, diet Cambridge juga berpotensi menyebabkan keinginan mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebih. Pasalnya, metode diet tersebut melibatkan penggantian makanan sehingga dapat meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan, yang pada akhirnya malah menyebabkan peningkatan berat badan.

Diet Cambridge pun tergolong sulit untuk diikuti secara konsisten dalam jangka waktu lama, karena memiliki peraturan yang sangat ketat. 

“Jika mengikuti diet ini dalam jangka panjang, akan muncul gejala seperti kelelahan yang parah, insomnia, sakit kepala, dan lainnya,” ucap dr. Iqbal, melengkapi penjelasan.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk melakukan diet Cambridge untuk menurunkan berat badan? Agar lebih aman dan dapat memberikan hasil yang optimal, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar