Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Deretan Penyakit Kulit yang Berkaitan dengan Kolitis Ulseratif

Deretan Penyakit Kulit yang Berkaitan dengan Kolitis Ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan penyakit peradangan usus besar. Ternyata, ada beberapa penyakit kulit yang berkaitan dengan kondisi ini. Apa saja? Yuk, cari tahu!

Anda yang pernah mengalami masalah pencernaan pasti tidak asing dengan istilah kolitis ulseratif alias peradangan di usus besar. 

Selain mempengaruhi pencernaan, kondisi ini juga dapat memicu penyakit di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit. 

Jurnal Inflammatory Bowel Diseases pada Agustus 2015 menyatakan, sekitar 15 persen orang dengan penyakit radang usus juga mengalami masalah kulit. 

Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Arina Heidyana. Menurutnya, orang yang mengalami kolitis ulseratif memang dapat mengalami masalah kulit meskipun kasusnya sangat jarang.

Apa saja penyakit kulit yang bisa terjadi akibat kolitis ulseratif? Berikut ini beberapa di antaranya:

1 dari 3 halaman

1. Eritema Nodosum

Eritema nodosum merupakan ruam yang terdiri dari benjolan menyakitkan, dan biasanya ditemukan di kaki. 

Menurut National Library of Medicine, orang yang mengalami eritema nodosum juga dapat mengalami gejala demam, dan nyeri sendi. 

Artikel Lainnya: Mana Lebih Mudah Menular, Penyakit Kulit Virus, Bakteri, atau Jamur?

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala eritema nodosum, yaitu mengonsumsi antinyeri, steroid (secara oral atau suntik), dan larutan kalium iodida yang digunakan untuk membersihkan benjolan. 

Kompres menggunakan air dingin juga bisa menjadi solusi untuk meringankan ketidaknyamanan dan mengurangi peradangan akibat eritema nodosum

2. Pyoderma Gangrenosum

Pyoderma gangrenosum merupakan ruam yang menyebar cepat dan terdiri dari benjolan atau lepuh berwarna merah maupun ungu. 

Penderita kolitis ulseratif yang mengalami kondisi tersebut umumnya juga akan mengalami gejala di kaki sehingga kesulitan untuk berjalan.

Tidak seperti eritema nodosum, penyakit kulit pyoderma gangrenosum juga sering muncul meskipun kolitis ulseratif sedang tidak kambuh. 

Melansir EveryDayHealth, pyoderma gangrenosum dapat meninggalkan bekas luka yang mengganggu penampilan. 

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan ini, termasuk konsumsi obat-obatan yang menargetkan terapi kulit. 

Penggunaan krim antiradang, salep steroid, dan beberapa obat-obatan penekan sistem imun juga mungkin diperlukan.

3. Pyoderma Vegetans

Pyoderma vegetans adalah kondisi langka yang dapat muncul di kulit sebagai akibat dari kambuhnya kolitis ulseratif

Menurut Crohn's and Colitis Foundation of America (CCFA), gejala pyoderma vegetans umumnya berupa lepuh, plak, atau bercak di sekitar selangkangan dan di bawah lengan.

Artikel Lainnya: Jenis Penyakit Kulit yang Tak Bisa Sembuh Total

2 dari 3 halaman

4. Sweet Syndrome

Sweet syndrome adalah komplikasi kulit langka yang terkait dengan kolitis ulseratif, menurut NORD. 

Penyakit ini ditandai dengan munculnya demam dan ruam yang terdiri dari banyak benjolan atau bintik berwarna merah maupun kebiruan. 

Gejala sweet syndrome biasanya muncul di lengan, kaki, dada, wajah, atau leher. Arthritis dan peradangan mata juga dapat menjadi gejala lain dari penyakit ini. 

5. Clubbing

Clubbing merupakan penyakit kulit yang terjadi di kuku. Penyakit ini membuat kulit di bawah kuku menebal, dan ujung jari menjadi bulat serta gemuk; mirip stik drum. Selain itu, kuku penderita clubbing juga akan melengkung di bagian ujung jari. 

Berdasarkan CCFA, hingga saat ini belum ada pengobatan pasti yang dapat mengatasi clubbing

Itulah beberapa penyakit kulit yang berkaitan dengan kolitis ulseratif. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi tersebut, segera periksakan diri ke dokter; baik dengan ke klinik secara langsung maupun melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar