Sukses

Pakai Masker Picu Kanker, Mitos atau Fakta?

Jagad media sosial dihebohkan dengan pernyataan pakai masker selama setahun bisa menyebabkan kanker. Bagaimana fakta medisnya?

Pakai masker selama masa pandemi wajib dilakukan guna mencegah penularan virus corona. Sayangnya, ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang tega menyebarkan beragam hoaks dalam kondisi seperti ini.

Salah satu kabar yang beredar adalah penggunaan masker bisa menyebabkan kanker. Pemakaian masker diklaim bisa memicu kekurangan oksigen hingga timbul sel kanker di dalam tubuh.

Bagaimana faktanya? Mari ketahui lebih lanjut.

 

1 dari 3 halaman

Pemakaian Masker Jangka Panjang Picu Kanker?

Mengutip laman Reuters UK, muncul pernyataan pakai masker selama setahun berpotensi lebih besar menyebabkan kanker. Dikatakan, masker bisa menghambat jalur oksigen, sehingga pengguna sulit bernapas.

Terdapat unggahan yang menyatakan bahwa pemicu kanker adalah kekurangan oksigen. Hal ini menciptakan kondisi asam di dalam tubuh. Sel kanker dianggap tidak bisa bertahan bila kadar oksigen tinggi.

Artikel lainnya: Jangan Asal Pilih Masker Anti-Polusi, Perhatikan Hal Ini

Lalu, unggahan tersebut juga mengatakan semua bentuk kanker memiliki dua kondisi dasar yaitu asidosis dan hipoksia (kurang oksigen). Kondisi kekurangan oksigen inilah yang dikaitkan dengan pemakaian masker.

Lantas, apakah benar penggunaan masker bisa memicu kanker?

Para peneliti menyebutkan, ukuran molekul oksigen dan karbon dioksida kecil. Jadi, masker tidak mengurangi jumlah oksigen yang masuk atau meningkatkan jumlah karbon dioksida di tubuh.

Para peneliti juga menambahkan, masker bedah atau masker kain tidak terbukti memicu kekurangan oksigen, karbon dioksida menumpuk, dan konsekuensi kesehatan lainnya.

Hal ini pun dibenarkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini. Ia menegaskan, klaim pakai masker bisa memicu kanker adalah mitos dan hoax.

Hypoxia bukan karena pakai masker. Masker dibuat untuk orang tetap bernapas, tapi bisa menyaring udara dan debu dari luar ke dalam, sehingga tidak terhirup,” jelas dr. Dyah Novita.

“Sedangkan, asidosis adalah gangguan di tubuh karena kadar asam tinggi (pH turun). Jadi, tidak ada hubungannya dengan pemakaian masker,” lanjutnya.

American Lung Association dan University of Maryland Medical System di Amerika Serikat juga menyangkal anggapan memakai masker bisa menurunkan asupan oksigen pada manusia.

Justru sebaliknya, pemakaian masker sangat penting guna menyaring partikel kecil, seperti debu, bakteri, dan virus penyebab penyakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kanker berasal dari transformasi sel normal menjadi sel tumor. Penyakit ini terjadi akibat berbagai faktor dan tidak ada hubungannya dengan penggunaan masker.

Artikel lainnya: Teknologi Vaksin COVID-19 Dapat Menjadi Obat Kanker di Masa Depan

2 dari 3 halaman

Pakai Masker Wajib Selama Pandemi COVID-19

Mengenakan masker selama pandemi virus corona sangat penting. Bahkan, sekarang masyarakat diminta menggunakan masker dobel untuk mencegah penularan varian baru virus corona yang dianggap sangat mudah menular.

“Masker saat ini sangat dibutuhkan untuk melindungi diri kita dan orang yang ada di sekitar dari penularan virus corona. Jadi, saat ini yang paling penting adalah menggunakan double mask (lapisan dalam masker bedah, lapisan luar masker kain) untuk mencegah penularan virus corona,” pesan dr. Dyah Novita.

“Sudah divaksin tapi tidak pakai masker, maka sama saja akan membuat orang tersebut tidak kebal dari virus corona,” tutupnya.

Jangan mudah termakan hoaks, ketahui fakta kesehatan di Klikdokter. Bila ingin konsultasi ke dokter lebih cepat, gunakan Live Chat.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar