Sukses

Alasan ODHA Harus Cek Diabetes

ODHA lebih berisiko tinggi mengalami diabetes. ODHA pun dianjurkan tes diabetes sebelum menerima pengobatan HIV. Mengapa demikian? Ketahui penyebab nya di sini.

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) disebut lebih berisiko tinggi mengidap diabetes dibandingkan mereka yang tidak.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari peradangan kronis sebagai dampak infeksi HIV hingga pengaruh obat yang dapat meningkatkan gula darah dan menyebabkan diabetes. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ODHA harus rajin cek diabetes.

1 dari 2 halaman

Diabetes Pada ODHA

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Virus ini mengakibatkan ODHA rentan mengalami berbagai penyakit, karena sistem pertahanan tubuhnya mengalami kerusakan.

Artikel Lainnya: 10 Hoaks tentang HIV/AIDS yang Perlu Anda Tahu

Mengutip Aids Map, salah satu penyakit yang paling sering dialami ODHA adalah diabetes.

Gangguan metabolisme ini menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi dan memanfaatkan hormon insulin dengan optimal. Akibatnya, kadar gula darah dalam tubuh melonjak. 

Beberapa orang sering tidak menyadari tengah mengidap diabetes dan hal ini juga sangat mungkin terjadi pada ODHA.

Gejala diabetes sendiri meliputi kerap merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat, mudah lapar, dan berat badan menurun. Penglihatan kabur, kelelahan, proses penyembuhan luka yang lama, hingga mudah mengalami infeksi juga bisa menjadi gejala diabetes.

Jika tidak diatasi, diabetes dapat menyebabkan komplikasi penyakit, seperti serangan jantung, stroke, gangguan hati dan ginjal, hingga kerusakan mata, serta saraf.

Hal ini yang harus diwaspadai oleh ODHA. Terlebih ODHA mengonsumsi obat HIV yang justru dapat menyebabkan diabetes. Obat ARV (antiretroviral) salah satunya.

Obat ARV tidak membunuh, namun hanya sanggup memperlambat pertumbuhan virus HIV. Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, obat tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah penyebab diabetes.

“Jadi itu yang perlu dimonitor, kenapa ODHA harus cek diabetes. Takutnya ODHA terkena efek samping dari obat ARV,” jelas dr. Reza.

“Walaupun nggak semua orang yang minum ARV akan kena diabetes. Hanya sebagian orang yang gula darahnya jadi tinggi karena efek samping dari obat-obatan tersebut,” tambahnya.

Selain ARV, laporan dari Aids MAP mengungkapkan adanya obat HIV lain yang dapat sebabkan diabetes.

Obat HIV tersebut golongan nucleoside reverse transcriptase inhibitor, seperti zidovudine, stavudine, dan didanosine. Lalu, kelompok obat protease inhibitor, seperti indinavir dan lopinavir, juga dapat meningkatkan risiko diabetes pada ODHA.

Artikel Lainnya: Waspadai Ancaman Diabetes Burnout, Kondisi Apakah Itu?

Kapan ODHA Harus Cek Diabetes?

ODHA sebaiknya melakukan cek diabetes sebelum memulai proses pengobatan menggunakan obat HIV.

Orang dengan HIV/AIDS dapat melakukan tes darah untuk mengukur kadar glukosa darah dan mendiagnosis diabetes.

Jika hasil tes menunjukkan kadar gula darah tinggi, dokter dapat menyesuaikan kembali dosis atau jenis obat yang aman dikonsumsi ODHA.

Selain tes darah, cara diagnosis diabetes pada ODHA lainnya dapat menggunakan tes glukosa puasa. Anda akan diminta berpuasa selama 8-10 jam sebelum melakukan tes ini.

Artikel Lainnya: Inilah Tanda Diabetes Tidak Terkontrol yang Perlu Anda Tahu

Untuk mengendalikan kondisi diabetesnya, penderita HIV harus menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan juga berolahraga.

Pola makan sehat dapat membantu mengontrol kadar gula darah, misalnya dengan mengonsumsi banyak sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Anda juga dapat mengganti daging merah dengan ayam dan ikan dalam jumlah sedang. Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi.

Sementara itu, olahraga dapat menurunkan berat badan ODHA dan mengurangi faktor risiko diabetes seperti obesitas. Setidaknya ODHA dianjurkan melakukan olahraga ringan hingga sedang dalam 30 menit selama lima hari.

Itulah alasan mengapa ODHA harus cek diabetes. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar diabetes, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar