Sukses

Jenis-Jenis Diet Vegetarian yang Perlu Anda Tahu

Diet vegetarian tak hanya terdiri satu jenis. Ada berbagai jenis diet vegetarian dan daftar makanan yang dapat dikonsumsinya. Apa saja jenis dietnya?

Diet vegetarian mengharuskan pengikutnya mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan atau nabati. Ada tiga alasan utama mengapa orang menjalani diet vegetarian. Umumnya disebabkan karena kondisi kesehatan pribadi, kepercayaan atau budaya, dan isu lingkungan.

Menurut dr. Devia Irine Putri, diet vegetarian juga tak hanya satu jenis, ada banyak tipe-tipenya. “Ada yang full sumbernya dari tumbuhan saja atau ada juga yang masih mengonsumsi produk hewan,” ujarnya. 

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Diet yang Cocok untuk Anda

Untuk mengetahui jenis diet vegetarian lebih lengkap, Anda bisa menyimak uraian berikut.

1 dari 3 halaman

1. Diet Vegetarian Lacto-Ovo

Pada diet ini, Anda tidak boleh mengonsumsi daging atau ikan, tetapi diizinkan mengonsumsi telur dan produk susu.

Kata “lacto” mengacu pada susu sapi dan produk olahannya, sedangkan kata “ovo” berarti telur. Diet ini memperbolehkan Anda mengonsumsi susu, dan olahan lain, seperti mentega, keju, krim, yoghurt, atau es krim.

Dilansir dari Healthline, beberapa orang seperti penganut Buddha dan Hindu, mengikuti diet ini karena mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi daging sapi. 

2. Diet Vegetarian Lacto

Diet vegetarian lacto masih memperbolehkan pengikutnya untuk mengonsumsi produk susu, seperti mentega, keju, yoghurt, krim, dan es krim. Namun, Anda harus menghindari jenis daging, seperti sapi, babi, ayam, dan ikan. Tak hanya itu, pelaku diet vegetarian lacto juga tidak mengonsumsi telur.

3. Diet Vegetarian Ovo

Diet vegetarian ovo merupakan diet yang tidak memasukkan produk susu dan daging ke dalam daftar makanannya. Akan tetapi, pelaku diet vegetarian ovo masih boleh mengonsumsi telur. 

4. Diet Fleksitarian

Diet fleksitarian umumnya lebih fleksibel daripada diet vegetarian lainnya. Diet ini mengizinkan Anda untuk mengonsumsi sejumlah kecil makanan dari produk hewani. 

Prinsip utama diet fleksitarian adalah mengonsumsi sebagian besar makanan dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu, pelaku diet fleksitarian juga harus membatasi tambahan gula dan makanan olahan, serta mengonsumsi daging atau produk hewani sesekali. 

Anda juga masih diperbolehkan mengonsumsi susu dan telur dalam jumlah sedang jika menjalani diet fleksitarian.

Artikel Lainnya: Mengenal Dukan Diet untuk Menurunkan Berat Badan

2 dari 3 halaman

5. Diet Pescatarian

Diet ini berasal dari bahasa Italia “pesce” yang berarti ikan. Artinya, selain mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan, diet ini memperbolehkan Anda untuk makan ikan. 

Orang yang menjalani diet pescatarian juga harus menghindari makan daging, seperti daging sapi, ayam, atau babi. Mengonsumsi ikan bermanfaat untuk mendapatkan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan. 

6. Diet Vegan

Jenis diet vegetarian ini mengecualikan semua produk yang berasal dari hewan, termasuk daging, ikan, produk susu, dan telur. Beberapa orang yang menjalani diet ini juga tidak diperbolehkan mengonsumsi madu karena diproduksi oleh hewan lebah. 

Diet ini hanya mengonsumsi makanan nabati, seperti buah, sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Penganut vegan biasanya juga menghindari pembelian produk, seperti kosmetik, pakaian, dan sepatu, yang terbuat atau diujicobakan kepada hewan. 

Diet vegan memiliki asupan nutrisi yang rendah. Ahli kesehatan pun menyarankan pengikut diet ini untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin B12, zat besi, omega 3, zinc, dan lainnya.

Menurut dr. Devia, diet vegetarian tidak bisa digolongkan sebagai pola makan yang sehat karena tetap memiliki kekurangan nutrisi tertentu. “Pada tumbuh-tumbuhan memang ada kandungan nutrisi, seperti vitamin B12, zat besi, dan asam lemak esensial (misalnya omega 3), tapi jumlahnya tidak sebanyak pada produk hewani,” jelas dr. Devia.  

Dokter Devia menyarankan Anda untuk berkonsultasi kepada dokter gizi sebelum melakukan diet vegetarian jenis apa pun. 

“Sebaiknya hindari diet ini bagi orang-orang yang mengalami masalah gizi buruk atau defisiensi nutrisi. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika memang ingin menambahkan suplemen tertentu,” ujar dr. Devia. 

Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, terutama mengenai jenis diet atau pola makan lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar