Sukses

Waspada, Ini Dampak Konsumsi Gula Cair Berlebihan

Gula cair dianggap lebih sehat dan sering tersembunyi di dalam minuman kemasan. Sayangnya gula cair tak lebih sehat dari gula padat. Simak infonya di sini.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak bisa lepas dari konsumsi gula.

Tak hanya gula pasir biasa, beberapa orang juga mengonsumsi gula cair. Gula cair dapat ditemukan di dalam soda kaleng, minuman kemasan, minuman kopi kekinian, atau bubble tea.

Karena bentuknya yang cair, beberapa orang menganggap gula tersebut lebih sehat dibandingkan gula padat atau pasir.

Namun, dr. Theresia Rina Yunita mengatakan bahwa gula cair maupun gula pasir sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi berlebihan.

“Menurut beberapa penelitian, gula cair lebih berpotensi memicu masalah kesehatan. Karena gula cair sering digunakan dalam jumlah berlebihan pada minuman kemasan serta menyebabkan kecanduan.”

Artikel Lainnya: Antara Gula Batu, Gula Cair, dan Gula Pasir, Mana yang Lebih Sehat?

Untuk mengetahui bahaya gula pasir lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini.

  • Konsumsi Gula Cair Membuat Tubuh Lebih Lapar

Saat mengonsumsi gula cair, otak tidak mengidentifikasi atau mencatatnya sebagai makanan padat yang memiliki kalori. Maka tak heran, saat mengonsumsi minuman dengan tambahan gula cair, tubuh tidak akan mengeluarkan sinyal kenyang.

Hal tersebut justru membuat tubuh ingin mengonsumsi gula cair atau makanan berkalori tinggi lain dalam jumlah lebih banyak.

Perbedaan tubuh dalam merespons gula cair dan padat juga telah diteliti lewat studi yang dilansir dari Healthline. Penelitian mencoba membandingkan konsumsi minuman bersoda dan jelly bean yang sama-sama mengandung 450 kalori.

Hasilnya, peserta yang mengonsumsi jelly bean cenderung merasa lebih kenyang. Sementara itu, peserta yang mengonsumsi soda tidak merasa kenyang dan justru mengonsumsi kalori lebih banyak.

  • Berat Badan Meningkat

Di samping itu, gula cair mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi yang tidak sehat jika dikonsumsi berlebihan.

Contohnya, dalam gula pasir terkandung glukosa sebanyak 50 persen dan 50 persen fruktosa. Lalu, di dalam gula cair sirup jagung, kandungan fruktosanya lebih tinggi sebesar 5 persen, yakni 45 persen glukosa dan 55 persen fruktosa.

Menurut informasi yang dikutip dari Healthline, keduanya memiliki jumlah kalori dan memengaruhi nafsu makan dengan cara yang sama.

“Hal ini menyebabkan Anda akan mengonsumsi minuman dan makanan manis lebih banyak. Keduanya berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes,” kata dr. Theresia.

Beberapa penelitian telah menghubungkan risiko kelebihan fruktosa dengan penambahan berat badan. Asupan fruktosa yang tinggi dapat meningkatkan jumlah lemak di perut.

Dampaknya, Anda juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit atau masalah kesehatan serius.

Artikel Lainnya: Gula Bit vs Gula Tebu, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

1 dari 2 halaman

Cara Aman Konsumsi Gula Cair Sehari-hari

Mengonsumsi gula jenis apa pun, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat berbahaya bagi kesehatan fisik. Maka itu, Anda perlu membatasi asupan gula cair atau gula padat.

Misalnya, jika hari ini telah mengonsumsi minuman manis sebanyak 600-700 ml, maka Anda telah memenuhi 200 kalori harian. Dengan begitu, Anda harus memperhatikan asupan makanan lain, termasuk yang mengandung karbohidrat tinggi.

Anda juga harus waspada karena gula cair sering tersembunyi. Contohnya, hampir dari setiap minuman kemasan atau minuman manis yang disajikan langsung memiliki kandungan gula tinggi.

Per 350 mililiter cairan atau minuman, mengandung sedikitnya 100 kalori atau sekitar 20-30 gram gula.

Itu dia bahaya gula cair bagi kesehatan. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, Anda bisa membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar