Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Merasa Bersalah Setelah Selamat dari Musibah? Waspada Survivor Guilt!

Merasa Bersalah Setelah Selamat dari Musibah? Waspada Survivor Guilt!

Apakah Anda pernah merasa sangat bersalah lantaran menjadi satu-satunya orang yang selamat dari musibah? Jika ya, mungkin Anda mengalami survivor guilt.

Bisa selamat dari musibah merupakan mukjizat yang luar biasa. Hal ini seharusnya menjadi suatu hal yang disyukuri.

Namun, pada beberapa orang, selamat dari musibah malah justru menyisakan perasaan bersalah berlebihan. Apakah Anda termasuk salah satu yang seperti ini? Jika ya, mungkin Anda mengidap survivor guilt.

1 dari 4 halaman

Mengenal Survivor Guilt

Survivor guilt adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang menjadi satu-satunya yang selamat dari sebuah musibah mematikan.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, penyebab utama survivor guilt adalah peristiwa traumatis di masa lampau, seperti bencana alam, perang, kecelakaan, dan sejenisnya.

Artikel Lainnya: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

“Ada faktor lain yang dapat menjadi penyebab perasaan bersalah pada kasus survivor guilt, yaitu kurangnya support dari orang terdekat atau dari keluarga,” kata Ikhsan.

“Memiliki pengalaman traumatis ketika kecil yang berkaitan dengan peristiwa sekarang juga merupakan faktor yang dapat mencetuskan survivor guilt,” sambungnya.

Tidak hanya itu, survivor guilt juga bisa terjadi akibat kecemasan terhadap diri sendiri atau low esteem. Pasalnya, kondisi ini bisa membuat seseorang sering menyalahkan diri sendiri atas segala sesuatu yang terjadi di luar kendali.

2 dari 4 halaman

Gejala Survivor Guilt

Apa saja gejala-gejala yang mungkin dialami penderita survivor guilt? Berikut beberapa di antaranya:

  • Memiliki pikiran irasional, seperti merasa tidak layak untuk selamat
  • Sering mengalami mimpi buruk yang berhubungan dengan peristiwa traumatis
  • Mengalami perubahan emosi, misalnya menjadi lebih sensitif atau mudah marah
  • Muncul perasaan hopeless atau putus asa
  • Tubuh sering merasa lelah meski cukup istirahat
  • Kurang motivasi untuk menjalani kehidupan
  • Sering sakit kepala, mual, dan sakit perut
  • Menutup diri dari lingkungan sekitar

Penderita survivor guilt mesti segera ditangani dengan cara yang tepat. Apabila dibiarkan terjadi terus-menerus, gangguan kesehatan mental tersebut dapat mencetuskan gangguan kecemasan hingga depresi.

Pada kasus terburuk, penderita survivor guilt dapat mengembangkan pemikiran untuk bunuh diri. Hal ini terjadi lantaran yang bersangkutan merasa tidak pantas selamat dari musibah di masa lampau.

Artikel Lainnya: Berteman dengan Klien, Apakah Melanggar Kode Etik Psikolog?

3 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Survivor Guilt

Survivor guilt adalah bentuk dari stres pasca trauma atau PTSD. Jadi, cara mengatasinya harus di bawah pengawasan tenaga profesional secara langsung,” ucap Ikhsan.

“Terapi yang biasanya diberikan untuk kasus survivor guilt adalah art therapy. Dengan terapi ini, pasien bisa menggambarkan masa lalunya melalui media seni guna membantu mengatasi traumanya tersebut,” sambungnya.

Selain itu, psikolog juga mungkin akan memberikan cognitive behavioral therapy (CBT) untuk mengubah pola pikir pasien terkait trauma yang dialaminya. Psikolog pun akan menyarankan pasien untuk mencari ‘tempat’ bercerita yang dapat dipercaya, bisa keluarga atau sahabat terdekat.

Menjadi satu-satunya orang yang selamat dari musibah mematikan dapat mencetuskan survivor guilt. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena dapat sepenuhnya mengganggu kestabilan mental.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang berkaitan dengan survivor guilt, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar