Sukses

Manfaat Olahraga Sepeda Statis bagi Kesehatan

Bersepeda juga bisa dilakukan di rumah menggunakan sepeda statis. Berikut ini manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Bersepeda telah lama digemari banyak orang. Sayangnya, alasan jalan raya yang macet dan tak nyaman atau hujan membuat beberapa orang enggan bersepeda di luar ruangan. 

Namun tak perlu khawatir, hobi gowes Anda tetap bisa dituntaskan menggunakan sepeda statis. Olahraga sepeda statis bisa dilakukan di dalam rumah atau di gym

Manfaat sepeda statis juga tak kalah menakjubkan dibandingkan bersepeda di luar ruangan. Berikut manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan:

1. Menurunkan Berat Badan

Dilansir dari Healthline, olahraga menggunakan sepeda statis selama 1 jam dapat membakar hingga 600 kalori. 

Kendati begitu, hasil tersebut akan bergantung pada intensitas latihan dan berat badan masing-masing orang. 

Dokter Sepriani Timurtini Limbong menjelaskan, “Kalau untuk mendapatkan manfaat weight loss, bersepeda statis harus dilakukan dengan intensitas yang tepat dan dikombinasikan dengan pola makan sehat.”

Artikel Lainnya: Segudang Manfaat Bersepeda Sambil Melakukan Gerakan Anaerobik

1 dari 3 halaman

2. Membakar Lemak Tubuh

Menurut sebuah penelitian tahun 2010, olahraga sepeda statis dan diet rendah kalori dapat menghilangkan lemak tubuh. 

Penelitian tersebut mengharuskan 40 peserta untuk bersepeda statis selama 45 menit sebanyak 3 kali per minggu. Konsumsi kalori mereka juga dibatasi menjadi 1.200 kalori per hari selama 12 minggu.

Hasilnya, berat badan dan lemak tubuh peserta jadi berkurang. Tak hanya itu, kadar kolesterol dan trigliserida di dalam tubuh peserta juga dilaporkan menurun ke tingkat yang lebih sehat.

3. Memperkuat Anggota Tubuh Bagian Bawah

Olahraga sepeda statis dapat memperkuat otot kaki, terlebih jika Anda menggunakan resistensi kayuhan yang lebih tinggi atau kuat.

Selain itu, mengayuh dapat memperkuat otot betis, paha belakang, dan paha depan. Bahkan, mengayuh sepeda statis bisa menguatkan otot inti tubuh, punggung, dan glutes (otot pergerakan pinggul).

Lalu, bila bersepeda statis dilakukan sambil berpegangan pada setang, Anda turut melatih otot tubuh bagian atas, termasuk bisep, trisep, dan bahu.

4. Melatih Persendian

Lansia yang memiliki masalah di persendian tubuh sering dianjurkan berolahraga menggunakan sepeda statis. Olahraga ini dapat membantu memperbaiki gerak sendi pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. 

“Tidak hanya untuk lansia, sepeda statis juga baik untuk yang punya masalah persendian, misalnya artritis. Jadi, orang dengan masalah persendian tetap bisa olahraga aerobik, tapi low impact (tidak membebani sendi terlalu besar),” jelas dr. Sepriani.

“Selain itu, juga membantu menjaga kelenturan dan fleksibilitas sendi,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Lari dan Bersepeda, Jangan Lupa Siapkan Ini!

2 dari 3 halaman

5. Menguatkan Otot Pernapasan

Ketika mengayuh sepeda statis, jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk paru-paru. 

Bersepeda statis turut meningkatkan kapasitas paru-paru dan membuat oksigen masuk ke tubuh dalam jumlah banyak. 

Secara tak langsung, manfaat tersebut dapat menguatkan otot pernapasan. Di samping itu, pasokan oksigen cukup memicu tubuh untuk memperbaiki jaringan atau sel yang rusak, serta mampu meningkatkan energi. 

Agar manfaat kesehatannya bisa didapat dan Anda terhindar dari cedera, ada beberapa tips olahraga sepeda statis.

Posisikan tubuh dengan benar saat bersepeda. Jika tidak yakin dengan posisi tubuh yang tepat, minta bantuan instruktur olahraga.

Anda tetap harus istirahat dan tak boleh seharian bersepeda statis. Beristirahat dapat memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri, misalnya saat lelah atau nyeri. 

Demikian beberapa manfaat sepeda statis bagi kesehatan. Bila ingin tanya lebih lanjut seputar olahraga yang aman, konsultasi ke dokter via LiveChat. Dapatkan tips olahraga lainnya hanya di Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar