Sukses

Tata Cara Isolasi Mandiri Berdasarkan Aturan Kemenkes

Menipisnya ketersediaan tempat tidur di RS bikin banyak pasien COVID-19 harus isolasi mandiri. Bagaimana cara isolasi mandiri di rumah menurut Kemenkes?

Tingginya kasus COVID-19 di Indonesia membuat bed occupancy rate (BOR) menipis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Pemerintah pun menetapkan pasien dalam kriteria tertentu untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, bukan di rumah sakit. 

Seperti disinggung Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, beberapa waktu lalu, tidak semua pasien virus corona harus ke rumah sakit demi mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pasien dengan gejala sedang hingga berat berhak didahulukan agar mendapatkan perawatan dan penanganan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, pasien COVID-19 tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan dapat menerapkan isolasi mandiri di rumah. Berikut tata cara isolasi menurut anjuran Kementerian Kesehatan.

1 dari 5 halaman

1. Lapor ke Petugas Kesehatan

Saat mendapati gejala virus corona atau berkontak erat dengan penderita, cobalah untuk melapor ke petugas kesehatan. Di sana, biasanya Anda akan:

Artikel Lainnya: Pentingnya Jaga Kebersihan Rumah Saat Isolasi Mandiri

1. Mendapat Edukasi Seputar COVID-19

Di fasilitas kesehatan, Anda biasanya akan mendapatkan edukasi seputar gejala COVID-19 ringan sampai berat.

Jika pengetahuan dasar ini sudah Anda ketahui, sangat mudah untuk mendeteksi keberadaan virus corona dalam diri sendiri maupun orang lain.

Ketahui juga fasilitas kesehatan mana saja yang melayani swab antigen atau PCR test.

2. Mengetahui Jadwal PCR 

Jika Anda mengalami gejala-gejala COVID-19, segera pergi ke rumah sakit untuk melakukan PCR test.

Jangan ragu untuk melakukan tes ini guna meminimalkan penularan klaster keluarga. Tidak mau keluarga ikutan sakit karena kelalaian Anda, bukan?

3. Dapat Obat dan Suplemen 

Setelah mengetahui diri positif virus corona, tim medis akan melakukan serangkaian wawancara kesehatan. Dokter juga akan memeriksa kondisi tubuh secara keseluruhan.

Jika gejalanya masih ringan, maka Anda akan disarankan untuk lakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengonsumsi obat dan suplemen yang sudah dianjurkan. 

2. Syarat Pasien COVID-19 Bisa Isolasi Mandiri di Rumah 

Seperti yang sudah disinggung di atas, pasien dengan gejala ringan dan tak bergejala biasanya dianjurkan untuk karantina mandiri di rumah. Selama itu, pemantauan akan terus dilakukan faskes setempat.

Selain itu, pasien usia 45 tahun ke bawah diharapkan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, pasien virus corona yang usianya di atas 45 tahun akan lebih berisiko mengalami komplikasi.

Pasien yang memiliki riwayat penyakit komorbid, seperti penyakit asma, jantung, dan diabetes, biasanya tidak dianjurkan isolasi mandiri. Namun demikian, keputusan ada di tangan dokter yang menangani dan memeriksa langsung Anda.

Artikel Lainnya: Pentingnya Punya Oximeter saat Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri

2 dari 5 halaman

3. Perhatikan Kondisi Rumah

Jika Anda jadi salah satu pasien yang diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, perhatikan poin-poin berikut:

1. Ventilasi yang Baik

Pastikan pasien COVID-19 tidur di kamar yang memiliki jendela guna mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Anda bisa membuka jendela agar menurunkan risiko penularan secara airbone di rumah.

2. Punya Jarak atau Tinggal Sendiri

Tempatkan pasien COVID-19 di ruangan atau kamar yang terpisah. Bila tidak ada ruangan terpisah, posisikan pasien di ruangan yang memungkinkan jarak minimal 1 meter dari anggota keluarga lainnya. Begitu juga dengan tempat tidur.

3. Manfaatkan Fasilitas Isoman Pemerintah

Kalau rumah tidak punya kamar terpisah atau tidak memungkinkan berjarak minimal 1 meter dengan pasien, pertimbangan fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.

Coba tanyakan ketersediaannya pada puskesmas tempat Anda tinggal.

4. Cek Posisi Tempat Tidur

Selama isoman, pasien diminta untuk tetap berjarak dengan anggota keluarga lain. Hal ini termasuk juga untuk urusan tempat tidur. Aturannya adalah:

1. Pasien Tidur Sendiri

Pasien positif COVID-19 yang sedang isolasi mandiri diminta untuk tidur sendiri. Jika pun Anda hanya memiliki 1 kamar, minta pasangan atau anggota keluarga lainnya untuk tidur di ruang tamu terlebih dahulu- sampai kondisi benar-benar pulih. 

2. Beri Jarak Minimal 1 Meter

Pasien harus memberi jarak minimal 1 meter dengan anggota keluarga lainnya. Hal ini untuk mencegah penularan.

Artikel Lainnya: Tips Isolasi Mandiri COVID-19, Siapkan dan Lakukan Ini

3 dari 5 halaman

5. Aturan Pakai Kamar Mandi

Selain kamar tidur, pasien COVID-19 juga diminta untuk menggunakan kamar mandi yang berbeda. Berikut beberapa hal yang harus Anda ingat:

1. Pakai Toilet Sendiri

Jika memungkinkan, gunakan satu kamar mandi khusus untuk pasien. Tapi, bagaimana jika rumah Anda hanya ada satu kamar mandi?

“Kamar mandi yang sebelumnya sudah dipakai oleh pasien COVID-19 bisa digunakan oleh anggota keluarga lainnya. Hanya saja, (kamar mandi) harus segera dibersihkan setelah digunakan pasien COVID-19,” tutur dr. Astrid.

2. Pakai Disinfektan

Kalau kamar mandi digunakan bersama, bersihkan seluruh kamar mandi  dengan disinfektan.

Usap dan semprot kloset, bak mandi, gayung, dan sebagainya dengan disinfektan secara keseluruhan. Hal ini penting sebagai cara mencegah virus menetap dan tersebar.

6. Aturan Makan dan Minum Saat Isolasi Mandiri

Untuk makan dan minum, ada beberapa aturan yang bisa diterapkan pasien COVID-19 yang sedang isolasi mandiri:

1. Makan Sendiri 

Bila memungkinkan, pasien COVID-19 makan di ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lainnya. Kalau tidak bisa, beri jarak minimal 1 meter dengan anggota lain saat makan.

Karena saat makan pasien akan melepas masker, hindari melakukan aktivitas ini berbarengan. Anggota keluarga yang sehat tetap mengenakan masker.

2. Pakai Alat Makan Berbeda

Pastikan juga pasien dan anggota keluarga lainnya menggunakan alat makan yang terpisah. Mulai dari piring, gelas, sendok, garpu, dan sebagainya tentu harus dibedakan.

Agar lebih higienis, Anda bisa menggunakan alat makan sekali pakai yang bisa langsung dibuang setelah pemakaian. Namun, semprotkan desinfektan terlebih dahulu sebelum Anda membuang alat makan bekas tersebut. 

3. Cuci dengan Air Hangat 

Bila menggunakan peralatan makan di rumah, cucilah hingga bersih menyeluruh dengan menggunakan sabun dan air hangat.

Artikel Lainnya: Isolasi Mandiri Jauh dari Anak, Ini Tips Agar Mental Tetap Sehat

4 dari 5 halaman

7. Aturan Tatap Muka dengan Orang Tidak Serumah

Selama isolasi mandiri, Anda tidak diperkenankan bertemu dengan orang lain yang sehat. Begini aturannya:

1. Tidak Boleh Menerima Tamu

Anda tidak dibolehkan menerima tamu selama masih positif virus corona. Jika pun ingin berhubungan atau berkomunikasi, gunakan ponsel, aplikasi zoom, dan platform media sosial.

2. Tidak Boleh Keluar Rumah

Namanya juga isolasi, Anda tidak diperkenankan keluar rumah tanpa tujuan penting, seperti ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

Keluar rumah secara ceroboh dan sembarangan justru berisiko membahayakan orang lain di sekitar Anda. Hal ini juga diperuntukkan orang-orang yang masih serumah dengan Anda.

8. Aturan Anggota Keluarga Pasien COVID-19 Serumah

Agar anggota keluarga lain tetap sehat, ada beberapa yang bisa Anda lakukan selama isolasi mandiri di rumah. Yakni:

1. Pakai Masker

Meski Anda berada di dalam kamar yang terpisah, bukan berarti anggota keluarga yang lain bisa lalai dengan protokol kesehatan.

Anggota keluarga lainnya diminta untuk terus menggunakan masker, kecuali saat makan, mandi, dan tidur. 

2. Batasi Pergerakan

Batasi tatap muka dengan pasien COVID-19 di dalam rumah. Jangan bertemu apalagi sampai bersentuhan fisik dengan pasien. Anda cukup menanyakan kabar mereka dari luar kamar atau via telepon. 

3. Pantau Saturasi Oksigen

Jika memungkinkan, pantau saturasi oksigen dengan oximeter. Nilai saturasi oksigen yang normal berada di angka 95-100.

Jika saturasi oksigen berada pada angka 93 dan 94, segera hubungi dokter atau faskes terdekat. Bila angka semakin menurun, jangan tunggu lama. Segera bawa pasien ke IGD terdekat.

Artikel Lainnya: Pantau Isolasi Mandiri Pasien COVID-19, Pemerintah Gandeng Layanan Medis Daring

4. Pantau Suhu Tubuh

Pantau suhu tubuh dengan termometer sebanyak 2 kali dalam sehari. Jika suhu tubuh terus meningkat, maka jangan ragu untuk membawa pasien COVID-19 ke rumah sakit terdekat.

“Jika pasien virus corona mengalami demam tinggi selama 3 hari dan tidak turun dengan obat, segera bawa diri ke rumah sakit,” saran dr. Astrid.

Pasien yang tidak bisa makan/minum sama sekali dan memiliki penurunan kesadaran juga sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit.

Simpanlah nomor petugas medis atau faskes terdekat dengan lokasi Anda. Jika sewaktu-waktu terjadi kegawatdaruratan selama isolasi mandiri, Anda bisa cepat menghubungi.

Yuk, lakukan protokol isolasi mandiri dengan tepat. Bantu pemulihan Anda dengan mengonsumsi obat dan suplemen dokter, berjemur, dan tidak stres. Semoga cepat sembuh!

Manfaatkan konsultasi kesehatan langsung dengan dokter melalui fitur LiveChat  dari aplikasi Klikdokter. Lengkapi juga kebutuhan nutrisi dan informasi paket isolasi mandiri Anda dengan klik di sini

(HNS/AYU)

1 Komentar

  • halo dok saya mau tanya.. seminggu yg lalau saya terken covid..tapi tidak ada gejala cuma hidung terasa mindeng..pihak kelinik menyarankan saya untuk ISOM selama 7 hari .klu d sweb setelah isom 7 hari hasilnya akan negatip atu tidak ya