Sukses

Ubah Bentuk Hidung, Kenali Operasi Rhinoplasty

Operasi hidung atau rhinoplasty dapat memperbaiki atau mengubah bentuk hidung. Sebelum melakukannya, kenali lebih jauh tentang rhinoplasty di sini.

Hidung memang menjadi salah satu bagian penting dalam pancaindra kita. Tak hanya fungsinya, bentuk hidung pun kerap dikaitkan dengan faktor estetika. 

Bagi yang ingin mengubah bentuk, terdapat sebuah tindakan operasi hidung bernama rhinoplasty.

Secara garis besar, fungsi rhinoplasty adalah mengubah bentuk hidung, memperbaiki pernapasan, atau membenahi kondisi cacat lahir. Mari ketahui lebih lanjut di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Mengenal Tindakan Operasi Hidung atau Rhinoplasty

Bagian atas struktur hidung adalah tulang. Di bagian bawahnya terdapat tulang rawan. Rhinoplasty dapat mengubah tulang hidung, tulang rawan, kulit, atau ketiganya. 

Artikel Lainnya: Hati-hati, Ini Efek Negatif Operasi Plastik

Pada prosesnya, ahli bedah akan mempertimbangkan fitur wajah Anda yang lain. Semuanya akan disesuaikan dengan perubahan hidung yang diinginkan. 

Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, “Yang dianjurkan melakukan rhinoplasty adalah orang dengan trauma hidung yang menyebabkan deformitas (perubahan bentuk atau struktur), septum deviasi, perforasi septum, dan gangguan pernapasan.”

Septum deviasi merupakan kondisi ketika posisi dinding pembatas lubang hidung tidak tepat di tengah. Sementara, perforasi septum ialah kondisi adanya lubang di septum (dinding pembatas) akibat cedera atau penyakit.

Selain itu, faktor estetika untuk mempercantik tampilan hidung juga kerap menjadi alasan seseorang melakukan operasi hidung.

Operasi rhinoplasty biasanya merupakan prosedur rawat jalan. Anda dapat mendapatkan anestesi lokal atau total. Hal ini bergantung pada prosedur yang akan dijalankan dan rekomendasi dokter bedah.

Sebelum menjalani operasi hidung, terdapat beberapa proses pemeriksaan. Dokter akan mengecek riwayat kesehatan, hidung, dan fitur wajah, serta tujuan operasi. Jika memiliki kelainan darah seperti hemofilia, maka Anda tidak bisa melakukan rhinoplasty.

Pengambilan gambar hidung juga dilakukan. Kemungkinan hasil akhir dari operasi hidung bisa ditunjukkan dari manipulasi foto yang diambil.

Dokter akan menjelaskan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh rhinoplasty, serta kemungkinan hasilnya. Jadi, sangat penting untuk terbuka dengan dokter bedah tentang keinginan dan tujuan operasi hidung, serta kondisi Anda. 

Artikel Lainnya: 4 Alasan Lansia Lakukan Operasi Plastik

2 dari 3 halaman

Apa Efek Setelah Rhinoplasty?

Dokter Theresia mengungkapkan, semua prosedur medis pasti ada efek sampingnya, tak terkecuali operasi hidung. 

“Setelah melakukan rhinoplasty, Anda akan merasakan nyeri, bengkak, perubahan warna kulit, infeksi, perdarahan, muncul jaringan parut, mimisan, gangguan napas, dan bentuk hidung tidak simetris,” jelas dr. Theresia.

“Perlu dipastikan bahwa Anda telah memenuhi kriteria untuk melakukan rhinoplasty. Kriteria ini ditentukan oleh dokter yang akan mengoperasi Anda, layak atau tidak,” lanjutnya. 

Setelah melakukan rhinoplasty, biasanya pasien akan memakai belat hidung untuk minggu pertama. 

Mungkin dapat terjadi pembengkakan di sekitar mata karena operasi dan akan membaik setelah hari ketiga. Namun, kondisi ini bisa bertahan hingga dua minggu.

Pembengkakan pada hidung biasanya sembuh dalam waktu enam bulan ke depan. Bentuk akhir hidung akan terlihat jika telah benar-benar pulih. 

Itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang rhinoplasty. Bila ingin konsultasi lebih lanjut seputar operasi hidung atau pembedahan lainnya, gunakan LiveChat dengan dokter bedah.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar