Sukses

Penyebab dan Tanda Anak Takut pada Orangtua

Beberapa anak dapat mengembangkan rasa takut berlebihan pada orangtuanya. Mengapa hal ini terjadi? Berikut tanggapan psikolog penyebab dan tanda anak takut orangtua.

Orangtua seharusnya menjadi sahabat yang baik bagi buah hatinya. Sayang, pernyataan tersebut tidak berlaku untuk semua keluarga.

Faktanya, terdapat sebagian orangtua yang kesulitan untuk mendekatkan diri dengan anak. Ada pula beberapa anak yang canggung terhadap orangtuanya sendiri. Bahkan, tak sedikit pula anak yang takut terhadap orangtuanya.

Bagaimana tanggapan psikolog mengenai fenomena anak takut orangtua? Apa penyebab dan tanda-tandanya? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Artikel Lainnya: Kenali Internalizing Behavior yang Membuat Anak Tertutup dan Penakut

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Takut Orangtua

Rasa takut anak kepada orangtuanya merupakan hal yang wajar. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi cara anak untuk menghargai orangtua mereka.

Hal yang dikatakan tidak wajar adalah ketika anak takut orangtua secara berlebihan. Sebab, menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, kondisi ini bisa membuat anak enggan menjalin kedekatan dengan orangtuanya.

Adapun beberapa hal yang dapat menjadi penyebab anak takut orangtua, antara lain:

1. Pola Asuh

Pola asuh orangtua memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian anak. Jika orangtua bersikap terlalu keras, hal itu tidak hanya membuatnya takut, tetapi juga bisa menciptakan kepribadian anak yang buruk.

“Kalau pola asuh yang diterapkan otoriter, anak akan merasa tidak berdaya dan tidak punya kendali untuk mengungkapkan pendapat, keinginan, harapan,” ucap Gracia.

“Oleh sebab itu, anak dapat menjadi pasif untuk mengikuti aturan dan arahan yang ditentukan orangtua,” sambung Gracia.

2. Sikap Negatif Orangtua

Dilansir dari Huffingpost, berteriak atau menggunakan kata-kata kasar untuk mendisiplinkan anak bisa membuat mereka berperilaku lebih buruk saat menghadapi ketakutan.

Anak-anak yang didisiplinkan dengan cara tersebut juga lebih mungkin untuk mengalami depresi. Mereka pun lebih rentan berperilaku tidak baik di sekolah, sering berbohong kepada orangtua, atau bahkan berkelahi dan mencuri.

Menurut Gracia, beberapa sikap negatif yang bisa membuat anak berpandangan buruk terhadap orangtuanya, yaitu:

  • Memberitahu dengan cara memukul, mengancam, atau kekerasan fisik lain.
  • Memberi hukuman atau bersikap yang membuat anak merasa sangat ketakutan atau tertekan
  • Anak menyaksikan orangtua melakukan sesuatu yang membuatnya takut dan terancam.

3. Hubungan Antara Anak dan Orangtua Tidak Dekat

Hubungan orangtua dan anak yang tidak terjalin dengan baik dapat membuat si kecil menjadi canggung untuk bersikap terbuka. Mereka pun akan bersikap lebih berhati-hati dan tertutup di hadapan orangtuanya.

4. Masalah dalam Keluarga

Perceraian atau kekerasan di dalam rumah tangga juga dapat menjadi penyebab anak takut orangtua. Tidak hanya takut, hal tersebut bahkan dapat membuat anak mengembangkan perasaan benci atau tidak suka pada orangtuanya.

“Adanya masalah di dalam keluarga, seperti hubungan yang tidak harmonis, dapat mempersepsikan orangtua dalam konteks yang cenderung negatif,” tutur Gracia.

“Hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak aman di dalam keluarga, termasuk takut pada orangtuanya,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Orangtua Mudah Marah? Ini Dampaknya pada Anak

2 dari 3 halaman

Tanda Anak Takut Orangtua

Berikut ini beberapa perilaku anak yang bisa menjadi tanda bahwa ia merasa takut dengan orangtuanya:

  • Anak lebih sering menyendiri, dan cenderung menghindari interaksi dengan orangtuanya
  • Anak hanya menuruti orangtua secara pasif, sekalipun sejalan dengan keinginannya
  • Anak tidak berani terbuka dengan hal-hal yang dipikirkan, rasakan, atau harapkan.
  • Anak menjadi sering menangis dan cenderung pendiam
  • Anak tampak canggung, sering menunduk atau menghindari kontak mata saat berinteraksi dengan orangtua.

Namun, psikolog Gracia menekankan bahwa perilaku di atas tidak melulu menjadi tanda anak takut orangtua akibat sesuatu yang terjadi di rumah. Artinya, anak bisa berperilaku tersebut lantaran ada hal lain yang dialaminya, termasuk di luar lingkungan rumah.

“Jika ditemukan tanda-tanda tersebut dan sudah mengganggu relasi orangtua dengan anak, sebaiknya jangan langsung berasumsi. Orangtua bisa pelan-pelan melakukan pendekatan kepada anak secara hangat dan tanpa memaksa,” saran Gracia.

Orangtua juga harus merefleksikan kembali pola asuh yang diterapkan pada anak selama ini. Jika memang merasa ada yang salah, segera bicarakan dengan pasangan dan anak.

Apabila Anda membutuhkan saran dan batuan lebih lanjut terkait pola asuh yang tepat guna menghindari anak takut orangtua, tak perlu ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada psikolog atau dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

1 Komentar