Sukses

Ini Kondisi Gigi yang Perlu Pakai Behel, Apa Saja?

Tidak semua kondisi gigi memerlukan behel. Yuk, intip kondisi gigi yang perlu pakai behel berikut ini!

Kini terdapat banyak jenis perawatan gigi. Salah satu perawatan gigi yang cukup terkenal, yaitu perawatan ortodonti atau penggunaan behel.

Ada berbagai kondisi yang membuat gigi harus dibehel. Mulai dari gigi yang terlihat lebih maju hingga gigi yang lepas akibat kecelakaan.

Yuk, ketahui ciri-ciri gigi yang perlu pakai behel berikut ini!

1 dari 5 halaman

1. Gigi Terlalu Maju

Gigi terlalu maju menjadi salah satu kondisi gigi yang harus dibehel. 

Perlu diketahui bahwa gigi yang terlalu maju bisa disebabkan oleh gigi itu sendiri yang tumbuh lebih ke depan, atau bisa juga karena tulang rahang atas yang memang berada lebih depan. 

Sebelum menggunakan behel, dokter biasanya akan mencari tahu penyebab utama dari gigi maju, lalu mengamati apakah ada ruang yang cukup untuk menarik mundur gigi yang terlalu maju tersebut.

Artikel Lainnya: 6 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengenakan Kawat Gigi

Nah, jika memungkinkan, pemasangan behel bisa langsung dilakukan dengan menarik gigi tersebut ke belakang. Namun, apabila tidak ada ruang yang cukup, dibutuhkan pengambilan gigi terlebih dahulu sebelum pasang behel.

Gigi yang diambil biasanya dilakukan pada gigi premolar atau geraham kecil dengan jumlah menyesuaikan kebutuhan ruang.

2. Gigi Bercelah

Selain mengurangi estetik, gigi bercelah terlalu besar juga membuat tidak nyaman ketika makan karena sering terdapat sisa makanan yang menyelip.

Gigi bercelah perlu pakai behel karena sisa makanan yang dibiarkan terselip akan menjadi tempat melekatnya bakteri sehingga dapat memicu gigi berlubang.

Penggunaan behel pada kasus ini tidak membutuhkan perhitungan seperti kasus gigi lebih maju. Karena pada gigi bercelah, dapat dipastikan bahwa ada ruang yang cukup untuk merapikan gigi.

Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah penyebab gigi tersebut bercelah. Apabila gigi bercelah akibat kebiasaan buruk, seperti sering menggunakan tusuk gigi atau sering mendorong gigi dengan lidah, behel bisa langsung dipasang.

Berbeda halnya jika celah gigi muncul karena tingginya frenulum, atau lapisan antara gusi dan bibir. Pada kasus ini, kelebihan tersebut harus dikurangi terlebih dahulu dengan pembedahan minor. 

Artikel Lainnya: Untuk Pemula, Ini Tips Merawat Gigi dengan Behel

2 dari 5 halaman

3. Gigi Berjejal

Gigi yang biasa disebut tidak rapi pada umumnya adalah kondisi gigi berjejal. Hal ini dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk yang melibatkan gigi, atau juga dari pergantian gigi susu menjadi gigi dewasa.

Apabila pada saat masa pergantian gigi, ruang tidak cukup bagi gigi dewasa untuk tumbuh, maka gigi tersebut akan mencari ruang yang cukup, walaupun tidak pada posisi yang benar.

Gigi berjejal perlu pakai behel dengan durasi waktu yang lebih lama. Karena pada gigi berjejal biasanya tidak hanya melibatkan satu gigi, melainkan lebih dari dua gigi. Inilah yang juga akan memengaruhi lamanya perawatan yang dilakukan.

Sama halnya dengan kasus gigi lebih maju. Jika rahang kekurangan ruang untuk posisi gigi yang benar, dibutuhkan pengambilan gigi terlebih dahulu.

4. Gigi Gingsul

Bagi sebagian orang, gigi gingsul dianggap berkah karena membuat penampilan lebih menarik. Penyebabnya adalah gigi dewasa tidak memiliki ruang yang cukup pada saat tumbuh sehingga gigi tersebut memutuskan untuk tumbuh berada jauh di depan gigi yang lain.

Gigi gingsul sebenarnya akan membawa kerugian, lho. Pasalnya, sisa makanan yang tersangkut pada bagian gigi ini tidak mudah dibersihkan ketika menyikat gigi karena posisinya yang sulit dijangkau.

Oleh karena itu, gigi gingsul perlu pakai behel. Penggunaan behel akan menarik gigi yang gingsul tersebut kembali ke dalam lengkung yang benar.

Artikel Lainnya: Masalah Kesehatan Gigi yang Mengintai Pengguna Behel

3 dari 5 halaman

5. Rotasi Gigi

Pertumbuhan gigi tidak dapat sepenuhnya tumbuh dengan normal. Ada kalanya gigi tumbuh dengan lengkung yang baik, tetapi tidak menghadap pada posisi yang benar, atau mengalami rotasi gigi.

Kondisi ini membuat gigi tersebut perlu pakai behel. Posisi gigi yang tidak tepat akan mengganggu ketika gigi tersebut berkontak, atau ketika rahang atas dan rahang bawah bertemu. Hal itu bisa saja menciptakan masalah baru pada gigi.

Penggunaan behel tidak saja mampu menggerakkan gigi ke samping, tetapi juga dapat menggerakkan gigi untuk berputar atau rotasi. Selain itu, bentuk gigi yang terletak pada posisi sebenarnya akan membantu menjaga kesehatan rongga mulut.

Perawatan pada kasus rotasi gigi hanya mampu dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti. 

Artikel Lainnya: Pasang Behel di Tukang Gigi, Ini Risikonya!

6. Gigi yang Tertanam

Gigi dapat tertanam di dalam tulang karena gigi susu yang belum lepas ketika gigi dewasa sudah akan tumbuh. Karena tidak memiliki ruang, gigi dewasa akan tertahan di dalam tulang sehingga tidak muncul ke permukaan gusi. 

Kondisi tersebut membuat gigi harus dipasang behel. Sebelum pemasangan behel, akan dilakukan pembedahan terlebih dahulu untuk mendapatkan permukaan gigi yang tertanam.

Pada permukaan gigi tersebut kemudian ditempelkan sebuah alat ortodonti yang dihubungkan pada alat yang juga menempel pada gigi normal. Alat tersebut akan secara perlahan menarik gigi yang tertanam hingga keluar menembus gusi dan memosisikannya.

4 dari 5 halaman

7. Ukuran Gigi Dan Rahang yang Tidak Sesuai

Ukuran gigi dan rahang manusia biasanya diwariskan dari orang tuanya. Tidak sedikit dijumpai ukuran gigi yang tidak sesuai dengan ukuran rahangnya. Ada yang memiliki ukuran rahang kecil, tetapi ukuran gigi besar, ada juga yang sebaliknya.

Gigi yang tumbuh tidak sesuai dengan rahang menjadi ciri-ciri gigi yang harus dibehel. Pemasangan behel dilakukan untuk menyesuaikan antara gigi dan rahangnya.

Artikel Lainnya: Kawat Gigi Keramik vs Stainless Steel, Mana yang Lebih Baik?

Mengapa perlu pakai behel? Bila seseorang memiliki gigi yang besar, tetapi rahangnya kecil, gigi akan cenderung terlihat maju. Bisa dipastikan tidak ada ruang yang cukup untuk menarik gigi tersebut sehingga dibutuhkan pengambilan gigi terlebih dahulu.

Sementara itu, perawatan behel akan lebih mudah apabila lengkung rahang lebih besar daripada lengkung gigi. Pasalnya, ruang pasti sudah tersedia sehingga hanya perlu merapikan gigi yang ada.

8. Pasca Kecelakaan

Gigi pasca kecelakaan juga perlu pakai behel, lho. Perawatan behel dibutuhkan apabila gigi yang terlepas tersebut ingin dipasangkan kembali ke dalam rahang.

Setelah gigi yang lepas dibersihkan, perawatan selanjutnya adalah dengan melakukan fiksasi pada gigi tersebut. Fiksasi umumnya dilakukan dengan penggunaan behel.

Tidak hanya pada gigi yang terlepas, apabila terdapat tulang yang retak, penggunaan behel dapat dilakukan. Sama seperti ketika gigi terlepas, fungsi behel yaitu sebagai alat yang akan memfiksasi tulang yang mengalami retak.

Demikian berbagai kondisi yang membuat gigi perlu pakai behel. Jika Anda memiliki kondisi gigi yang telah disebutkan, segera pertimbangkan untuk melakukan perawatan ortodonti, ya!

Anda dapat mendiskusikan masalah gigi yang dialami kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

2 Komentar