Sukses

Dampak Kecanduan Narkoba Bagi Kesehatan Tulang

Tidak hanya berdampak pada tampilan fisik, penyalahgunaan narkoba juga bisa membahayakan kesehatan tulang. Apa saja dampak narkoba bagi tulang?

Penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan oleh siapa saja dengan berbagai macam alasan. Tak hanya membuat tampilan fisik jadi berubah, penyalahgunaan narkoba juga berdampak bagi kepadatan tulang seseorang.

Lantas, seberapa besar bahaya penggunaan narkoba dan dampaknya bagi kesehatan tulang? Berikut penjelasannya.

 

1 dari 3 halaman

Dampak Kecanduan Narkoba Pada Tulang

Narkoba jenis apa pun dapat menyebabkan ketergantungan atau kecanduan. Kecanduan dapat terjadi ketika jumlah zat dan frekuensi penggunaannya meningkat.

Ketika sering menggunakan narkoba, Anda akan semakin sulit untuk lepas dari obat tersebut.

Baru-baru ini penelitian telah menunjukkan, orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau narkoba  memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah.

Hal itu berlaku ketika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat atau didiagnosis mengalami penyalahgunaan zat.

Artikel Lainnya: Efek Negatif Narkoba pada Kesehatan Gigi

Penyalahgunaan obat atau zat terlarang dapat menyebabkan osteoporosis, osteomielitis, kerusakan gigi, kerusakan kondisi tulang belakang, dan berbagai bentuk radang sendi. 

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kerapuhan tulang dan rentan patah tulang.

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan pun mengatakan hal yang sama. Menurutnya, osteomielitis terjadi ketika ada infeksi di tulang atau di area sekitar tulang. Infeksi ini diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya penyalahgunaan narkoba.

“Osteomielitis biasanya terjadi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Kondisi ini akan semakin tinggi risikonya jika ditambah dengan riwayat narkoba atau pernah mengalami penurunan sistem imunitas tubuh akibat HIV atau Aids,” ucap dr. Iqbal.

Osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang juga bisa dialami pecandu narkoba. Osteoporosis primer memicu pengurangan massa tulang yang berhubungan dengan penuaan dan menopause.

Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu. Beberapa obat yang dapat memicu terjadinya osteoporosis sekunder adalah glukokortikoid oral, antidepresan, antipsikotik, antikonvulsan, agen pereduksi asam lambung, dan obat tiroid.

Sayangnya, hubungan antara penggunaan narkoba dan kondisi kesehatan tulang belum diketahui dengan jelas.

Menurut hipotesis yang dilansir dari American Addiction Center, pengguna narkoba sering tidak memerhatikan kesehatan atau pola makan mereka. Akibatnya, kebiasaan tersebut akan menyebabkan hilangnya kepadatan tulang.

Lalu, hipotesis lain mengatakan bahwa beberapa obat dapat memengaruhi sistem kerangka dan mengakibatkan penurunan kepadatan tulang.

Artikel Lainnya: Kenali Bahaya Narkoba terhadap Kesehatan

2 dari 3 halaman

Jenis Narkoba dan Dampaknya Bagi Kepadatan Tulang

Berikut adalah obat atau zat yang merugikan kesehatan tulang Anda:

1. Benzodiazepin

Obat-obatan ini sering diberikan dokter untuk mengatasi masalah kecemasan. Jika dikonsumsi, obat ini menimbulkan perasaan rileks dan euforia dengan cepat setelah meminumnya.

Keracunan benzodiazepin dapat menyebabkan efek samping seperti kelemahan otot dan nyeri, serta hilangnya koordinasi fisik yang terlihat seperti orang mabuk. Pada akhirnya, efek samping tersebut dapat menyebabkan jatuh, patah tulang, keseleo, dan masalah muskuloskeletal.

2. Inhalansia

Penyalahgunaan obat ini sangat berbahaya dan cenderung menyebabkan kerusakan pada beberapa sistem tubuh. Penyalahgunaan obat inhalansia dalam waktu lama lama dapat merusak sumsum tulang dan menyebabkan kelainan tulang.

3. MDMA (Methylenedioxy Methamphetamine)

MDMA sering disebut sebagai ekstasi. Mengonsumsi narkoba jenis ini dapat menyebabkan hipertermia yang bisa merusak otot. Tidak hanya itu, obat ini juga dapat meracuni sistem organ lain, terutama ginjal.

Artikel Lainnya: Penyalahgunaan Narkoba Jadi Penyebab Perilaku Seks Berisiko!

4. Opioid

Opioid sering diresepkan untuk meredakan nyeri otot dan tulang. Opioid dapat diberikan untuk kondisi yang melibatkan tulang, pembedahan, hingga penyakit kronis seperti radang sendi atau kanker.

Namun, obat opioid dapat menyebabkan efek samping seperti nyeri otot. Selain itu, opioid seperti heroin yang disuntikan langsung ke pembuluh darah dapat menyebabkan infeksi tendon atau sendi (osteomielitis atau artritis septik).

5. Steroid

Penyalahgunaan steroid di usia muda dapat membuat tulang menjadi berhenti tumbuh. Dampaknya perawakan seseorang menjadi lebih pendek dan berisiko mengalami masalah kesehatan tulang di kemudian hari.

Penyalahgunaan steroid juga dapat mengubah kemampuan otot untuk tumbuh dan menyebabkan ruptur tendon. Sementara itu, suntikan steroid langsung ke jaringan otot dapat menyebabkan infeksi otot.

6. Kokain

Mengonsumsi kokain dalam waktu lama berhubungan erat dengan kondisi eritrositosis (kelainan darah) perifer di sumsum tulang dan kelebihan sel darah merah di dalam pembuluh darah.

Kelebihan sel darah merah dapat menyebabkan gejala, seperti sesak napas, mimisan, gatal, dan peningkatan tekanan darah.

Itu dia beberapa jenis obat yang sering disalahgunakan dan berbahaya bagi kesehatan tulang.

Jika Anda ingin mengetahui dampak penggunaan narkoba lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa menggunakan layanan LiveChat untuk berkonsultasi dengan dokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar