Sukses

Bentol Tak Kunjung Hilang? Waspada Infeksi Caplak

Tiba-tiba mengalami bentol akibat baru memiliki hewan peliharan? Hati-hati kena gigitan caplak! Untuk tahu bahaya gigitan caplak lainnya, simak ulasan berikut ini.

Beberapa orang yang memelihara kucing atau anjing dapat mengalami gatal dan bentol di kulit yang tak kunjung hilang. Bila demikian, kemungkinan Anda terinfeksi kutu caplak yang ditularkan oleh hewan peliharaan.

Caplak (ticks) merupakan sejenis kutu pengisap darah yang biasanya ditemukan di binatang peliharaan seperti anjing atau kucing. Caplak merupakan hewan yang masih berkerabat dengan laba-laba. 

Warna kutu caplak adalah gelap atau hitam dan parasit ini hanya menumpang hidup di tubuh makhluk lain.

1 dari 3 halaman

Apa Caplak di Hewan Peliharaan Bisa Serang Manusia?

Kutu caplak senang berdiam di area tubuh yang lembap. Biasanya mereka ditemukan di bagian lipatan seperti selangkangan dan ketiak. 

Caplak juga bisa ditemui di rambut. Ketika sudah berada di tempat favoritnya, caplak akan mulai mengisap darah. 

Gejala yang muncul ketika digigit caplak adalah nyeri, bentol, dan bengkak. Lalu, bisa muncul ruam kulit, sensasi terbakar pada kulit, dan luka lepuh akibat digigit caplak.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Milia, Bentol yang Mirip Jerawat

Beberapa kasus yang parah menunjukkan bahwa gigitan kutu caplak dapat menyebabkan alergi seperti kesulitan bernapas. Jika hal ini terjadi, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. 

Kutu caplak bisa menyerang hewan peliharaan dan juga manusia. Bukan hanya itu, caplak juga bisa menjadi perantara penularan penyakit (vektor) ke manusia seperti lyme disease dan tick mountain fever. 

Menurut Center for Disease Control and Prevention, gigitan kutu caplak bisa menyebabkan demam, sakit kepala, kelelahan, dan ruam kulit. Apabila tidak diobati, infeksi ini dapat menyerang persendian, jantung, dan sistem saraf.

Menanggapi bentol yang disebabkan oleh caplak, begini tanggapan dari dr. Atika.

“Jika bentolnya masih gatal, kemungkinan masih ada kutunya. Sambil juga dicari penyebab bentol lainnya,” ujarnya. 

Selain karena gigitan caplak, bentol juga bisa disebabkan karena banyak hal.  Dokter Atika menyarankan untuk memeriksa lebih lanjut tentang bentol yang dialami jika memiliki binatang peliharaan. 

“Paling tepat adalah memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebab bentolnya. Jadi, bukan berarti kutunya masih menempel sebenarnya,” jelas dr. Atika.  Kemungkinan, Anda juga bisa mengidap alergi terhadap hewan berbulu atau yang lainnya. 

Artikel Lainnya: Mengobati Biduran dengan Lidah Buaya, Efektifkah?

2 dari 3 halaman

Penyakit yang Disebabkan oleh Kutu Caplak

Parasit ini dapat hidup di rumput-rumput yang tinggi atau di antara dedauan kering. Selain itu, caplak juga bisa hidup di sela-sela lantai atau dinding rumah Anda. 

Kutu caplak disebut dapat menjadi emdia penularan mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri, protozoa, nematoda, rickettsia, spirochete,virus, serta toksin. 

Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gigitan kutu caplak adalah menggunakan obat serangga dan menggunakan pestisida. Anda juga wajib memandikan hewan peliharaan secara berkala agar kutu di tubuhnya menghilang. 

Seperti yang dijelaskan di atas, kutu caplak bisa berbahaya bagi manusia. Berikut beberapa penyakit yang bisa ditularkan dari kutu caplak:

  • Human granulocytis. Infeksi bakteri ini terbilang jarang. Bila terinfeksi penderitanya dapat mengalami demam tinggi, sakit kepala dan nyeri otot.
  • Penyakit Lyme. Penyakit kulit ini dipicu oleh kutu dan dapat menimbulkan demam, sakit kepala, dan ruam kulit.
  • Demam Boutonneuse. Demam akibat gigitan kutu yang hinggap pada hewan anjing.
  • Tick paralysis. Penyakit ini bisa mengakibatkan seluruh tubuh lumpuh. Penyebabnya adalah gigitan serangga.
  • Tick borne encephalitis. Sama seperti tick paralysis infeksi ini juga disebabkan kutu. Virus ini akan menyerang sistem saraf pusat..

Jika terkena gigitan caplak, lalu mengalami bentol yang tak kunjung hilang atau demam, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. 

Dokter dapat memberikan obat salep atau obat oral untuk meredakan bentol serta demam. 

Untuk tahu informasi seputar kesehatan lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT) 

0 Komentar

Belum ada komentar