Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Wasting dan Dampak Buruknya pada Tumbuh Kembang Anak

Mengenal Wasting dan Dampak Buruknya pada Tumbuh Kembang Anak

Wasting adalah kondisi kurang gizi, yang jika dibiarkan terjadi berkelanjutan dapat menyebabkan stunting. Kenali ciri-ciri anak wasting melalui fakta medis berikut ini!

Salah satu syarat tumbuh kembang anak yang optimal adalah tercukupinya kebutuhan gizi sehari-hari. Apabila hal ini tidak dipenuhi dengan baik, anak berisiko tinggi mengalami sunting.

Namun, sebelum benar-benar dinyatakan stunting, anak biasanya akan mengalami suatu kondisi yang dikenal medis dengan istilah wasting.

Waspada, wasting pada anak adalah kondisi yang tidak bisa dianggap sepele!

Artikel Lainnya: Dua Masalah Gizi yang Paling Sering Ditemukan di Indonesia

1 dari 3 halaman

Mengenal Dampak Wasting pada Anak

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp. A, wasting adalah kondisi gizi buruk pada anak. Keadaan ini berbahaya, karena dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan wasting pada anak:

  • Tidak terpenuhinya asupan gizi anak, misalnya akibat pemberian ASI yang kurang.
  • Tidak kontrol ke dokter anak, sehingga gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada si kecil terlambat dideteksi dan ditangani.
  • Kebersihan lingkungan dan air di sekitar tempat tinggal anak.
  • Minimnya pengetahuan orangtua mengenai nutrisi dan kesehatan anak.
  • Sumber makanan yang sangat terbatas dan/atau tidak memiliki nilai gizi yang cukup.

Mengacu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO), ciri-ciri anak wasting adalah memiliki berat badan rendah, dengan tinggi tubuh yang normal. Anak yang tampak sangat kurus atau memiliki tulang yang terlihat begitu menonjol dapat dicurigai mengalami wasting.

Wasting termasuk sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, kondisi ini terbukti dapat menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi.

Faktanya, anak wasting cenderung tidak aktif, selalu tampak pucat dan mengalami badan lemas. Mereka pun berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit kronis pada usia yang sangat muda. 

Artikel Lainnya: Balita atau Lansia, yang Paling Rentan Alami Gizi Buruk?

2 dari 3 halaman

Perbedaan Wasting dan Stunting pada Anak

Berdasarkan dr. Reza, perbedaan stunting dan wasting pada anak dapat dilihat berdasarkan dampak yang terjadi pada tumbuh kembang si kecil. 

Wasting dinilai dari berat badan anak berdasarkan tinggi badannya. Sementara itu, stunting dinilai dari berat badannya saja yang kurang berdasarkan kurva pertumbuhan,” ucap dr. Reza.

“Singkatnya, stunting adalah dampak jangka panjang dari wasting pada anak,” tegasnya.

Terlepas dari perbedaan stunting dan wasting, Anda mesti tahu bahwa sekitar 45 persen kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun berhubungan erat dengan kekurangan gizi. 

Mengetahui hal tersebut, Anda mesti mengantisipasinya dengan selalu memperhatikan kecukupan gizi si kecil di 1000 hari pertama kehidupannya. Durasi tersebut dibagi menjadi 270 hari selama si kecil di dalam kandungan, dan 730 hari setelah ia lahir ke dunia.

Atas dasar itu, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang wajib dilakukan Ibu selama kehamilan dan menyusui. Pasalnya, selama periode tersebut, pasokan gizi yang diterima si kecil sangat dipengaruhi oleh asupan sehari-hari ibu.

Dampak wasting pada anak memang sangat berbahaya. Namun, keadaan tersebut masih bisa dicegah dengan memperhatikan kecukupan gizi si kecil di 1000 hari pertama kehidupan.

Khawatir si kecil mengalami wasting? Kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dan menyusui? Anda sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar