Sukses

Fakta Medis Menarik Lidah Ketika Tidak Sadarkan Diri

Ketika seseorang dalam kondisi tidak sadar, lidah tertelan bisa saja terjadi. Menarik lidah jadi salah satu pencegahannya. Simak info medisnya.

Pernahkan Anda mendengar kejadian lidah tertelan? Nyatanya, ketika seseorang tak sadarkan diri, lidah bisa saja tertelan. Kondisi inilah yang dicegah oleh kapten timnas Denmark, Simon Kjaer, pada salah satu pemainnya yaitu Christian Eriksen.

Pertolongan pertama yang diberikan Kjaer adalah menarik lidah Eriksen. Langkah ini bertujuan untuk memastikan Eriksen tidak menggigit atau menelan lidahnya sendiri.

Apa penyebab lidah tertelan? Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, “Saat kesadaran menurun, otot-otot tubuh bisa ikut melemas, termasuk lidah bisa jatuh ke belakang. [kondisi tersebut] bisa diakibatkan oleh cedera olahraga, obstructive sleep apnea, dan kejang epilepsi.”

Lantas, apakah tindakan menarik lidah ini dianjurkan dalam medis? Berikut ini beberapa fakta medis menarik lidah saat korban tak sadarkan diri demi mencegah lidah tertelan:

1 dari 3 halaman

1. Kolaps Mengakibatkan Lidah Tertelan

Dalam beberapa kasus, henti jantung pada atlet diatasi dengan bentuk-bentuk pertolongan pertama. Contohnya, membersihkan tenggorokan atlet atau menarik lidah agar tidak tertelan.

Artikel Lainnya: Cek Kondisi Kesehatan Anda dari Warna Lidah

Langkah itu bertujuan untuk membuka jalan napas dan mencegah lidah tertelan atau membuat tersedak. Hal yang dilakukan adalah mendorong jari ke tenggorokan atau menarik lidah untuk mengeluarkannya.

Namun, melansir Medivizor, para peneliti menilai persoalan lidah tertelan saat seseorang mengalami henti jantung masih menimbulkan pro dan kontra.

Menurut mereka, orang yang mengalami henti jantung dianggap tidak mungkin menelan lidahnya sendiri. Karena, ada jaringan di bagian bawah lidah yang menahannya.

Di sisi lain, beberapa kejadian menunjukkan bahwa menarik lidah saat atlet mengalami henti jantung dapat membuahkan hasil yang lebih baik dan bisa menjadi pertolongan pertama.

2. Menarik Lidah Tidak Boleh Dilakukan Sembarangan

Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung. Pada serangan jantung, arteri di jantung tersumbat. Beberapa otot jantung pun mulai mati karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

Sedangkan, pada kondisi henti jantung, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lainnya. Penderita menjadi tidak responsif dan terengah-engah atau tidak bernapas sama sekali.

Menurut dr. Devia, bagi orang dengan serangan jantung atau henti jantung, pertolongan pertama memang sangat berarti.

Namun, melakukan teknik menarik lidah ataupun memberikan napas buatan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Pasalnya, bila terjadi kesalahan, upaya tersebut memiliki risiko yang dapat membahayakan keselamatan korban.

Butuh pelatihan dan pemahaman yang benar mengenai pemberian pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti jantung.

Artikel Lainnya: Kelainan Lidah yang Perlu Anda Waspadai

2 dari 3 halaman

3. Ada Cara Tepat Mencegah Lidah Tertelan dan Mempertahankan Napas Saat Henti Jantung

Dijelaskan oleh dr. Devia, ada dua cara yang biasanya digunakan untuk mempertahankan jalan napas atau mencegah lidah tertelan saat seseorang mengalami henti jantung:

  • Mengangkat kepala dan dagu (head tilt chin lift). Caranya, mengangkat dagu ke atas dan mendorong kepala atau dahi ke belakang. Cara ini dilakukan apabila pasien tidak dicurigai memiliki trauma di sekitar leher.
  • Jika penderita dicurigai menderita trauma di sekitar leher, maka yang dapat dilakukan adalah menarik rahang tanpa melakukan ekstensi kepala, yaitu teknik jaw thrust.

“Mungkin bagi orang awam agak susah memahami dua teknik di atas. Lidah yang tertelan pun bisa menutup jalan napas. Oleh sebab itu, jika memang tidak bisa melakukan teknik di atas, bisa juga dengan mendongakkan kepala. Jika lidah masih tertelan, bisa dibantu ditarik,” ucap dr. Devia.

Bila ragu memberikan pertolongan pertama kepada orang dengan henti jantung, Anda bisa membaringkan pasien di tempat aman dan melonggarkan pakaiannya. Setelah itu, segera hubungi tim medis terdekat.

Konsultasi ke dokter lebih cepat seputar pertolongan pertama lewat LiveChat. Anda akan terhubung dengan tim dokter umum dan spesialis yang siap membantu.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar