Sukses

Manfaat Blue Light Therapy untuk Cegah Kanker Kulit

Kanker kulit bisa terjadi akibat paparan sinar matahari berlebihan. Mari cegah dengan perawatan blue light therapy, simak kata dokter.

Tak sekadar masalah kulit biasa, kanker kulit punya keganasan yang sama seperti jenis kanker lainnya. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebihan. 

Selain UVA dan UVB, sinar UVC juga harus dihindari, bahkan dianggap paling berbahaya.

Pada kanker kulit, sel kanker biasanya akan menyerang kulit yang lebih sering terkena sinar matahari, seperti wajah, lengan, dan tungkai kaki. Ada tiga jenis kanker kulit yang bisa terjadi, yakni karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Pencegahan kanker kulit dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya blue light therapy. Bagaimana manfaat blue light therapy sebagai terapi untuk mencegah kanker kulit?

1 dari 3 halaman

Cegah Kanker Kulit dengan Blue Light Therapy

Terapi blue light adalah perawatan atau pengobatan non-invasif yang menggunakan cahaya untuk membunuh bakteri pada kulit. Cahaya yang digunakan adalah cahaya violet atau biru alami. 

Artikel Lainnya: Perbedaan Kanker Kulit Melanoma dan Karsinoma

Cahaya biru ini nantinya secara efektif membunuh bakteri maupun kerusakan pada sel kulit. Terapi cahaya biru hanya dapat merawat area yang dapat dijangkau cahaya. 

Lalu, bagaimana keunggulan blue light therapy dalam mencegah kanker kulit? 

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, “Blue light therapy memang sering dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kulit, seperti jerawat dan kerusakan kulit akibat sun damage. Terapi ini juga bekerja untuk mencegah pertumbuhan sel kanker pada kulit.”

Terapi cahaya biru paling sering digunakan untuk mengobati kerusakan akibat sinar matahari dan kanker kulit. 

Terapi ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah kanker kulit, serta menghilangkan lesi kulit pra-kanker dan lesi kulit kanker yang belum menyebar ke area lain di tubuh. 

Perawatan terapi cahaya biru atau BLT biasanya memiliki proses yang cepat. Saat berada di klinik kecantikan, dokter atau spesialis perawatan kulit akan mengantar Anda ke ruangan gelap dan mengaplikasikan obat ke kulit.

Saat terapi dijalankan, dokter akan memberikan kacamata hitam untuk melindungi mata. Setelah itu, barulah cahaya biru diarahkan ke area kulit yang ditargetkan. 

Sesi perawatan dapat berlangsung 15-90 menit, tergantung dari area yang dirawat dan seberapa luas bagian kulit.

Artikel Lainnya: Olahraga Berlebih Bisa Memicu Kanker Otot dan Kulit?

2 dari 3 halaman

Jangan Hanya Bergantung pada Blue Light Therapy

Meski blue light therapy efektif mencegah kanker kulit, dr. Devia menyarankan agar tidak terlalu bergantung pada BLT. 

Gunakanlah tabir surya dan ulang penggunaannya setiap 2-3 jam sekali. Ketika berada di bawah paparan sinar matahari, pakailah baju panjang dan topi. 

Lalu, usahakan jangan berlama-lama beraktivitas di bawah sinar matahari terik, khususnya siang hari.

Periksa kesehatan kulit secara rutin, terutama bila Anda punya tahi lalat. Perhatikan, apakah tahi lalat mengalami perubahan bentuk, warna, dan mudah berdarah atau tidak. 

Bila terjadi perubahan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Konsultasi ke dokter kulit lebih cepat lewat LiveChat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar