Sukses

Perlu Paham, Ini Prosedur Scaling Gigi Yang Tepat

Scaling gigi dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Namun, bagaimana proses scaling di dokter gigi? Berikut informasi selengkapnya.

Salah satu prosedur pembersihan gigi yang sering kita dengar adalah scaling. Metode tersebut berfungsi mengangkat penumpukan plak atau disebut sebagai karang gigi. 

Karang gigi tak bisa dibersihkan dengan menyikat gigi biasa. Lalu, jika karang gigi tidak dibersihkan, Anda dapat mengalami periodontitis

Periodontitis merupakan peradangan yang memengaruhi gusi, tulang, dan jaringan di sekitar rongga mulut. 

Menurut drg. Wiena Manggala ada beberapa tahap atau proses scaling gigi yang harus diketahui. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang proses scaling di dokter gigi, Anda bisa menyimak ulasan berikut ini.

1. Pemeriksaan Gigi Secara Menyeluruh

Dokter gigi akan memeriksa tingkat keparahan kondisi karang gigi pasien. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan penanganan sesuai tingkat keparahan kondisi mulut dan gigi.

Artikel Lainnya: Bahaya Karang Gigi yang Tidak Dibersihkan

1 dari 3 halaman

2. Pemberian Anestesi Lokal Jika Diperlukan

Dalam sejumlah kasus tertentu, pemberian anestesi lokal dapat diberikan selama proses perawatan. 

Dokter gigi akan menyuntikan obat tersebut pada daerah sekitar gigi. Anestesi diberikan untuk membantu mengendalikan rasa sakit dan perdarahan.

3. Pembersihan Karang Gigi 

Proses scaling selanjutnya adalah membersihkan karang gigi dengan alat ultrasonik. Alat ini akan mengirimkan getaran ke gigi dan bertujuan melonggarkan plak.

Alat ultrasonik tersebut juga dapat memancarkan pendingin dari air dengan kekuatan kencang. Pancaran tersebut bertujuan membersihkan plak di antara gusi dan dasar mahkota gigi yang telah mengeras. 

Biasanya pasien akan diminta berkumur sesekali untuk mengeluarkan kotoran-kotoran tersebut. Untuk menghilangkan plak dan bakteri, scaler akan ditempatkan di saku gusi dengan level sudut antara 45 sampai 90 derajat.

Gigi dan permukaan akar kemudian dikikis dan dibersihkan dengan gerakan vertikal, melingkar, atau horizontal.

4. Pemolesan 

Pemolesan gigi dapat dilakukan setelah tindakan scaling dengan menggunakan bur poles yang ditambahkan pasta mengandung fluoride. 

Tujuan pemolesan adalah  menghilangkan stain, memperkuat lapisan gigi, dan juga membuat gigi tampak cerah

Artikel Lainnya: Yuk, Ketahui Bedanya Plak dan Karang Gigi

2 dari 3 halaman

5. Membilas

Usai scaling, pasien akan diminta membilas mulut dengan cara berkumur. Cairan kumur yang diberikan umumnya mengandung fluoride.

6. Menginstruksi Pasien

Setelah proses scaling, dokter gigi akan memberikan pasien beberapa instruksi. “Instruksi yang dimaksud seperti bagaimana cara membersihkan gigi yang baik dan benar. Memberi tahu waktu kapan kontrol berkala 3-6 bulan (tergantung tingkat keparahan kasus),” jelas drg. Wiena. 

Scaling dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi, gusi berdarah, gigi sensitif, bengkak, serta nyeri ringan dan berdenyut. Efek samping tersebut umumnya normal terjadi.

Dokter gigi Wiena mengatakan ada risiko yang dapat terjadi bila prosedur tidak dilakukan dengan benar. 

Jika pemberian instruksi kepada pasien tidak dilakukan, salah satu hal yang dikhawatirkan adalah karang gigi dapat muncul lebih cepat.

Itu dia sejumlah langkah yang akan dilakukan dokter saat proses scaling. Pembersihan gigi ini bisa dilakukan minimal 6 bulan sekali. 

Untuk mengetahui informasi kesehatan gigi lainnya Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar