Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bahaya Necrotizing Fasciitis, Bisa Sebabkan Tubuh Diamputasi

Bahaya Necrotizing Fasciitis, Bisa Sebabkan Tubuh Diamputasi

Necrotizing fasciitis dapat sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan cepat. Kenali bahaya dan cara pencegahannya berikut.

Ramai video yang beredar di TikTok, seorang perempuan mengalami infeksi di bagian lengan dan kehilangan satu kakinya akibat infeksi necrotizing fasciitis. Kakinya harus diamputasi karena infeksi sudah menyebar di tubuhnya.

Dalam video tersebut, tidak dijelaskan secara pasti apa yang menyebabkan ia terinfeksi necrotizing fasciitis

Namun, beberapa komentar menyebutkan hal ini merupakan kejadian langka yang bisa terjadi bila Anda berenang di laut Amerika.

Lantas, apa penyebab infeksi necrotizing fasciitis dan bahaya yang dihasilkan? Seperti apa tanda dan gejala necrotizing fasciitis?

1 dari 3 halaman

Mengenal Necrotizing Fasciitis

Necrotizing fasciitis dikenal juga sebagai flesh eating bacteria (bakteri pemakan daging). 

Infeksi yang cukup langka ini terjadi saat bakteri masuk ke luka dan menimbulkan infeksi kulit, lalu dapat menyebar cepat lewat jaringan di dalam tubuh. 

Artikel Lainnya: Sepuluh Bakteri Baik yang Menguntungkan bagi Manusia

Melansir Healthline, infeksi necrotizing fasciitis dapat masuk ke tubuh ketika ada luka pada kulit, seperti sayatan, goresan, atau luka operasi yang membuat jaringan kulit rusak dan terbuka. Akibatnya, bakteri dapat masuk dan menyerang jaringan di dalam kulit.

Ada beberapa bakteri yang dapat menyebabkan infeksi fasciitis nekrotikans, di antaranya Streptococcus, Aeromonas hydrophila, klostridium, dan lain-lain.

Selain karena luka di kulit, memiliki sistem kekebalan lemah dan penyakit tertentu dapat membuat seseorang lebih mungkin terkena bakteri pemakan daging. 

Penyakit yang dimaksud misalnya kanker, diabetes, riwayat cacar air saat masih kecil, dan sebagainya.

Infeksi necrotizing fasciitis dapat timbul secara tiba-tiba dan menyebar cepat. Gejala bisa muncul dalam beberapa jam setelah cedera, contohnya demam, nyeri hebat di bagian yang terkena, kemerahan, dan muncul benjolan.

2 dari 3 halaman

Bahaya Necrotizing Fasciitis yang Mengintai

Terdapat beberapa dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh infeksi necrotizing fasciitis, yaitu:

  1. Luka Menjadi Busuk

Masih dari Healthline, infeksi fasciitis nekrotikans menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian jaringan yang luas. Pengobatan segera sangat dibutuhkan dalam keadaan ini.

Tanpa pengobatan yang cepat, infeksi ini bisa berakibat fatal. Pembengkakan pada bagian luka dan pembusukan bisa terjadi bila infeksi tidak segera ditangani.

Artikel Lainnya: Tidak Semua Bakteri itu Jahat, Lho!

  1. Infeksi Akut

Melansir WebMD, masalah komplikasi yang bisa terjadi akibat fasciitis nekrotikans adalah infeksi akut seperti sepsis.

Sepsis adalah komplikasi yang terjadi akibat infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan serangkaian kerusakan pada sistem organ, menyebabkan kegagalan organ, dan bahkan terkadang mengakibatkan kematian. 

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, fasciitis nekrotikans adalah penyakit yang sangat serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Antibiotik dan pembedahan biasanya merupakan tatalaksana pertama. 

Pemberian antibiotik secara intravena diharapkan dapat menghentikan infeksi. Namun, terkadang antibiotik tidak dapat menjangkau semua area yang terinfeksi. Karena, bakteri telah menyebabkan kerusakan pada jaringan yang lebih luas,” ucap dr. Theresia.

  1. Risiko Amputasi Meningkat

Jika infeksi terus meluas dan kerusakan pada jaringan sudah terjadi, maka umumnya dokter mengambil tindakan untuk melakukan operasi pengangkatan jaringan yang terinfeksi atau sudah mati. 

Bila diperlukan, dokter dapat melakukan amputasi yaitu pemotongan anggota tubuh yang terinfeksi. Tindakan amputasi bergantung pada seberapa luas infeksinya dan kondisi lainnya.

Amputasi merupakan cara terakhir untuk menghentikan infeksi yang meluas. Dokter Theresia mengatakan, tidak ada cara pasti untuk menghindari infeksi fasciitis nekrotikans. Namun, sebaiknya bila Anda memiliki luka, rawatlah dengan baik. 

Ganti perban secara teratur. Kalau sudah basah atau kotor, hindari tempat yang dapat membuat luka terkontaminasi, seperti kolam renang, pantai, dan tempat-tempat lembap lainnya.

Bila Anda ingin tanya lebih lanjut seputar infeksi bakteri dan perawatan luka, konsultasi ke dokter lebih cepat lewat LiveChat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar