Sukses

Panu Tak Kunjung Sembuh, Tanda Penyakit Apa?

Biasanya panu akan hilang setelah diobati dengan salep antijamur. Lantas, bagaimana Jika panu tidak kunjung sembuh dalam waktu bertahun-tahun?

Panu (Tinea versicolor)  merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur mengganggu pigmentasi kulit dan menghasilkan bercak-bercak kecil yang mengubah warna kulit. Bercak akibat infeksi jamur umumnya berwarna lebih terang atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya.

Panu umumnya bisa hilang setelah diobati menggunakan obat antijamur. Namun pada beberapa kasus, ada penyakit panu tak sembuh dalam waktu bertahun-tahun. Jika demikian, apa penyebabnya?

1 dari 3 halaman

Penyebab Panu Tidak Kunjung Sembuh

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan, jika panu tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Apakah diagnosisnya benar? Apakah dosis obat yang diberikan sudah tepat. Sebab, ada beberapa penyakit yang memang mirip dengan panu. Vitiligo, pitiriasis alba, lepra atau kusta merupakan penyakit yang mirip dengan panu,” kata dr. Iqbal. 

Artikel Lainnya: Pilihan Obat Panu Alami yang Bisa Anda Temukan di Dapur

Vitiligo membuat kulit jadi tampak lebih terang dari kulit lainnya. “Jumlah melanositnya (sel yang memberi warna kulit) sedikit, kurang, atau bahkan tidak ada. Jadi, membuat kulit berwarna mirip dengan panu,” jelas dr. Iqbal. 

Ada juga pitiriasis alba yang merupakan kondisi hipopigmentasi pada kulit. Terakhir ada penyakit lepra atau kusta yang mirip dengan panu.

“Penyakit kusta atau lepra terjadi karena adanya mikrobakterium leprae yang menyerang kulit. Warna kulit tampak menjadi hipopigmentasi seperti panu,” kata dr. Iqbal.

Menurut dr. Iqbal. kusta bisa terjadi karena adanya kerusakan saraf yang membuat kulit kebas atau baal. Dokter Iqbal menyarankan Anda untuk memeriksakan diri lebih lanjut. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benar hanya penyakit panu atau ada penyakit penyerta lain. 

“Misalnya, immunocompromised, penyakit kelainan sistem imun tubuh, seperti HIV atau diabetes melitus yang membuat infeksi jamur tidak kunjung sembuh,” jelas dr. Iqbal. 

Artikel Lainnya: Ampuhkah Jeruk Nipis Mengatasi Panu?

2 dari 3 halaman

Cara Mengobati dan Mencegah Panu Kambuh

Untuk mengobati panu hingga tuntas, Anda harus berkonsultasi ke dokter dan mematuhi rencana pengobatan jangka panjang. Sebab, infeksi jamur kemungkinan akan sulit diatasi bila Anda tinggal di cuaca yang terlalu hangat dan lembap.

Dilansir dari Mayo Clinic, dokter dapat memberikan salep antijamur untuk mengatasi panu.  Apabila panu tidak kunjung sembuh, dokter dapat memberikan obat oles lainnya, seperti:

  • Ketoconazole dalam bentuk krim, gel, atau sampo.
  • Ciclopirox dalam bentuk krim, gel atau sampo.
  • Flukonazol dalam bentuk tablet atau larutan oral.
  • Itrakonazol dalam bentuk tablet, kapsul, atau larutan oral.
  • Selenium sulfida 2,5 persen dalam bentuk losion atau sampo.

Untuk mencegah panu kambuh, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Hindari menggunakan produk perawatan untuk kulit berminyak.
  • Mengurangi paparan sinar matahari langsung karena dapat memicu atau memperburuk episode panu. Sinar matahari juga menyebabkan bercak kulit keputihan semakin terlihat.
  • Menggunakan sampo antijamur sebelum terpapar sinar matahari atau jika ingin beraktivitas di luar rumah.
  • Memakai tabir surya setiap hari. Gunakan tabir surya dengan sun protector factor 30 dan bukan produk untuk tipe kulit berminyak.
  • Kenakan pakaian yang longgar.
  • Pilih kain baju yang menyerap keringat, seperti katun, untuk mengurangi keringat.

Untuk mengetahui informasi mengenai penyakit panu atau kesehatan kulit, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar