Sukses

Bolehkah Menggunakan Sex Toys Saat Hamil?

Seks saat hamil memang diperbolehkan selama kandungan dan kondisi ibu tetap sehat. Namun, apakah penggunaan sex toys saat hamil juga diperbolehkan?

Beberapa wanita umumnya mengalami peningkatan gairah seksual saat hamil. Bukan tanpa sebab, melonjaknya kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan bisa memicu gairah seks wanita menjadi tinggi.

Selain itu, meningkatnya aliran darah ke vagina membuat organ intim jadi lebih sensitif terhadap sentuhan, sehingga ibu hamil jadi semakin mudah terangsang.

Jika demikian, apakah ibu boleh menggunakan sex toys untuk memuaskan hasrat berhubungan seksual?

Bolehkah Pakai Sex Toys Saat Hamil?

Menanggapi hal ini, dr. Sara Elise Wijono, MRes, mengatakan bahwa penggunaan sex toys seperti dildo atau vibrator itu diperbolehkan selama kehamilan.

Jika Anda memiliki mainan seks lainnya, maka benda tersebut juga boleh digunakan selama tidak melukai atau membuat ibu hamil menjadi kesakitan.

Artikel Lainnya: Ini Efek yang Terjadi Saat Wanita Minum Obat Kuat

Meski begitu dr. Sara memperingatkan ibu hamil agar berhati-hati. “Jika mainan seksnya mengarah ke perilaku bondage, discipline, dominance dan submission, sadomasochism (BDSM) atau terlalu ekstrim, ya, harus dihindari. Misalnya, hindari penjepit puting, cambuk, atau mainan berbahaya lainnya.”

“Selain itu ibu hamil juga harus memerhatikan seberapa besar usia kehamilannya. Jika sudah masuk ke usia tua, maka sebaiknya hindari penggunaan sex toys yang mengarah ke perilaku BDSM tersebut” tambah dr. Sara.

Waspada Beberapa Hal Ini Sebelum Pakai Sex Toys

Meski diperbolehkan memakai alat bantu seks, tetapi penggunaan sex toys harus diperhatikan. Berikut adalah beberapa dampak atau risiko menggunakan sex toys saat hamil:

1. Infeksi Bakteri

Sex toys yang kotor dan jarang dibersihkan bisa menimbulkan infeksi vagina. Ingat, selama kehamilan kulit ibu bisa jauh menjadi lebih sensitif.

Oleh karena itu, penggunaan sex toys harus dilakukan dengan benar dan dibersihkan setiap selesai memakainya.

Pemilihan bahan sex toys juga harus diperhatikan. Pilih mainan seks yang berbahan silikon agar aman untuk kulit. Ikuti cara atau langkah membersihkan sex toys sesuai petunjuk yang ada  di kemasan.

2. Waspadai Braxton Hicks atau Kontraksi Palsu

Masturbasi menggunakan dengan dildo atau vibrator dapat meningkatkan risiko braxton hicks. Kontraksi palsu sebenarnya normal untuk dialami wanita yang usia kehamilannya sudah trimester akhir.

Meski tidak berbahaya, tetapi kontraksi palsu bisa menyebabkan ibu jadi tidak nyaman. Jika mengalami braxton hicks, sebaiknya ibu hentikan penggunaan sex toys.

Artikel Lainnya: Manfaat Tes Kesehatan dan Bimbingan Pranikah

Jangan Gunakan Sex Toys Apabila Memiliki Kondisi Ini

Melansir dari Baby Center, penggunaan sex toys tidak dianjurkan bila ibu memiliki kondisi berikut ini:

  • Memiliki kondisi plasenta previa. Penggunaan sex toys bisa membuat plasenta trauma dan menyebabkan perdarahan hebat yang membahayakan kehamilan.
  • Berisiko melahirkan prematur. Orgasme akibat penggunaan sex toys bisa menyebabkan kontraksi hebat dan memicu kelahiran prematur.
  • Insufisiensi serviks. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko ketuban pecah. Jika air ketuban pecah dan ibu menggunakan mainan seks atau melakukan hubungan intim, bayi di dalam kandungan dapat berisiko mengalami infeksi. 

Hindari pula menggunakan atau memasukkan sex toys ke bagian anus ibu hamil. Sebab, hal itu membuat ibu jadi tidak nyaman karena harus memposisikan badan untuk menungging atau tengkurap.

 

Jadi, jangan lupa juga untuk mendiskusikan bersama pasangan mengenai kenyamanan saat berhubungan seks.

Untuk tahu informasi kesehatan atau kehamilan lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Bila ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar