Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ada Temuan Infeksi Flu Burung H10N3 pada Manusia, Apa Bahayanya?

Ada Temuan Infeksi Flu Burung H10N3 pada Manusia, Apa Bahayanya?

Belum selesai dengan pandemi virus corona, kini muncul lagi infeksi flu burung H10N3 pada manusia. Berbahayakah infeksi ini? Begini faktanya.

Tiongkok menghadapi ancaman virus baru yang disebut dengan flu burung H10N3. Kasus pertama dilaporkan pada pria yang berusia 41 tahun di Kota Zhenjiang, Jiangsu.

Lantas, apa itu flu burung H10N3? Bagaimana cara penularannya? Yuk, kita simak penjelasannya berikut.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Flu Burung H10N3?

H10N3 salah satu varian virus flu burung. Penyakit ini umum terjadi pada burung air liar di seluruh dunia, seperti dilansir dari Prevention.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika, virus tersebut dapat menginfeksi unggas domestik serta spesies burung dan hewan lainnya. Burung yang terinfeksi mengeluarkan virus avian flu melalui air liur, lendir, dan kotoran mereka.

H10N3 biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, temuan di Tiongkok baru-baru ini cukup mengejutkan.

Dilaporkan, pada 23 April lalu, seorang pria berusia 41 tahun di Kota Zhenjiang mengalami demam, yang berlanjut pada hari-hari berikutnya. Pada 28 April, dia pun pergi ke rumah sakit setempat untuk mendapat penanganan medis. 

Artikel lainnya: Fakta Virus Corona dan Influenza, Bagaimana Pencegahan Terefektifnya?

Pada tanggal 28 Mei, Badan Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit China atau CCDC menganalisis genetik spesimen pria tersebut. Hasilnya, sang pria dinyatakan terinfeksi flu burung H10N3.

CCDC kemudian memantau Provinsi Jiangsu apabila terdapat kasus infeksi serupa. Tracing juga dilakukan kepada orang-orang yang berkontak dekat dengan pria tersebut.

Hasilnya, CCDC tidak menemukan kasus tambahan. Pria itu sekarang dalam kondisi stabil dan siap untuk keluar dari rumah sakit.

2 dari 4 halaman

Penularan Flu Burung H10N3

Temuan virus flu burung H10N3 yang menjangkiti manusia tentu harus menjadi perhatian. Dikhawatirkan, virus ini bakal menjadi pandemi baru selepas virus corona

Terlebih, mirip seperti COVID-19, manusia dapat terinfeksi H10N3 ketika virus masuk melalui ke mata, hidung, atau mulut, atau terhirup dari udara.

Namun demikian, sejauh ini, penularan masih diketahui sebatas hewan kepada manusia. Bahkan, menurut CDC, virus ini biasanya tidak menular dari manusia ke manusia.

Artikel lainnya: Daftar Penyakit yang Rentan Menular di Kabin Pesawat

Hal yang sama juga dikatakan dr. Sara Elise Wijono, M. Res. Dia menjelaskan, “Info yang sekarang sedang beredar adalah penularan dari burung ke manusia. Kemungkinannya sangat kecil bila penularan terjadi antara manusia ke manusia.”

Dirinya menambahkan, penyebaran dari burung ke manusia sendiri sebenarnya sulit untuk terjadi. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap pria yang terinfeksi Flu Burung H10N3.

3 dari 4 halaman

Seberapa Bahaya Flu Burung H10N3?

Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah flu burung H10N3 berbahaya atau tidak. Menurut CDC, virus ini antara lain menimbulkan keluhan, seperti demam, sakit tenggorokan, nyeri sendi dan otot, mual dan muntah, kesulitan bernapas, radang paru, serta kejang.

Pria yang dinyatakan positif flu burung H10N3 itu pun sudah berada dalam kondisi yang terkontrol setelah dirawat beberapa hari.

Ditambahkan dr. Sara Elise, flu burung biasanya tidak menyebabkan kondisi yang berat. Namun, H10N3 hanyalah salah satu varian dari virus flu burung. Mungkin saja, nanti bisa berubah karena ditemukan varian lainnya.

Itulah sekilas seputar kemunculan infeksi flu burung H10N3 di Tiongkok. Meski belum ditemukan bukti penularan antar-manusia atau berefek fatal bagi kesehatan, penelitian lanjutan masih perlu dilakukan.

Dapatkan informasi lainnya seputar infeksi virus dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar