Sukses

Apakah Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Pria?

Usia memang bisa memengaruhi kualitas sperma. Namun, banyak pria lansia yang masih memiliki anak. Lantas, apakah usia tak memengaruhi kesuburan pria?

Wanita yang berusia 60 tahun ke atas akan lebih sulit untuk hamil. Sebab, kualitas sel telur wanita di usia senja sudah menurun. Kemungkinan untuk hamil pun lebih kecil dan risiko komplikasi saat hamil melahirkan juga lebih besar. 

Namun beda halnya dengan pria. Di usia lanjut, pria masih bisa menghasilkan keturunan. Salah satu contoh pria yang memiliki keturunan di usia senja adalah Richard Gere, aktor asal Amerika Serikat yang berusia 70 tahun. 

Ia dan istrinya, Alejandra Silva yang berusia 33 tahun lebih muda, dikaruniai bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2019 lalu.

Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa pria lansia memiliki anak? Bukankah kesuburan pria bisa berkurang seiring bertambahnya usia, ya

Artikel Lainnya: Pilihan Olahraga yang Baik untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

1 dari 3 halaman

Usia Tidak Memengaruhi Kesuburan Pria

Menanggapi ini, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan, “Kualitas sperma tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi bisa dipengaruhi oleh faktor lain. Untuk memastikan harus dilakukan tes sperma, karena pria lansia masih bisa punya anak.” 

Dilansir dari beberapa sumber, kualitas sperma pria lansia akan menurun di usia 55 tahun ke atas. 

Menurunnya kualitas sperma dapat memengaruhi genetika dan berdampak kepada kondisi kesehatan anak yang lahir nanti. 

Dilansir dari Very Well, sebuah penelitian dari Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) dan University of California di Berkeley, Amerika Serikat, menemukan bahwa sperma yang dimiliki pria lansia mengalami kelainan genetika. 

Sperma yang mengalami kelainan genetika dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, beberapa risiko cacat lahir, serta risiko bayi lahir mati.

Para peneliti pun melaporkan, pria yang lebih tua tidak hanya berisiko mengalami infertilitas, tapi juga mewariskan masalah genetik kepada anak-anak mereka. Salah satu risikonya adalah melahirkan anak dengan kondisi down syndrome.

Selain down syndrome, kelainan genetik pada sperma menimbulkan masalah kesehatan lain. Anak yang lahir kemungkinan dapat mengalami achondroplasia (sejenis dwarfisme), autisme, gangguan bipolar, leukemia, serta skizofrenia

2 dari 3 halaman

Lakukan Hal Ini untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Walaupun pria lansia masih memiliki kesuburan, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma. Kuncinya adalah menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. 

Lalu, menurut dr. Dyah Novita, pria harus menjaga asupan makanan seperti perbanyak konsumsi sayur dan buah. 

Artikel Lainnya: Sederet Kebiasaan yang Bisa Memengaruhi Kesuburan Pria

Selain itu, pria dianjurkan rutin berolahraga dan mengonsumsi asam folat untuk meningkatkan kualitas sperma. 

Asam folat merupakan vitamin B yang diperlukan untuk sintesis DNA. Kadar asam folat yang rendah dapat memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.

Asam folat bisa didapat dari suplemen atau vitamin serta konsumsi makanan, seperti buah jeruk, alpukat, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan. 

Untuk mengetahui informasi mengenai masalah kesuburan lainnya, Anda bisa membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar