Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Diabetes Tipe 2 dan Hubungannya dengan Penyakit Parkinson

Diabetes Tipe 2 dan Hubungannya dengan Penyakit Parkinson

Diabetes tipe 2 dituding dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson. Apakah medis sependapat dengan tudingan tersebut? Simak fakta selengkapnya.

Penderita diabetes mesti mengontrol penyakitnya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jika abai atau tidak peduli dengan kondisi yang dialaminya, mereka lebih berisiko mengalami komplikasi.

Salah satu komplikasi yang disebut sangat erat dengan kondisi diabetes yang tidak terkendali adalah penyakit parkinson.

Apakah medis setuju bahwa parkinson merupakan salah satu komplikasi diabetes? Yuk, cari tahu faktanya!

Artikel Lainnya: Bolehkah Orang Diabetes Mengonsumsi Gula Sukralosa?

1 dari 3 halaman

Diabetes Tipe 2 Dapat Menyebabkan Penyakit Parkinson?

Dalam penelitian yang diterbitkan pada Maret 2021 oleh Movement Disorders, para peneliti memeriksa data yang digabungkan dari sembilan studi sebelumnya. Peneliti memantau kesehatan orang dengan diabetes tipe 2 dari waktu ke waktu, dan menelisik apakah benar mereka dapat mengembangkan penyakit parkinson

Setelah ditelusuri lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko 21 persen lebih tinggi untuk mengalami penyakit parkinson dengan perkembangan gejala lebih cepat. 

Menambah penjelasan itu, dr. Arina Heidyana mengatakan bahwa diabetes dapat berkontribusi pada penyakit parkinson karena adanya gangguan pembuluh darah.

“Gangguan pembuluh darah pada penderita diabetes tipe 2 dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke otak, yang dapat mempercepat perkembangan penyakit Parkinson,” kata dr. Arina. 

Di sisi lain, dilansir dari American Parkinson Disease Association (APDA), diabetes tipe 2 mungkin tidak memiliki hubungan langsung dengan penyakit parkinson.

Kendati demikian, keduanya ‘hidup berdampingan’ dan menciptakan keadaan yang tidak bersahabat di otak. Hal ini dapat mempercepat proses neurodegeneratif yang berlangsung pada penyakit Parkinson. 

Hal yang menjadi perhatian lainnya adalah kemungkinan bahwa penyakit Parkinson dan diabetes tipe 2 memiliki proses abnormal yang sama di otak. Hal tersebut berhubungan dengan gangguan insulin yang umumnya dialami oleh penderita Parkinson dan penyakit neurodegeneratif lainnya. 

Selain itu, disfungsi mitokondria (pusat penghasil energi sel), kerusakan oksidatif, dan respons inflamasi, juga berperan dalam kondisi diabetes tipe 2 dan parkinson. 

“Menurut ahli, ada kemungkinan hubungan antara penyakit gula dan parkinson adalah akibat dari peradangan sistemik di dalam tubuh penderita diabetes,” ujar dr. Arina, melengkapi penjelasan sebelumnya.

Artikel Lainnya: Berapa Banyak Takaran Gula untuk Orang Diabetes?

2 dari 3 halaman

Adakah Cara bagi Penderita Diabetes Menurunkan Risiko Penyakit Parkinson?

Melakukan manajemen gula merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit Parkinson bagi penderita diabetes tipe 2. 

Dilansir dari EverydayHealth, walaupun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, tapi mengelola gula darah dengan baik merupakan hal terpenting bagi penderita diabetes tipe 2. 

Jika gagal mengontrol gula darah, akan muncul risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menerapkan pola diet sehat, menurunkan berat badan, mengelola gula darah dan tekanan darah, rutin berolahraga, serta menghindari rokok adalah langkah yang dapat dilakukan penderita diabetes untuk mencegah komplikasi. Pada mereka, hal tersebut juga berlaku untuk menurunkan risiko penyakit Parkinson.

Selain itu, penderita diabetes juga dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin ke dokter guna memantau kondisi kesehatan. Hal ini juga bertujuan untuk melakukan tindak lanjut sejak dini apabila ditemukan peningkatan risiko komplikasi diabetes.

Terbukti bahwa diabetes dan penyakit Parkinson memiliki hubungan yang erat. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, serta manajemen gula darah yang baik.

Apabila Anda adalah penderita diabetes yang butuh saran dan bantuan dari dokter terkait gaya hidup sehat, tak perlu ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar