Sukses

Penyebab Kulit Menjadi Sangat Elastis atau Hiperelastis

Kulit manusia bisa mengalami hiperelastis atau sangat elastis. Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang menyebabkan kulit mengalami hiperelastisitas.

Kulit yang sehat umumnya bisa meregang lalu kembali mengerut ke posisi semula. Kulit yang elastis juga menandakan bahwa tubuh Anda terhidrasi dengan baik

Namun, beberapa orang ada yang memiliki kulit sangat elastis. Bila diregangkan atau ditarik, kulitnya akan sulit untuk kembali semula. Kondisi itu disebut dengan kulit hiperelastis, atau ada juga yang menyebut hiperelastik. 

Orang dengan kondisi ini juga tidak merasakan nyeri atau sakit ketika kulitnya ditarik. Kira-kira apa yang menyebabkan kulit menjadi sangat elastis?

1 dari 2 halaman

Apa yang Menyebabkan Kulit Hiperelastis?

Kulit hiperelastis umumnya terjadi karena gangguan pada produksi zat kolagen dan elastin. Kedua zat tersebut merupakan protein yang berfungsi mengontrol elastisitas kulit. 

Artikel Lainnya: Mengenal Struktur Kulit Manusia

Selain karena gangguan zat protein, ada beberapa hal yang menjadi penyebab kulit menjadi elastis. Berikut adalah beberapa penyebab yang harus Anda ketahui.

1. Sindrom Ehlers-Danlos (EDS)

Sindrom ini terjadi karena adanya kerusakan pada gen tertentu. Kerusakan gen tersebut memengaruhi protein kolagen dan membuat jaringan ikat menjadi jauh lebih lemah. 

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, jaringan ikat terdapat di seluruh bagian tubuh. Jaringan tubuh berfungsi menyokong kulit, tendon, ligamen, pembuluh darah, organ dalam, serta tulang.

Tugas lain dari jaringan ikat adalah mengangkut jaringan dan zat lain. “Pada sindrom ini terjadi hiperelastisitas dari jaringan ikat sehingga kulit dan sendiri menjadi sangat elastis,” kata dr. Theresia.

Terdapat beberapa jenis kondisi EDS, di antaranya adalah hypermobility, arthrochalasia, kyphoscoliosis, dermatosparaxis, vascular, dan klasik. Dari beberapa jenis tersebut, sindrom EDS vaskular merupakan kondisi yang paling serius karena dapat memengaruhi dinding pembuluh darah dan usus. 

Artikel Lainnya: Ternyata, Ini Fungsi Kulit bagi Tubuh Manusia

2. Sindrom Marfan

Dilansir dari News Medical Net, sindrom marfan merupakan kelainan genetik yang dapat memengaruhi jaringan ikat di dalam tubuh. Mutasi protein fibrillin-1 adalah faktor penyebab sindrom ini terjadi.

Mutasi tersebut dapat meningkatkan produksi transformasi growth factor-beta (TGF-β). Dampaknya, kerusakan jaringan ikat bisa terjadi dan kulit bisa menjadi sangat elastis.

3. Limfoma Sel-T Subkutan

Limfoma merupakan jenis kanker kulit yang muncul pada sel darah putih sistem kekebalan tubuh. 

Kondisi ini bisa ditandai dengan gejala ruam di kulit yang menyebar ke seluruh tubuh. Limfoma sel T kulit berkembang sangat lambat di dalam tubuh. Jika penyakit ini dapat dideteksi sejak awal, tingkat kesembuhan pasien bisa lebih tinggi.

4. Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis imperfecta ditandai dengan kondisi tulang mudah patah. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan pada kolagen. 

Patah tulang akibat osteogenesis imperfecta juga sering terjadi tanpa alasan yang jelas. Terkadang, patah tulang dapat terjadi secara bersamaan. Bahkan ada beberapa kasus langka di mana patah tulang terjadi pada bayi yang belum lahir. 

Kelainan yang berhubungan dengan kolagen ini bisa menyebabkan kulit menjadi elastis.

5. PXE

PXE merupakan kelainan yang terjadi ketika terdapat penumpukan mineral di dalam serat jaringan ikat. Pada akhirnya, akumulasi atau penumpukan mineral ini menyebabkan kulit mengalami hiperelastisitas. 

Orang dengan kondisi PXE dapat memiliki benjolan kuning yang disebut dengan papula. Papula biasanya ditemukan di lipatan tubuh seperti leher, ketiak, dan siku. 

Artikel Lainnya: Jangan Salah Pilih Produk, Kenali Jenis Kulit Anda

6. Penuaan 

Kerusakan jaringan elastin di dalam tubuh dapat disebabkan oleh penuaan. Semakin tua usia seseorang, maka semakin menurun produksi elastin di dalam tubuhnya. Akibatnya, tingkat elastisitas kulit jadi menurun. Penuaan dapat membuat kulit meregang dan longgar. 

Beberapa faktor yang dapat memicu penuaan dini adalah sebagai berikut:

  • Paparan sinar matahari. Sering terpapar sinar matahari dapat merusak kolagen dan menghambat tubuh untuk memproduksi kolagen baru. Dampaknya, kulit menjadi melar dan timbul kerutan. Selain itu, paparan sinar ultraviolet (UV) matahari dapat memecah serat elastin dan membuat kulit kendur.
  • Merokok. Kadar enzim yang disebut matrix metalloproteinases (MMPs) dapat meningkat saat Anda merokok. Enzim ini dapat menurunkan kadar kolagen di kulit. Peningkatan MMP juga dapat menghambat sintesis kolagen dan membuat kulit mengalami hiperelastisitas.
  • Dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan kulit dapat mulai menipis dan kendur. 
  • Kehilangan Lemak. Hilangnya lemak dari dalam tubuh dapat menyebabkan kulit jadi longgar dan melar. 

Itu dia beberapa penyebab kulit menjadi hiperelastis. Untuk informasi kesehatan lainnya dapat di akses di aplikasi Klikdokter

(OVI)

1 Komentar

  • Wes******s

    Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk melunasi hutang Anda atau tambahan modal usaha atau telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Silakan hubungi email kami melalui: agenthinson@gmail.com