Sukses

Ini yang Perlu Anda Ketahui Soal Menstrual Hygiene

Masih jarang edukasi tentang menstruasi di Indonesia, termasuk kebiasaan menstrual hygiene. Simak penjelasannya selengkapnya.

Mungkin istilah menstrual hygiene di Indonesia masih sangat jarang terdengar. Padahal, hal ini penting untuk mengedukasi wanita tentang menstruasi dan kebiasaan sehat dalam periode tersebut.

Seperti apa perilaku menstrual hygiene? Berikut penjelasan dari dokter.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Menstrual Hygiene?

Terkadang, hal-hal berbau menstruasi masih jarang dibicarakan secara jelas dan informatif. Padahal, edukasi tersebut sangat penting untuk wanita, mengingat menstruasi merupakan siklus alami yang biasanya rutin muncul setiap bulannya.

Tahukah Anda? Tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi atau Menstrual Hygiene Day (MHD) di seluruh dunia.

Peringatan ini digiatkan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah norma sosial negatif seputar menstruasi.

Menurut UNICEF, faktanya 1 dari 4 anak Indonesia tidak menerima informasi seputar menstruasi sebelum mendapatkan menstruasi pertama kali.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Mengatasi Badan Lemas Saat Menstruasi

Kemudian, banyak remaja perempuan yang mengaku tidak siap saat menstruasi pertamanya. Mereka merasa bingung, takut, dan bahkan menangis saat mendapati dirinya pertama kali menstruasi.

Sebagian remaja perempuan mengatakan, informasi mengenai haid hanya didapatkan dari orangtuanya, khususnya ibu.

Namun, sayangnya masih banyak orangtua yang minim informasi mengenai menstruasi. Oleh sebab itu, menurut dr. Devia Irine Putri sangat penting untuk mengedukasi remaja putri mengenai menstrual hygiene atau informasi seputar menstruasi.

“Karena, menstruasi pertama menunjukkan fase perubahan menjadi dewasa. Selain itu, edukasi tentang menstruasi juga penting agar anak bisa menghargai tubuh dan memahami kerja tubuh,” ucap dr. Devia.

Minimnya informasi tentang menstruasi, apalagi sebagai penanda bahwa remaja putri dapat hamil, berpotensi memicu tingginya angka kehamilan pada anak.

2 dari 3 halaman

Penerapan Menstrual Hygiene yang Perlu Dilakukan

Terkadang, masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan para wanita saat menstruasi, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai menstrual hygiene management:

1. Peran Orangtua

Menstruasi pertama bagi remaja perempuan memang mungkin membuatnya bingung. Oleh karena itu, menurut dr. Devia, peran orangtua sangat penting untuk mendampingi anak dan memberikan informasi-informasi mengenai menstruasi.

“Saat anak sudah menstruasi, sebaiknya orangtua mendampinginya. Jelaskan lebih dalam lagi, misalnya cara menjaga kebersihan alat kelamin ketika haid dan cara memilih pembalut yang benar,” ucap dr. Devia.

Artikel Lainnya: Vaksin COVID-19 Dapat Mengubah Siklus Menstruasi, Benarkah?

2. Pemilihan Pembalut

Banyaknya merek dan jenis pembalut di pasaran mungkin dapat membuat wanita bingung untuk memilih pembalut yang tepat.

Umumnya, pembalut dipilih berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan. Sebaiknya, hindari pembalut yang beraroma karena dapat mengiritasi kulit.

Bagi sebagian orang, produk organik mungkin lebih baik karena tidak mengandung bahan kimia.

3. Konsultasi ke Dokter Mengenai Gejala Menstruasi

Gejala menstruasi pada wanita memang sangat beragam. Gejala yang paling sering dialami adalah kram perut, payudara menjadi sensitif, dan sakit kepala.

Bila Anda mengalami gejala yang berat dan cukup mengganggu, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.

4. Tandai Tanggal Menstruasi

Siklus menstruasi dapat menjadi penanda bagi kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa kondisi termasuk diabetes, disfungsi tiroid, penyakit celiac, dan sejumlah jenis kanker dapat ditandai melalui siklus menstruasi yang tidak teratur.

Artikel Lainnya: 5 Tips Olahraga Saat Menstruasi

5. Jangan Mencuci Vagina dengan Sabun

Pada dasarnya, vagina memiliki fungsi yang dapat membersihkan sendiri (self-cleansing). Oleh karena itu, membersihkan vagina dengan sabun tidaklah diperlukan.

Membersihkan vagina dengan sabun terutama bila terlalu sering dapat merusak keseimbangan pH vagina. Kondisi ini membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi jamur dan vaginosis bakteri.

Bilas vagina hanya dengan air bersih yang mengalir. Selangkangan dapat dicuci dengan sabun bebas pewangi.

6. Ganti Pembalut atau Tampon Setiap 3-4 Jam Sekali

Pembalut yang berisi darah akan penuh dengan kuman dan bakteri. Jika terlalu lama digunakan, maka dapat memunculkan risiko infeksi yang dapat membahayakan.

Sudah waktunya para wanita untuk lebih peduli pada kesehatannya selama menstruasi. Terapkan beberapa perilaku menstrual hygiene di atas agar kesehatan organ intim lebih terjaga.

Konsultasi ke dokter bisa lebih mudah dan nyaman lewat LiveChat. Untuk memudahkan mengetahui masa subur, gunakan Kalender Kesuburan.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar