Sukses

Bolehkah Orang Diabetes Mengonsumsi Gula Sukralosa?

Gula sukralosa disebut-sebut bisa menjadi pemanis pengganti bagi penderita diabetes. Namun, apakah sukralosa aman dikonsumsi? Simak penjelasan berikut ini.

Sukralosa merupakan pemanis buatan yang banyak ditemukan di berbagai makanan olahan. Sukralosa dibuat dari gula yang melewati proses kimia dan mengganti oksigen hidrogen dengan atom klorin.

Sukralosa memiliki rasa manis sekitar 400-700 kali lipat daripada gula biasa. Gula sukralosa mengandung bebas kalori dan tidak terasa pahit seperti pemanis buatan lainnya.

Karena mengandung nol kalori, gula sukralosa disebut-sebut baik untuk orang diabetes. Benarkah hal tersebut?

Artikel Lainnya: Penderita Diabetes Makan Buah Mangga, Amankah untuk Gula Darah?

1 dari 3 halaman

Apakah Gula Sukralosa Baik untuk Orang Diabetes?

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti mengatakan bahwa penderita diabetes boleh mengonsumsi gula sukralosa asal tidak berlebihan.

“Jika Anda memiliki diabetes, sebaiknya konsumsi gula sukralosa harus dibatasi. Karena gula ini bisa meningkatkan kadar gula darah Anda,” kata dr. Astrid.

Dilansir dari Healthline, Food and Drugs Administration (FDA) mengatakan batas konsumsi sukralosa pada orang sehat adalah 5 miligram per kilogram berat badan dalam sehari.

Untuk penderita diabetes tentunya harus mengonsumsi gula sukralosa lebih rendah dari jumlah tersebut.

Gula sukralosa dianggap mampu menjadi pengganti gula alami. Sebab, sukralosa mengandung nol kalori dan tidak menaikkan kadar gula darah dalam tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh NCBI pada tahun 2013, gula sukralosa memiliki sedikit atau bahkan tidak menimbulkan efek kepada kadar gula darah.

Hasil tersebut berlaku ketika diuji coba kepada orang dengan berat badan normal yang teratur mengonsumsi sukralosa.

Namun, penelitian yang sama mengatakan kadar gula darah bisa melonjak jika mengonsumsi sukralosa secara terus menerus.

Sukralosa dapat meningkatkan kadar gula darah sebesar 14 persen dan kadar insulin sebesar 20 persen pada 17 orang yang obesitas parah dan tidak rutin mengonsumsi sukralosa.

Anda juga perlu tahu, respons masing-masing tubuh orang berbeda-beda ketika mengonsumsi gula sukralosa ini.

Misalnya, apabila orang diabetes terbiasa mengonsumsi produk yang mengandung sukralosa, biasanya tidak ada efek signifikan terhadap gula darah.

Akan tetapi, jika belum pernah mengonsumsi dan mencobanya, mungkin akan ada efek lonjakan pada kadar gula darah.

Artikel Lainnya: Anda Sering Mengantuk? Waspada Gejala Diabetes!

2 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi Saat Kelebihan Sukralosa?

Studi dari jurnal Advances and Nutrition tahun 2019 mengamati efek konsumsi sukralosa. Peneliti memberikan gula sukralosa kepada hewan pengerat. Hasilnya, gula tersebut dapat mengubah mikroorganisme di usus.

Gula sukralosa dapat menghilangkan beberapa bakteri baik dan dapat menyebabkan peradangan pada organ dalam, seperti hati.

Padahal, bakteri baik bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung kesehatan jantung, dan menjaga berat badan ideal.

Lalu menurut studi lain, sukralosa dapat mengubah kadar hormon di dalam saluran pencernaan. Hal itu memicu adanya kelainan metabolisme tubuh seperti obesitas atau bahkan diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut juga melaporkan, perubahan metabolisme tubuh akibat konsumsi sukralosa dapat menyebabkan intoleransi glukosa dan meningkatkan risiko diabetes.

Kendati begitu, peneliti membutuhkan studi lanjutan yang diuji coba kepada manusia.

Artikel Lainnya: Virus Corona Bisa Menyebabkan Diabetes, Benarkah?

Anda harus berhati-hati, sudah banyak produk sukralosa yang ditambahkan beberapa bahan lain seperti karbohidrat dekstrosa serta maltodextrin. Akibatnya, beberapa produk sukralosa yang dijual di pasaran mengandung sejumlah kalori.

Jika penderita diabetes terlalu banyak mengonsumsi kalori dari sukralosa, hal itu dapat memengaruhi kadar gula dalam darah dan masalah kesehatan lainnya.

Sebaiknya penderita diabetes lebih cermat untuk memilih pemanis buatan. Untuk memilihnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, Anda juga bisa membaca artikel kesehatan mengenai kondisi diabetes di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar