Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cara Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Keturunan atau Genetik

Cara Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Keturunan atau Genetik

Penyakit keturunan dapat diturunkan dari orangtua ke anaknya. Bagaimana cara mencegah penyakit keturunan? Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

Penyakit keturunan atau genetik merupakan penyakit yang diwariskan oleh orangtua. Penyakit keturunan juga bisa meloncati satu atau lebih generasi, yakni tak langsung dari orangtua, tetapi bisa dari kakek, nenek, atau bahkan buyut.

Anda perlu tahu bagaimana penyakit keturunan bisa dialami seseorang. Faktor keturunan ditentukan oleh gen seseorang yang diturunkan oleh gen ayah dan ibunya. Gen yang paling dominan akan menentukan kondisi psikologis dan juga fisik seseorang.

Jika gen ibu yang dominan mengalami kerusakan, misalnya memiliki gen penyakit jantung, maka si anak bisa mewarisi penyakit yang sama pula. Risiko penyakit ini akan semakin tinggi terjadi bila anak tersebut menjalani gaya hidup tak sehat.

Artikel Lainnya: Tes Genetik, Langkah Jitu Antisipasi Kanker Sejak Dini

1 dari 2 halaman

Cara Mencegah Penyakit keturunan

Penyakit keturunan atau genetik umumnya sulit dihindari. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit genetik tersebut terjadi. Berikut lima hal yang bisa Anda lakukan.

1. Olahraga Teratur

Dokter Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan, “Cara pertama untuk mencegah penyakit keturunan adalah dengan melakukan olahraga teratur.”

Dikutip dari Aurora Health Care, gen di dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh proses yang disebut metilasi. Dalam proses tersebut, sekelompok atom akan menempel di luar bagian gen.

Kelompok atom dapat membuat gen tak dapat bekerja dengan baik untuk menerima dan merespon sinyal dari tubuh. Nah, dengan beraktivitas fisik, proses metilasi tersebut dapat diubah. Berolahraga juga dapat membantu gen di dalam tubuh bekerja baik.

Jadi, mulai sekarang, biasakan untuk berolahraga. Tidak perlu olahraga berat, Anda bisa bersepeda, berenang, berlari, atau berjalan kaki.

2. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi

Makan makanan bernutrisi merupakan salah satu upaya mencegah penyakit genetik. Dokter Iqbal menyarankan untuk membatasi makanan berlemak, mengandung tinggi gula, dan banyak minyak.

Perbanyaklah konsumsi protein, serat, dan buah. Makanan yang bernutrisi baik dapat “mematikan” gen yang membuat seseorang berisiko mengalami masalah jantung.

Pertimbangkan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran mentah, sayuran berdaun putih, dan bawang merah. Sebab, beberapa makanan tersebut mengandung zat yang diyakini bisa membuat gen penekan tumor lebih aktif melawan kanker.

Artikel Lainnya: Gigi Anak Berlubang Karena Pengaruh Genetik, Benarkah?

3. Hindari Merokok dan Paparan Bahan Kimia

Dokter Iqbal menyarankan untuk menghindari rokok dan paparan bahan kimia lainnya. Banyak bahan kimia yang merupakan karsinogen (penyebab kanker) dan dapat memengaruhi kondisi genetik di dalam tubuh.

Misalnya, ketika Anda merokok, kandungan zat di dalam tembakau dapat menyebabkan gen antikanker bermutasi sehingga tidak berfungsi efektif.

4. Kelola Stres

Hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit keturunan adalah mengelola stres. Menghindari stres dapat dilakukan berbagai cara.

Dokter Iqbal pun memberikan beberapa saran, “Penyakit keturunan bisa dicegah dengan mengurangi beban kerja yang berlebihan dan istirahat yang cukup setiap harinya.”

Selain itu, melakukan meditasi juga bisa menjadi cara untuk mengelola stres. Anda bisa melakukan beberapa teknik pernapasan di pagi hari setelah bangun atau malam hari sebelum tidur.

Artikel Lainnya: Harlequin Ichthyosis, Kelainan Kulit Langka Akibat Mutasi Genetik

5. Cek Kesehatan Secara Berkala

Cara mencegah timbulnya penyakit turunan atau genetik adalah memeriksakan kesehatan secara berkala. Dokter Iqbal menyarankan, “Cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali atau bahkan setahun sekali.” Sebab, tingkat kesembuhan penyakit genetik yang dideteksi sejak awal dapat lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit yang diketahui setelah stadium lanjut.

Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui fitur Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar