Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Nyeri Tangan dan Kaki Kronis, Awas Complex Regional Pain Syndrome

Nyeri Tangan dan Kaki Kronis, Awas Complex Regional Pain Syndrome

Sakit di tangan dan kaki umum terjadi. Namun, ada penyakit langka bernama Complex Regional Pain Syndrome yang juga menyerang bagian tersebut!

Mengidap penyakit langka memang meresahkan, apalagi bila hingga saat ini belum ada obat pasti yang bisa menyembuhkannya.

Salah satu kondisi tak lazim yang menyerang tangan atau kaki adalah sindrom nyeri regional kompleks.

Apa yang membedakan Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) dengan nyeri pada tangan atau kaki lainnya? Mari cari tahu lebih lanjut.

1 dari 4 halaman

Penyebab dan Gejala Complex Regional Pain Syndrome

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, CRPS ditandai dengan adanya rasa nyeri kronis dan sekumpulan gejala lainnya pada tangan dan kaki. Penyakit ini juga berlangsung cukup lama, yakni 6 bulan sampai lebih.

Melansir Mayo Clinic, Complex Regional Pain Syndrome umumnya berlanjut setelah ada cedera, stroke, operasi, atau serangan jantung.

Meski begitu, dr. Sepriani mengungkapkan penyebab CRPS sendiri masih belum diketahui jelas.

Artikel Lainnya: Obat Nyeri Sendi Alami yang Bisa Anda Jadikan Pilihan

Kemungkinan, kondisi pasien yang pernah cedera atau mengalami stroke menjadi faktor risiko penyebab sindrom nyeri regional kompleks.

Dulu, CRPS dikenal sebagai RSD (reflex sympathetic dystrophy) dan kausalgia. Orang dengan CRPS mengalami perubahan kombinasi rasa sakit spontan atau berlebih yang jauh lebih besar dari biasanya setelah merasakan hal ringan seperti sentuhan.

Gejala lain dari Complex Regional Pain Syndrome termasuk:

  • Perubahan warna kulit dan suhu.
  • Bengkak di lengan atau tungkai pada lokasi cedera.

Meskipun CRPS membaik dari waktu ke waktu dan bisa menghilang pada kebanyakan orang, kasus langka yang parah atau berkepanjangan juga bisa membuat penderitanya mengalami kelumpuhan.

Berdasarkan info dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, Amerika Serikat, sebagian besar penyakit CRPS disebabkan oleh fungsi serabut saraf perifer C yang tidak tepat dan membawa pesan nyeri ke otak.

Pada beberapa orang, cedera saraf terlihat jelas. Tetapi, pada orang lain mungkin diperlukan dokter spesialis untuk menemukan dan merawat cedera.

Artikel Lainnya: Benarkah Nyeri Punggung Merupakan Salah Satu Gejala Virus Corona?

2 dari 4 halaman

Jenis CRPS

Sindrom nyeri regional kompleks sendiri dibagi menjadi dua, yakni:

  • CRPS I: kondisi ketika pasien yang sebelumnya tidak memiliki cedera tapi telah didiagnosis memiliki CRPS. Masalah kesehatan ini juga dikenal sebagai sindrom distrofi simpatis simpleks.
  • CRPS II: ketika seseorang telah mengalami cedera yang sudah terkait sebelumnya. Kondisi ini juga disebut sebagai causalgia.

Banyak orang yang didiagnosis CRPS II mengalami cedera lebih luas dan merusak saraf yang menuju ke otot (saraf motorik).

Kondisi ini bisa menyebabkan kelemahan dan penyusutan otot di area tertentu, sehingga lebih mudah diidentifikasi.

Saraf motorik meliputi kontrol diri atas otot di bawah kendali sadar. Misalnya, untuk berjalan, menggenggam sesuatu, atau berbicara.

Karena dua jenis CRPS memiliki gejala yang sama, keduanya mungkin disebabkan oleh cedera saraf, meskipun cedera saraf pada CRPS I biasanya lebih halus dan tidak diketahui.

Artikel Lainnya: Nyeri pada Skrotum, Kenali Penyebab yang Paling Sering

3 dari 4 halaman

Pengobatan dan Pencegahan Sindrom Nyeri Regional Kompleks

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, terapi fisik bisa jadi salah satu pengobatan paling penting untuk CRPS.

Merehabilitasi anggota tubuh yang terkena dapat membantu mencegah atau memulihkan sumsum tulang belakang sekunder dan perubahan otak yang terkait nyeri kronis.

Selain itu, psikoterapi juga mungkin diperlukan. Karena, penderita juga bisa mengalami gangguan mental akibat penyakit yang diderita.

Depresi bisa meningkatkan rasa nyeri pada area tubuh yang sakit. Psikoterapi bisa membantu meningkatkan perasaan tidak nyeri dan mendorong kembali fungsi otak pasien.

Dokter Sepriani mengatakan, penderita CRPS harus segera konsultasi dengan dokter saraf atau neurologi.

Konsultasi ke dokter spesialis saraf bisa lebih mudah lewat LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar