Sukses

Gampang Merasa Sensitif? Ini Tips Mengatasinya

Kadang sifat terlalu sensitif atau baper bikin Anda bingung dan mudah overthinking. Tenang, ini cara menghilangkan sifat sensitif berlebihan.

Setiap orang memiliki perasaan dan emosi yang berbeda-beda. Ada yang cuek terhadap sekitar, ada pula yang lebih sensitif. Sebenarnya, terdapat cara menghilangkan sifat sensitif yang berlebihan, lho.

Umumnya, orang yang memiliki perasaan sensitif biasanya mudah tersinggung dan akan sangat memikirkan perkataan atau tindakan orang lain.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, orang yang mudah tersinggung biasanya memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang secara terus-menerus membuatnya tidak nyaman.

“Contohnya, mengalami bullying, sering dibandingkan dengan orang lain, atau tidak dihargai oleh orang lain,” jelas Psikolog Ikhsan.

Artikel lainnya: Kenapa Seseorang Bisa “Baper”?

Lebih lanjut ia menjelaskan, seorang yang sensitif kerap kurang memahami situasi sosial. Akibatnya, orang tersebut menjadi mudah tersinggung ketika menghadapi respons dari eksternal yang di luar ekspektasinya.

Agar Anda tidak merasa tertekan akibat mudah baper, berikut beberapa cara mengatasi perasaan sensitif yang bisa dicoba:

1 dari 4 halaman

1. Pahami Apa yang Sedang Anda Rasakan

Coba pahami perasaan Anda sendiri, apa yang dirasakan ketika ada suatu masalah, konflik, dan pemicu stres. Apakah merasa marah, sedih, kecewa, atau lainnya?

“Cari tahu hal-hal apa saja yang membuat emosi kita mudah berubah dan menjadi sensitif,” kata Ikhsan.

Tanyakan kepada diri sendiri kenapa perasaan tersebut dapat muncul. Dengan memahami dan merasakan emosi, Anda akan tahu cara mengatasinya.

2. Jangan Mengkritik Perasaan Sendiri

Banyak orang sensitif yang sering mengkritik perasaannya sendiri. Contohnya, saat dalam suatu masalah, mereka dapat berkata, “Seharusnya saya tidak perlu marah atau merasa sesedih ini.”

Yang perlu dipahami, emosi atau perasaan apa pun yang Anda rasakan tidak dapat dihilangkan sama sekali. Semua orang pasti akan merasakan berbagai jenis emosi, baik marah ataupun sedih.

Jika tidak mencoba memahami perasaan tersebut dan malah berusaha menghilangkannya, Anda akan cenderung berpikir bahwa perasaan sedih atau marah adalah bentuk kegagalan diri. Jadi, usahakan jangan mengkritik perasaan sendiri, ya.

2 dari 4 halaman

3. Kenali Kritik yang Membangun dan yang Tidak

Orang yang memiliki perasaan sensitif pasti sering merasa bahwa segala kritik adalah bentuk kegagalan. Padahal, kritik yang membangun justru dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Kenali kritik mana yang membangun dan yang tidak, agar kita tidak menerima semua kritikan yang ada dan dapat mengurangi stres kita juga,” ujar Ikhsan.

4. Tentukan Langkah yang Harus Diambil

Cara menghilangkan sifat sensitif yang terlalu berlebihan berikutnya adalah menentukan langkah apa yang perlu diambil dari sebuah masalah.

Saat merasa disakiti oleh kerabat, Anda mungkin akan marah atau dendam bila tidak membicarakan masalah tersebut kepada orang yang bersangkutan.

Dari sini, Anda bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk berbicara dengannya.

Artikel lainnya: Cegah Catfishing, Ini Cara agar Tak Baper dan Tertipu di Dunia Maya

3 dari 4 halaman

5. Lakukan Relaksasi

Perasaan sensitif dapat menimbulkan stres yang seharusnya tidak perlu terjadi. Oleh karena itu, Psikolog Ikhsan menyarankan untuk melakukan relaksasi pernapasan demi menstabilkan emosi.

“Latihan relaksasi pernapasan dapat Anda lakukan ketika mulai merasa tidak nyaman. Ini dapat membantu menstabilkan emosi kita lagi,” jelasnya.

Kita sebenarnya diuntungkan ketika memiliki perasaan yang lebih sensitif dari orang lain. Sebagai contoh, perasaan sensitif membuat kita memiliki empati dan toleransi yang tinggi.

Namun, sifat tersebut juga dapat membuat Anda lebih mudah stres. Konflik yang terjadi dengan teman atau kritik dari atasan juga menjadi lebih sulit dihadapi.

Memiliki perasaan yang sensitif juga mungkin menyulitkan, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Cobalah beberapa cara mengatasi perasaan sensitif di atas.

Bila butuh saran lebih lanjut, konsultasi ke psikolog lewat Live Chat Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar