Sukses

Efek Gangguan Pembekuan Darah pada Tubuh

Meski terbilang normal, pembekuan darah bisa menyebabkan kematian. Lantas seperti apa efek pembekuan darah pada tubuh? Berikut penjelasannya.

Kabar kurang mengenakkan terjadi pasca-vaksinasi COVID-19. Dilansir dari berbagai sumber, seorang pria (21) meninggal dunia usai mendapatkan vaksin AstraZeneca. Pria yang berdomisili di Jakarta tersebut awalnya mengeluhkan demam tinggi dan pegal setelah disuntik.

Hingga kini, penyebab pasti kematian pria tersebut belum diketahui. Akan tetapi, banyak yang menyebutkan yang bersangkutan sempat mengalami pembekuan darah sebelum meninggal.

Memang, seberapa bahaya efek pembekuan darah hingga dapat menyebabkan kematian? Simak penjelasan dokter berikut.

1 dari 3 halaman

Bahaya Pembekuan Darah pada Tubuh

Melansir dari Healthline, pembekuan darah adalah fungsi normal yang terjadi saat Anda mengalami cedera. Jika Anda terjatuh, misalnya, akan terjadi pembekuan darah di lokasi cedera sehingga Anda tidak kehilangan terlalu banyak darah. 

Sayangnya, seperti dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, terkadang pembekuan darah bisa menyebabkan komplikasi serius.

Pembekuan darah bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri atau vena. Penggumpalan darah ini disebut juga dengan pembekuan darah abnormal. 

Artikel lainnya: Benarkah Vaksin COVID-19 AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah?

"Efek pembekuan darah yang abnormal ini meningkatkan risiko bekuan darah bergerak di sepanjang pembuluh darah baik arteri maupun vena. Bekuan darah bisa tersangkut di pembuluh darah yang lebih kecil diameternya,” ucap dr. Astrid

“Tersangkutnya bekuan ini bisa menyebabkan aliran darah di pembuluh tersebut terganggu dan menyebabkan gangguan sesuai dengan lokasi pembuluhnya,” katanya.

Dokter Astrid memberikan beberapa contoh. Ia mengilustrasikan, pembekuan darah yang tersangkut di otak bisa menyebabkan stroke iskemik.

Bila sumbatan terjadi di tungkai dapat menyebabkan deep vein thrombosis (DVT). Sementara itu, masih dicontohkan dokter Astris, pembekuan darah yang tersangkut di paru-paru dapat mengakibatkan emboli paru.

Tidak mudah mengidentifikasi apakah seseorang mengalami pembekuan darah. Satu-satunya cara mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan medis.

Gejala yang timbul terkadang juga tidak jelas. Berikut gejala awal yang mungkin muncul akibat pembekuan darah di kaki atau lengan, jantung, perut, otak, dan paru-paru:

  • Pembengkakan
  • Rasa sakit
  • Sensasi hangat
  • Perubahan warna kemerahan

Artikel lainnya: Benarkah Darah Kental Menyebabkan Keguguran Berulang?

Berat-ringan gejala tersebut akan tergantung pada ukuran gumpalan. Misalnya, gumpalan kecil darah di betis mungkin hanya akan menyebabkan pembengkakan ringan di betis tanpa rasa sakit berlebihan. Namun, jika bekuannya besar, seluruh kaki bisa bengkak disertai rasa sakit yang hebat.

Selain itu, Anda akan lebih berisiko mengalami gangguan pembekuan darah apabila:

  • Obesitas
  • Perokok aktif
  • Usia 60-an tahun
  • Minum kontrasepsi oral
  • Alami atrial flutter ataupun atrial fibrillation
  • Punya penyakit radang kronis
  • Kondisi gagal jantung kongestif
  • Menderita kanker
  • Patah tulang, terutama ekstremitas bawah atau panggul
  • Hamil
  • Punya riwayat gangguan pembekuan darah dalam keluarga
  • Duduk dalam waktu yang lama
2 dari 3 halaman

Penanganan Pembekuan Darah 

 

Penanganan masalah pembekuan darah harus berdasarkan penyebabnya. Itu sebabnya, perlu pemeriksaan medis yang agar diketahui penyebab pastinya.

Artikel lainnya: Hati-Hati, Pasien Virus Corona Bisa Alami Pembekuan Darah Misterius

“Dilihat dulu penyebabnya apa, apakah ada gangguan faktor pembekuan, misalnya kanker atau autoimun. Cara mengatasi paling umum biasanya dengan memberi obat pengencer darah atau antikoagulan,” jelas dr. Astrid.

Mencegah lebih baik dari mengobati, bukan? Pertimbangkan langkah-langkah berikut untuk mencegah dampak pembekuan darah di atas:

  • pertahankan berat badan ideal,
  • berhenti merokok, dan
  • beri tahu dokter Anda tentang riwayat pembekuan darah dalam keluarga.

Selain itu, cegah kasus gumpalan darah dengan menjaga pola makan yang sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan diet anti-inflamasi yang tinggi makanan kaya omega-3, buah-buahan dan sayuran, dan makanan yang kaya vitamin E.

Aktif secara fisik juga membantu mencegah terjadinya penggumpalan darah, terutama di kaki. Hindari duduk terlalu lama. Usahakan untuk bangun secara teratur dan berjalan-jalan sejenak.

Itu dia bahaya pembekuan darah bagi tubuh. Jika Anda mencurigai adanya gejala pembekuan darah, segera konsultasikan dengan dokter. Konsultasi bisa dilakukan melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar