Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Makan Bawang Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap, Benarkah?

Makan Bawang Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap, Benarkah?

Vagina yang bau bawang sering bikin wanita jadi tidak percaya diri. Namun, apakah vagina bau bawang bisa disebabkan karena berlebihan makan bawang?

Bawang merupakan salah satu bumbu kunci agar masakan terasa sedap. Beberapa orang juga gemar ngemil bawang mentah dengan alasan menunjang kondisi kesehatan.

Sayangnya, setelah makan bawang dalam jumlah cukup banyak, kok, aroma vagina juga ikut berbau bawang, ya? Apakah hal ini normal?

 

1 dari 3 halaman

Makan Bawang Bikin Vagina Jadi Berbau Bawang?

Apa yang kita makan akan dikeluarkan lagi oleh tubuh. Proses ini bisa terjadi dengan berbagai cara, salah satunya lewat aroma yang keluar dari vagina.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan, “Vagina bau bawang memang bisa disebabkan karena terlalu banyak makan bawang. Senyawa sulfur di bawang bisa memengaruhi bau badan, termasuk di area vagina. Lalu, jika kondisi organ intimnya lembap, kurang bersih, atau ada infeksi, bisa lebih parah baunya.”

Makanan sejenis bawang merah, bawang putih, rempah, dan cuka bisa memengaruhi aroma vagina. Nantinya, keringat yang menyatu dengan cairan vagina akan menciptakan bau tertentu.

Artikel Lainnya: Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

Namun jangan khawatir, vagina bau bawang ini adalah hal normal dan bisa hilang dengan sendirinya.

Anda dianjurkan untuk rajin membersihkan organ intim dan mengimbangi dengan makanan makan sehat lainnya.

2 dari 3 halaman

Penyebab Bau Bawang Pada Vagina yang Perlu Diwaspadai

Setiap vagina wanita memang memiliki aromanya masing-masing. Jika muncul bau-bau tidak sedap, itu bisa menandakan gangguan kesehatan tertentu di organ intim.

Ketahui beberapa penyebab vagina bau bawang vagina yang patut Anda waspadai:

1. Keringat Berlebihan

Vagina bau bawang bisa disebabkan oleh kondisi tubuh yang mengeluarkan keringat secara berlebihan.

Keringat dipenuhi oleh sel kulit dan bakteri. Keduanya dapat keluar di hampir setiap pori-pori di tubuh, termasuk vagina.

Meskipun berguna membantu mendinginkan suhu tubuh, namun keringat juga bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Saat keringat bercampur dengan cairan di dalam dan sekitar vagina, aroma organ intim dapat ikut berubah. Bau vagina bisa bertambah kuat jika Anda banyak mengeluarkan berkeringat.

Artikel Lainnya: Vagina Selalu Basah, Apa yang Salah?

2. Tidak Menjaga Kebersihan Organ Intim dengan Baik

Vagina adalah organ yang dapat merawat dan membersihkan dirinya sendiri. Kendati memiliki kemampuan tersebut, bukan berarti Anda bisa meremehkan kondisi vagina.

Apabila Anda tidak rajin mengganti pakaian dalam setiap hari, maka risiko vagina bau bawang atau bau busuk bisa terjadi.

Sebagai bentuk pencegahannya, Anda bisa mencuci vagina dengan air bersih setiap kali habis mandi, buang air kecil, atau air besar.

Membersihkan vagina tidak hanya menghilangkan bau, tapi juga membuat bakteri baik tinggal dan menyeimbangkan pH (tingkat keasaman) vagina.

3. Bakteri Vaginosis

Di dalam vagina terdapat bakteri jahat dan bakteri baik. Agar vagina sehat dan aromanya normal, jumlah kedua bakteri tersebut harus seimbang.

Ketika ketidakseimbangan bakteri terjadi, misalnya lebih banyak bakteri jahat, keseimbangan pH vagina dapat terganggu.

Saat pH vagina tidak seimbang, Anda bisa mengalami vaginosis bakterialis (BV). Gejala dari BV yang paling khas adalah keputihan secara berlebihan dengan tekstur kental dan berwarna abu-abu.

Selain itu, vagina mungkin dapat terasa gatal dan berbau amis, terutama setelah berhubungan seks atau mandi.

Artikel Lainnya: Mengapa Vagina Terasa Gatal Saat Haid?

4. Fistula Rektovaginal

Fistula rektovaginal terjadi ketika muncul lubang abnormal yang terletak di antara rektum dan vagina.

Kondisi ini dapat terjadi ketika bagian bawah usus besar Anda bocor ke dalam vagina.

Ketika isi dari usus besar bocor melalui fistula, gas atau tinja keluar dapat melalui vagina. Hal itu dapat menyebabkan bau yang tidak biasa dan mungkin Anda salah mengiranya sebagai bau vagina.

Dokter Devia Irine Putri menambahkan, “Makan bawang sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan jumlahnya masih wajar. Diimbangi juga dengan jaga kesehatan dan kebersihan organ intim, ganti celana dalam jika lembap atau basah, cebok dengan arah yang benar (dari arah vagina ke anus).”

“Kalau memang mengalami keputihan abnormal segera berobat dan menghindari berhubungan seks tanpa kondom,” tutupnya.

Itu dia beberapa fakta medis mengenai vagina berbau bawang yang perlu Anda ketahui. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar