Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengapa Sakit Hati Bikin Seseorang Jadi Bertindak Nekat?

Mengapa Sakit Hati Bikin Seseorang Jadi Bertindak Nekat?

Ketika patah hati, seseorang dapat melakukan aksi nekat yang merugikan orang lain. Apa yang mendorong seseorang bertindak nekat?

Berita seorang wanita yang nekat ingin meracuni mantan kekasihnya sedang heboh di berbagai media. Pelaku mengaku sakit hati lantaran ditinggal menikah oleh kekasihnya.

Sayangnya, makanan beracun yang seharusnya ditujukan kepada mantan kekasihnya itu justru salah sasaran dan menewaskan bocah berusia 10 tahun.

Jika dilihat kasus di atas, ternyata ada orang yang berani bertindak nekat setelah putus cinta. Lantas, apa yang membuat seseorang jadi berperilaku nekat ketika sakit hati?

Artikel Lainnya: Penelitian: Paracetamol Bisa Sembuhkan Patah Hati

1 dari 3 halaman

Akibat Sakit Hati, Kenapa Seseorang Tega Bertindak Nekat

Menanggapi hal ini, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa penumpukan emosi menjadi salah satu motif pelaku berbuat hal nekat.

Psikolog Ikhsan mengatakan, “Karena saat sakit hati biasanya terjadi penumpukan emosi yang seseorang rasakan. Lalu biasanya, emosi yang dirasakan bercampur jadi satu misalnya sedih, kecewa, dan marah.”

“Bisa jadi bukan hanya karena faktor emosi nya saja, tapi memang dari kepribadiannya yang impulsif, sehingga semakin menguatkan dan mendorong orang tersebut untuk melakukan tindakan yang nekat,” tambahnya.

Psikolog Ikhsan juga menjelaskan, patah hati dapat membuat seseorang cenderung berpikir negatif.

“Baik itu pikiran mantan pasangan berselingkuh, sudah move on, dan sebagainya, pasti bisa mereka pikirkan di dalam hati,” jelasnya.

Jika dibiarkan, hal tersebut malah semakin membuat Anda patah hati. Alhasil, salah satu cara untuk balas dendam adalah dengan menyakiti orang lain.

Apakah hal ini normal? Tentu tidak. Saat patah hati memang normal jika kita merasa sedih dan kecewa. Jika punya keinginan untuk menyakiti apalagi membunuh, tentu sudah tidak normal lagi.

2 dari 3 halaman

Nekat Balas Dendam Bukan Solusi Sakit Hati

Menyakiti orang lain bukanlah jalan keluar untuk meredakan sakit hati. Selain merugikan orang lain, bertindak nekat saat sakit hati bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Menurut psikolog, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan ketika Anda sedang patah hati. Berikut yang bisa Anda lakukan:

1. Terima Perasaan Tersebut

Semakin Anda berusaha menghilangkan sakit hati, maka semakin lama rasa sakit itu tertinggal di dalam diri Anda.

Ingat, tidak semuanya harus Anda pendam sendiri dalam hati. Salurkan ke hal yang lebih positif seperti curhat ke teman baik atau melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Jika menangis memang diperlukan, maka menangislah. Ketika Anda selesai menangis, biasanya perasaan akan terasa lebih lega dari biasanya.

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Rasa Trauma pasca Diselingkuhi

2. Curhat dengan Orang yang Dipercaya

“Berbicaralah dengan orang yang paling dipercaya supaya emosi negatifnya tersalurkan dan juga mendapat sudut pandang baru tentang hal yang dialaminya,” kata Ikhsan.

Apabila saat itu Anda memang hanya ingin didengarkan, jangan sungkan untuk bercerita kepada teman.

“Terkadang, jika sedang sakit hati, seseorang hanya ingin didengarkan dan bukan dikomentari,” ujar psikolog Ikhsan Bella.

3. Pahami Akar Masalah

Anda juga diminta untuk memahami akar masalah dari rasa sakit yang sedang Anda rasakan.

Setelah mengetahui akarnya, secara perlahan bangkit dan temukan solusi-solusi barunya.

Jangan sungkan meminta bantuan orang lain untuk memberikan dukungan dan masukan yang positif untuk menghadapi masalah.

4. Tuangkan Emosi yang Anda Rasakan

“Buat dan tulislah list tentang perasaan yang muncul. Hal ini membantu kita untuk mengurai emosi yang dirasakan, biar emosinya tidak menumpuk. Ini memudahkan mudah juga nantinya untuk kita overcome dari rasa sakit hatinya,” tutup Ikhsan.

Itu dia alasan mengapa ada orang yang berbuat nekat ketika patah hati. Untuk tahu informasi atau fakta psikologis lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog secara langsung melalui LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar