Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bayi Perempuan Juga Bisa Mengalami Keputihan, Ibu Jangan Panik

Bayi Perempuan Juga Bisa Mengalami Keputihan, Ibu Jangan Panik

Tak hanya wanita, keputihan pada bayi juga bisa terjadi. Jangan dulu panik, simak penyebab dan cara membersihkannya di sini.

Terkadang, terdapat berbagai perubahan pada bayi baru lahir yang membuat ibu terkejut. Apalagi bila hal-hal baru ini dialami ketika pertama kali memiliki anak. Salah satu kondisi yang mungkin mengejutkan yaitu keputihan pada bayi perempuan.

Tidak perlu khawatir, keadaan bayi yang keputihan itu tergolong normal. Alih-alih langsung panik, simak penjelasan dokter mengenai penyebab keputihan pada bayi baru lahir dan cara membersihkannya.

Artikel lainnya: Bunda, Ini Cara Merawat Organ Intim Bayi Perempuan dan Laki-laki

1 dari 3 halaman

Penyebab Bayi Keputihan

Dokter Sara Elise Wijono, MRes, menjelaskan keputihan pada bayi yang baru lahir normal terjadi dan biasanya disebabkan oleh hormon ibu saat hamil.

Selama kehamilan, hormon berpindah dari ibu ke bayi melalui plasenta. Hormon-hormon ini dapat menyebabkan berbagai gejala pada anak perempuan dan laki-laki yang baru lahir. Selain keputihan pada bayi perempuan, gejala tersebut juga meliputi:

  • Pembentukan payudara pada bayi.
  • Keluarnya cairan dari puting bayi.
  • Pembengkakan perineum atau jaringan di sekitar vagina (bayi perempuan) dan skrotum (bayi laki-laki).
  • Pendarahan vagina atau timbul bercak.

Melansir Very Well Family, hormon estrogen dan progesteron ibu hamil memiliki kadar yang tinggi. Hormon ini dapat melewati plasenta dan mencapai bayi.

Hal tersebut tidak berbahaya. Faktanya, beberapa hormon diperlukan bayi agar dapat berkembang dengan baik.

Artikel lainnya: Berbagai Masalah Kulit yang Sering Dialami Bayi

Setelah lahir, bayi akan kehilangan pasokan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini menyebabkan perubahan yang tidak biasa pada bayi perempuan maupun laki-laki.

Pada bayi perempuan, terhentinya suplai hormon estrogen dan progesteron yang biasa didapatkan selama di kandungan memicu respons di dalam tubuhnya. Hal ini menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih dan terkadang berdarah.

Umumnya, ibu akan menemui banyak perubahan yang muncul selama 1-3 hari setelah bayi lahir. Sebagian besar perubahan hilang dalam 2 minggu pertama.

Keputihan pada bayi perempuan yang baru lahir biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat ia berusia 10 hari.

Biasanya, keputihan pada bayi dan anak kecil keluar dalam jumlah sedikit. Warnanya pun umumnya bening, putih, atau agak kuning, dan tidak berbau.

Bila keputihan terus berlanjut lebih dari 2 minggu atau menjadi kuning dan berbau tidak sedap, segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Karena, bisa saja gejala tersebut merupakan tanda infeksi.

Artikel lainnya: Penyebab Bintik Merah pada Kulit Bayi, Berbahayakah?

2 dari 3 halaman

Cara Membersihkan Keputihan pada Bayi

Menurut dr. Sara, keputihan pada bayi tidak memerlukan perawatan khusus. "Biasanya normal dan hilang sendiri, jadi tidak perlu diapa-apakan. Tetap perhatikan kebersihan saat ganti popok," jelasnya.

Anda cukup membersihkan area keputihan dengan lap basah lembut atau air hangat pada bola kapas atau kain halus.

Tips membersihkan vagina bayi antara lain:

  • Gunakan hanya air hangat atau tisu bayi yang lembut.
  • Anda juga bisa gunakan kain halus, bersihkan vagina dari arah depan ke belakang.
  • Bersihkan kotoran di area genital secara menyeluruh.
  • Periksa area labia (bibir vagina atau kulit bagian luar), karena cairan dan produk krim yang berlebih dapat menumpuk di sana.
  • Jangan menggosok area genital bayi.
  • Sebaiknya tidak membersihkan vagina bayi dengan sabun khususnya yang mengandung parfum. Cara ini dapat mengiritasi kulit, mengganggu keseimbangan alami vagina, dan menimbulkan ruam.

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar perawatan bayi baru lahir, konsultasi ke dokter spesialis anak lewat Live Chat di KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar