Sukses

Kulit Cantik dan Sehat dengan Terapi Fotorejuvenasi

Terapi fotorejuvenasi dengan laser memiliki banyak manfaat untuk kulit wajah. Bagaimana prosedurnya? Yuk, cari tahu di sini.

Stres, kelelahan, kurang tidur, atau paparan sinar matahari langsung dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit wajah. Lalu, garis halus dan tanda penuaan juga mulai terlihat seiring berjalannya waktu. 

Tidak perlu khawatir, salah satu treatment yang dapat Anda lakukan adalah perawatan fotorejuvenasi yang baik untuk melawan berbagai masalah kulit. 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Terapi Fotorejuvenasi?

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, istilah fotorejuvenasi merujuk kepada serangkaian terapi untuk memperbaiki kerusakan kulit akibat proses penuaan dan paparan sinar matahari.

Artikel Lainnya: Mengenal Microneedling, Perawatan Wajah dengan Tusuk Jarum

"Metode fotorejuvenasi yang kini banyak digunakan misalnya dengan laser, Intense Pulsed Light (IPL), atau LED. Ada dua jenis fotorejuvenasi secara garis besar, yang ablative dan non-ablative," ucap dr. Astrid.

Perawatan fotorejuvenasi juga dapat membantu mengurangi dan mengobati masalah kulit yang umum, seperti jerawat, melasma, bintik cokelat, hiperpigmentasi, dan rosacea

Perawatan fotorejuvenasi biasanya dilakukan dalam 3-6 sesi yang biasanya dijadwalkan berjarak sekitar 1 bulan. 

Meskipun efeknya dapat terlihat setelah sesi pertama, perawatan keseluruhan perlu dilakukan untuk hasil maksimal.

Artikel Lainnya: Tips Merawat Kulit Wajah di Musim Hujan

Manfaat dari fotorejuvenasi bergantung pada kondisi kulit masing-masing orang. Perawatan fotorejuvenasi dianjurkan bagi Anda yang memiliki masalah kulit seperti berikut ini:

  • Rosacea dan kemerahan yang tidak normal.
  • Stretch mark dan keriput di wajah.
  • Hiperpigmentasi, bintik cokelat di kulit, atau penggelapan kulit akibat produksi melatonin (pigmen kulit) yang berlebihan.
  • Spider veins.
  • Melasma.

Sebelum memulai perawatan, dokter kulit atau ahli kecantikan akan mengoleskan pelumas (lubricant) dingin di area yang diinginkan untuk mendinginkan lapisan luar kulit selama perawatan. 

Kemudian, gelombang cahaya akan digunakan pada area kulit yang bermasalah. Pasien biasanya merasakan sensasi hangat saat gelombang cahaya menerpa kulit. Prosedur dapat memakan waktu beberapa menit hingga satu jam.

Saat jaringan kulit menyerap cahaya, energi cahaya menstimulasi sel di bawahnya untuk meningkatkan proses alami regenerasi sel tubuh. 

Hasilnya, kulit dapat teregenerasi dan memiliki tekstur yang lebih halus. Sebelum perawatan pertama, Anda disarankan untuk:

  • Menghindari berjemur atau terpapar sinar matahari langsung.
  • Menghentikan penggunaan retinoid, tetrasiklin, dan minosiklin beberapa hari sebelum perawatan.
  • Tidak mengonsumsi aspirin atau ibuprofen seminggu sebelum perawatan.

Artikel Lainnya: Terlanjur Pencet Jerawat? Segera Lakukan 10 Hal Ini

2 dari 3 halaman

Perhatikan Efek Samping Fotorejuvenasi pada Kulit

Setelah prosedur selesai, area kulit yang ditargetkan bisa didinginkan dengan kompres es bila merasakan ketidaknyamanan. 

Anda juga dapat merasakan efek samping seperti pembengkakan ringan, kemerahan, dan munculnya kapiler kecil di area kulit yang dirawat. 

Namun, biasanya hal tersebut sembuh dengan sendirinya dalam beberapa jam atau hari setelah prosedur. 

“Risiko efek samping fotorejuvenasi terutama yang abrasif di antaranya infeksi, Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), hipopigmentasi, atau depigmentasi,” ungkap dr. Astrid.

Setelah perawatan, Anda diminta untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Kenakan topi dan tabir surya selalu saat ke luar rumah. 

Bila ingin mencoba terapi fotorejuvenasi, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit lewat LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar