Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Induksi Laktasi, Solusi Menyusui bagi Ibu Angkat

Mengenal Induksi Laktasi, Solusi Menyusui bagi Ibu Angkat

Tak cuma pemberian susu formula dan donor ASI, induksi laktasi disinyalir bisa diterapkan oleh wanita yang tidak hamil (ibu angkat). Bagaimana prosesnya?

Sebagian besar dari kita berpikir bahwa ASI hanya dihasilkan oleh ibu yang sudah hamil terlebih dulu. Hal tersebut memang benar.

Walau demikian, ternyata ibu yang belum pernah hamil lalu mengadopsi anak juga tetap bisa memberikan ASI, lho. Caranya adalah dengan melakukan induksi laktasi. Solusi yang satu itu dipercaya bisa menjadi alternatif selain memberikan susu formula ataupun donor ASI.

Seperti apa induksi laktasi? Apakah semua wanita yang belum pernah hamil bisa melakukannya? Yuk, cari tahu faktanya.

Artikel Lainnya: Konsultasi Laktasi Sebelum Melahirkan, Apakah Penting?

1 dari 3 halaman

Mengenal Induksi Laktasi

Induksi laktasi adalah praktik membantu wanita yang belum hamil untuk memproduksi ASI. Tujuan utama dari metode tersebut adalah adalah agar mereka dapat menyusui bayi angkat.

Bagaimana keberhasilan seorang wanita dalam melakukan induksi laktasi tergantung pada berapa banyak waktu yang ia miliki untuk mempersiapkan diri.

Pada kondisi kehamilan, wanita memiliki waktu sembilan bulan untuk mempersiapkan tubuhnya menghasilkan susu. Nah, dalam induksi laktasi, wanita yang belum hamil akan meniru waktu tersebut dalam mempersiapkan payudara untuk menyusui.

Dua hal yang dibutuhkan untuk menerapkan cara induksi laktasi, yaitu payudara dan kelenjar pituitari yang berfungsi menghasilkan hormon menyusui. Agar payudara dan kelenjar tersebut siap, obat-obatan hormonal dan teknik tertentu perlu dilakukan.

Kombinasi pil KB dan galactagogue (bahan untuk meningkatkan suplai ASI) akan diberikan kepada ibu. Sedangkan teknik yang mesti dilakukan, yaitu memompa payudara secara rutin untuk menstimulasi.

Artikel Lainnya: Tips Agar Menyusui di Tempat Umum Terasa Nyaman

Pada wanita yang enggan mengonsumsi pil hormonal, mereka biasanya hanya akan melakukan pumping dan mengonsumsi galactagogue saja. Hanya saja, produksi ASI-nya tak akan sebanyak yang mengonsumsi pil hormonal. Yang jelas, mereka tetap mendapatkan manfaat emosional dari proses menyusui.

Satu hal yang perlu digarisbawahi terkait induksi laktasi, jumlah susu yang diproduksi sangat bervariasi. Beberapa ada yang tidak menghasilkan sama sekali, tapi ada juga yang jumlahnya setara dengan ASI dari ibu kandung sehingga bisa memenuhi kebutuhan bayinya.

“Efek yang diinginkan itu bukan sekadar berapa banyak produksi ASI yang keluar, melainkan kedekatan dengan bayinya atau bonding,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong.

“Jadi, mungkin saja di akhir ada keluar sedikit ASI-nya. Tapi yang terpenting adalah orangtua dan bayi bisa lebih dekat dengan induksi laktasi ini,” tegasnya.

Komposisi susu dengan induksi laktasi sama dengan yang diproduksi setelah melahirkan. ASI tidak akan mengandung hormon buatan dalam tingkat yang berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, satu-satunya hormon buatan yang ada di ASI hanyalah estrogen atau progesteron.

Artikel Lainnya: Masalah Payudara Saat Menyusui dan Solusi untuk Mengatasinya

Ibu juga tidak perlu khawatir bila punya masalah kesuburan. Pasalnya, hormon yang berperan untuk produksi ASI ialah prolaktin dan pengeluarannya dilepaskan oleh kelenjar pituitari di dasar otak.

2 dari 3 halaman

Tips Agar Induksi Laktasi Berhasil

Ada beberapa hal yang bisa mendukung keberhasilan metode laktasi yang satu ini, antara lain:

  • Lamanya Waktu Persiapan

Induksi laktasi meniru perubahan hormonal dan kondisi payudara yang terjadi selama kehamilan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jaringan kelenjar payudara.

Jadi, semakin lama waktu yang Anda miliki untuk melakukan terapi hormon, semakin besar pula potensi keberhasilannya.

  • Sering Memompa

Seperti halnya ibu yang melahirkan, pumping payudara akan membantu meningkatkan produksi ASI. Susu yang belum terminum dapat disimpan di freezer.

  • Biarkan Bayi Menghisap Puting Payudara Ibu

Ada atau tidak adanya ASI, ibu bisa mulai membiarkan bayi mengisap puting payudara. Hal ini bertujuan untuk membangun bonding yang kuat.

Jika induksi belum membuahkan hasil, jangan lupa untuk tetap memenuhi asupannya dengan ASI (donor) atau susu formula agar bayi tetap sehat.

Artikel Lainnya: Akibat Menyusui Sambil Bermain Gawai 

  • Mental dan Fisik Ibu Harus Siap

Dalam masa dilakukannya mekanisme laktasi, kondisi psikis seorang ibu harus dalam keadaan baik.

Perasaan tenang, keinginan yang kuat dan rasa optimis, serta keikhlasan harus dimilikinya. Kecukupan nutrisi pun sangat penting untuk diperhatikan.

  • Libatkan Dokter dan Konsultan Laktasi

“Anda juga sebaiknya sering berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mempelajari posisi, serta perlekatan menyusui, dan lain sebagainya,” saran dr. Sepriani.

Konsultan laktasi biasanya juga akan membantu Anda menetapkan tujuan yang realistis dari induksi ini.

Itu dia cara induksi laktasi yang dapat dilakukan untuk menyusui anak angkat. Apabila masih ada pertanyaan seputar ASI atau menyusui, Anda bisa bertanya langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

1 Komentar