Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Lapar Terus, Prader-Willi Syndrome atau Hipertiroid?

Anak Lapar Terus, Prader-Willi Syndrome atau Hipertiroid?

Prader-willi syndrome maupun hipertiroid, keduanya sama-sama dapat menjadi penyebab anak sering lapar. Lantas, adakah cara untuk membedakannya?

Penyakit Prader-Willi syndrome mulai menarik perhatian warganet di awal bulan ini, khususnya sejak seorang artis sekaligus ustadzah melahirkan bayi dengan kondisi tersebut.

Menurut National Institute of Child Health and Human Development, penyakit itu terbilang langka karena hanya mempengaruhi 1 dari 15.000 hingga 25.000 kelahiran.

Memiliki nafsu makan yang tidak terkontrol menjadi salah satu tanda penyakit tersebut. Di satu sisi, gejala tersebut ternyata mirip dengan penyakit lain, yakni hipertiroid.

Lalu, bagaimana cara membedakan Prader-Willi syndrome dan hipertiroid?

1 dari 3 halaman

Perbedaan Prader-Willi Syndrome dan Hipertiroid pada Anak

Anak yang susah makan memang menjadi beban pikiran orangtua. Pasalnya, kondisi tersebut mengkhawatirkan lantaran potensi tidak terpenuhinya kecukupan gizi harian yang dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang.

Namun, ketika anak selalu lapar, hal tersebut juga membuat orangtua cemas. Rasa-rasanya, seperti ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan si kecil.

Artikel Lainnya: Catat! Ini Gejala Hipertiroid yang Mudah Dikenali

Lantas, bagaimana membedakan keluhan anak selalu lapar akibat Prader-Willi syndrome dan hipertiroid?

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, tidak sulit sebenarnya untuk membedakan keduanya.

“Penyakit merupakan kelainan kromosom 15. Secara kasat mata, kita bisa melihat gejala Prader-Willi syndrome di wajah anak,” jelas dr. Sepriani.

“Sebagai contoh, dahi anak terlalu sempit, matanya berbentuk seperti almond, mulutnya berbentuk segitiga. Perawakan anak juga biasanya lebih pendek atau kecil,” sambungnya.

Lalu, dr. Sepri melanjutkan, perkembangan anak secara keseluruhan juga tertunda.

“Mudah lapar bukan satu-satunya tanda yang dimiliki anak dengan Prader-Willi syndrome,” tegasnya.

Ketidakmampuan untuk merasa kenyang akibat gen yang cacat memang menjadi salah satu dari sekian banyak tanda dari kelainan kromosom tersebut. Mereka akan mengalami obesitas karenanya.

“Di sisi lain, gejala hipertiroid biasanya tidak terlalu dirasakan dan tak terlihat pada anak. Gejalanya akan benar-benar dirasakan ketika ia beranjak remaja dan dewasa,” tutur dr. Sepri.

Artikel Lainnya: Bahaya Kondisi Hipertiroid Terhadap Kesehatan Jantung

Penyakit hipertiroid disebabkan oleh banyaknya hormon tetraiodothyronine dan triiodothyronine yang diproduksi oleh kelenjar tiroid.

“Gejala hipertiroid adalah jantung si penderita yang sering berdebar-debar dan mudah kepanasan, serta berkeringat terus terutama di telapak tangan,” tutur dr. Sepriani.

Karena kelenjar tiroid yang terlalu aktif, hal itu membuat penderitanya sangat mudah lapar. Namun, bukannya naik, berat badannya justru menurun. Dari sini, sebenarnya sudah terlihat perbedaannya.

Walaupun nafsu makan keduanya meningkat, anak dengan Prader-Willi syndrome dapat teridentifikasi dengan melihat ciri-ciri fisiknya. Berat badan juga akan bertambah dan wajahnya tampak berbeda dari anak-anak lainnya.

Sedangkan pada anak dengan hipertiroid, berat badannya justru menurun alis semakin kurus. Tidak terlihat juga kelainan pada wajah si kecil.

2 dari 3 halaman

Anak Mudah Lapar, Orangtua Justru Harus Waspadai Diabetes

Berdasarkan dr. Sepriani, Prader-Willi syndrome dan hipertiroid bukanlah penyebab utama anak mudah lapar.

Kondisi tersebut sebenarnya hanya gejala sampingan yang kebetulan sama dan mungkin cukup membingungkan.

Artikel Lainnya: 5 Nutrisi yang Dapat Membantu Anak Lebih Fokus Belajar

“Justru, orangtua harus menaruh perhatian lebih terhadap penyakit diabetes. Kondisi anak yang lapar terus-menerus menjadi ciri khas dari masalah gula darah,” terang dr. Sepriani.

Untuk mendapatkan diagnosis secara pasti, Anda bisa membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik secara keseluruhan.

Pengecekan kadar gula darah dan tes antibodi juga akan dilakukan untuk menentukan apakah anak menderita diabetes atau tidak.

Lewat pengecekan tersebut, orangtua bisa mengetahui jenis diabetes apa yang dialami oleh anak (tipe 1 atau tipe 2).

Kini, Anda sudah memahami bedanya Prader-Willi syndrome dan hipertiroid, meski gejalanya sampingannya sama-sama berupa nafsu makan tinggi.

Apabila masih ada pertanyaan seputar kesehatan si buah hati, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada dokter melalui fitur LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar