Sukses

Penyebab Darah Haid Menggumpal yang Mesti Diwaspadai

Apakah Anda sering mendapati darah haid menggumpal di pembalut? Jika ya, Anda sebaiknya waspada. Kenali penyebab darah haid menggumpal agar bisa segera ditangani!

Wanita yang sudah masuk dalam masa pubertas pasti akan haid. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perut kram, sakit pinggang, menurunnya nafsu makan, dan mood yang cenderung tidak stabil.

Tidak hanya itu, beberapa wanita juga dapat mengalami darah haid menggumpal setiap bulannya. Apakah Anda salah satu wanita yang mengalami kondisi ini? 

Jika, ya, sebaiknya Anda waspada dan segera mencari tahu penyebab darah haid menggumpal yang sering dialami.

1 dari 3 halaman

Darah Haid Menggumpal, Normal atau Tidak?

Faktanya, darah haid tidak melulu berbentuk cair. Seorang wanita bisa saja mendapati darah haid menggumpal dengan warna merah pekat, khususnya di awal periode datang bulan. 

Lantas, apakah darah haid menggumpal dalam kasus tersebut tergolong normal? 

Artikel Lainnya: Darah Haid Sedikit, Normal atau Tidak?

Menurut, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, darah haid menggumpal dalam kasus tersebut adalah hal yang normal dan wajar. 

“Darah haid menggumpal biasanya terjadi kalau darah haid yang keluar banyak,” kata dr. Astrid. 

“Normalnya, tubuh punya mekanisme untuk mencegah pembekuan darah saat haid. Hal ini agar darah yang keluar tidak menggumpal. Kalau haidnya lagi banyak, mekanisme ini bisa ‘kewalahan’ sehingga darahnya jadi menggumpal,” sambungnya. 

Dalam kondisi haid, tubuh wanita akan melepaskan zat antikoagulan yang bertugas untuk mencegah pembekuan darah sehingga tidak menggumpal. 

Nah, ketika darah haid yang keluar sedang banyak atau tidak terkendali, zat antikoagulan tidak mampu mencegah pembekuan darah secara menyeluruh. Akibatnya, terdapat sejumlah darah haid yang keluar dengan tekstur menggumpal. 

Kendati demikian, darah haid menggumpal tidak melulu terjadi akibat kondisi yang normal. Keadaan tersebut juga bisa diakibatkan oleh kelainan di dalam organ reproduksi Anda.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak

2 dari 3 halaman

Penyebab Darah Haid Menggumpal yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan dr. Astrid, Anda tidak perlu khawatir berlebih apabila mendapati darah haid menggumpal yang tidak disertai keluhan lain.

Jika gumpalan darah haid disertai dengan nyeri perut hebat atau anemia, kondisi tersebut mungkin didasari oleh gangguan kesehatan tertentu. 

Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang bisa menjadi penyebab darah haid menggumpal:

  1. Obstrukti Uterus 

Kondisi membesar atau membengkaknya rahim bisa memberi tekanan ekstra pada dinding rahim. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan rahim untuk berkontraksi. 

Akibatnya, darah dapat menggenang dan menggumpal di dalam rongga rahim. Darah yang menggumpal tersebut dapat keluar bersamaan dengan datangnya haid. 

  1. Fibroid 

Fibroid merupakan tumor otot non-kanker yang terbentuk di dinding rahim. Selain pendarahan haid yang banyak, kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri punggung bawah, terasa sakit saat berhubungan seks, perut kembung, dan gangguan kesuburan. 

Artikel Lainnya: Bau Darah Haid Berbeda dengan Darah Biasa, Ini Sebabnya

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan rahim yang disebut endometrium tumbuh di luar rahim. 

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti endometriosis. Tapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi tersebut, yaitu faktor keturunan, gangguan hormon, dan riwayat operasi panggul. 

  1. Adenomiosis

Adenomiosis merupakan keadaan yang terjadi saat lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding rahim. Kondisi ini menyebabkan rahim menebal dan membesar. 

Wanita dengan adenomiosis akan mengalami perdarahan dalam jumlah yang cukup banyak, disertai munculnya gumpalan darah pada vagina. 

Darah haid menggumpal memang tak melulu terjadi akibat gangguan kesehatan. Namun, Anda tetap harus waspada dan memantau gejala-gejala yang menyertai.

Apabila ingin tahu lebih lanjut mengenai darah haid menggumpal seperti hati ayam, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar