Sukses

Bahaya Skincare Mengandung Alkohol untuk Kulit

Meski tidak selamanya buruk, kandungan alkohol di dalam skincare juga dapat mengiritasi kulit. Simak dampaknya di sini.

Punya kulit sensitif memang harus berhati-hati dalam memilih produk skincare. Salah menggunakan kandungan tertentu saja sudah bisa memicu iritasi pada kulit wajah. 

Salah satu bahan yang sebenarnya perlu dihindari adalah alkohol. Meski tidak semua skincare mengandung alkohol itu buruk, Anda tetap perlu mengetahui efek samping yang mungkin timbul. 

1 dari 3 halaman

Efek Buruk Alkohol dalam Produk Skin Care

Banyak yang berpendapat, alkohol bisa menyebabkan kerusakan kulit jangka panjang.  Di sisi lain, alkohol juga punya manfaat bila dipakai dalam dosis tepat. 

Menurut ahli bedah plastik asal London, Inggris, Maryam Zamani MD, alkohol berlemak yang berasal dari kelapa atau minyak sawit terkadang bisa digunakan untuk mengentalkan formulasi skincare dan dapat menutrisi kulit.  

Ahli kecantikan selebriti dunia Renée Rouleau asal Amerika Serikat menambahkan, vitamin A1 (retinol) dan E sebenarnya juga merupakan bentuk alkohol. Kandungan tersebut bermanfaat bagi permukaan kulit secara keseluruhan.

Rouleau mengatakan, jenis alkohol pelarut evaporatif seperti alkohol SD 40, denatured alcohol, etanol, dan alkohol isopropil (juga dikenal sebagai alkohol sederhana) memiliki efek dehidrasi pada kulit. 

Artikel Lainnya: Deretan Bahan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Sensitif

Kandungan-kandungan ini sering digunakan di dalam toner dan pelembap gel. Rouleau menjelaskan, bahan tersebut memberikan sensasi kencang, mendinginkan, dan menyegarkan. 

Meski begitu, jika digunakan dalam jumlah banyak, maka alkohol akan menghilangkan minyak alami kulit dan merusak pelindungnya. 

Dokter Sara Elise Wijono, MRes, menjelaskan, “Alkohol memang betul tidak selamanya buruk. Ini dikarenakan alkohol bisa membantu penyerapan bahan skincare.” 

“Namun, kalau alkohol jadi bahan utama dalam produk perawatan kulit ini jelas bisa memberi efek iritasi atau mengeringkan kulit. Jadi, memang sebenarnya tidak sehat juga,” lanjutnya.

Zamani menambahkan, "Dalam jangka panjang, produk perawatan kecantikan dengan alkohol dapat memperbesar pori-pori dan meningkatkan rasa berminyak. Jadi, hindari produk yang mengandung jenis alkohol apa pun bila Anda memiliki kulit berminyak atau berjerawat.” 

"Etanol di dalam toner juga bisa sangat mengeringkan untuk jenis kulit sensitif,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Mitos Tentang Skincare yang Tak Perlu Anda Percaya

2 dari 3 halaman

Haruskah Sepenuhnya Menghindari Alkohol dalam Skin Care?

Penggunaan skincare dengan kandungan alkohol sebenarnya balik lagi pada pilihan dan kondisi kulit masing-masing. 

Produk kecantikan berbahan alkohol masih mungkin digunakan dalam treatment di salon kecantikan. 

Hanya saja, pastikan klinik kecantikan dan terapis telah memiliki sertifikasi demi menjamin keamanan untuk kulit Anda.

Alkohol dalam skincare memang dapat memberi manfaat. Namun, berhati-hatilah bila Anda memiliki kondisi kulit tertentu seperti kulit kering atau sensitif dan rosacea.

Untuk menghindari reaksi yang merugikan, pastikan periksa ulang label produk skin care sebelum membeli dan menggunakannya. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu produk tersebut kepada dokter kulit lewat LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar