Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Fungsi dan Perbedaan Ruang Rumah Sakit IGD-UGD dan ICU-PICU

Fungsi dan Perbedaan Ruang Rumah Sakit IGD-UGD dan ICU-PICU

Apakah Anda tahu perbedaan ruangan-ruangan di rumah sakit dan fungsinya. Misalnya, IGD-UGD dan ICU-PICU? Bagi yang belum, yuk, simak penjelasan berikut ini!

Ketika Anda mengunjungi rumah sakit, biasanya ada satu ruangan yang paling dekat dengan pintu masuk dan lobi, yaitu unit gawat darurat (UGD). 

Di lokasi lain, ruangan rumah sakit yang satu bukan disebut unit gawat darurat, melainkan instalasi gawat darurat alias IGD. 

Bagi orang awam, UGD dan IGD mungkin akan disamaratakan saja. Intinya, meski nama ruangan di rumah sakit itu berbeda, dua-duanya berfungsi menangani kasus yang butuh pertolongan cepat. 

Padahal secara medis, kedua ruangan tersebut berbeda, lho! Begitu pula dengan ICU dan PICU, minimnya informasi yang menjelaskan fungsi serta perbedaan kedua ruangan tersebut membuat masyarakat kerap menganggapnya sama. 

Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pembeda antara ruangan-ruangan di atas?

Artikel Lainnya: Faskes Merana Diamuk Corona

1 dari 2 halaman

Mengenal Perbedaan IGD, UGD, ICU, dan PICU

Agar Anda tak bingung lagi, KlikDokter akan menerangkan sejumlah hal yang menjadi pembeda antara ruangan-ruangan penting tadi. Berikut di bawah ini penjelasannya. 

1. UGD 

Seperti yang sempat disinggung di atas, UGD adalah kependekan dari unit gawat darurat. 

Fungsi dari ruangan yang sering berada di bagian depan bangunan rumah sakit ini adalah memberikan penanganan sesegera mungkin kepada pasien.

Jam operasional dari UGD, yakni 24 jam dan buka dalam seminggu penuh. Orang-orang yang mengalami kecelakaan transportasi dan kecelakaan jenis lain, sesak napas, terkena serangan jantung, dan sebagainya akan mendapatkan pertolongan pertama di ruangan ini. 

Dokter Dyah Novita Anggraini mengatakan bahwa tenaga medis yang bertugas di ruangan rumah sakit yang satu ini hanyalah dokter umum. 

Di sana, dokter umum akan mengobservasi pasien, memberi tindakan darurat termasuk penanganan gangguan pernapasan, mengoperasikan alat rekam jantung, serta mendiagnosis. 

2. IGD

Instalasi gawat darurat memiliki fungsi yang sama dengan UGD. Keduanya sama-sama memiliki fasilitas ambulans yang mudah dijangkau. 

Namun, tenaga medis yang kerap disapa dr. Vita itu mengatakan, ruangan IGD lebih luas dan peralatannya lebih lengkap. Rumah sakit besar umumnya memiliki IGD, bukan UGD. 

“Selain itu, orang yang bertugas di sana bukan cuma dokter umum, tapi ada juga ada dokter spesialis,” kata dr. Vita. 

Setelah diberikan pertolongan di IGD maupun UGD dokter akan terus memantau kondisi pasien. Jika kondisinya sudah lebih stabil, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. 

Artikel Lainnya: Duka Dokter RS COVID-19: Dicaci Maki hingga Tertular Corona

3. ICU 

Nama ruangan di rumah sakit yang satu ini merupakan kependekan dari intensive care unit

Jika IGD dan UGD adalah ruangan yang berfungsi untuk memberikan penanganan sesegera mungkin, ICU adalah ruang perawatan bagi pasien yang sudah telanjur dalam kondisi kritis. 

Orang yang habis mendapatkan tindakan operasi besar, luka bakar yang parah, dan kecelakaan parah dan tak bisa ditangani lagi di IGD/UGD, biasanya akan menghuni ruangan ini. 

Orang yang mengalami penurunan kondisi secara mendadak, gagal napas, dan lain sebagainya yang mengancam jiwa juga berisiko tinggi masuk ke ICU. 

Dengan perawatan dan pemantauan yang lebih intensif serta peralatan yang lebih lengkap, pasien kritis diharapkan bisa selamat atau bertahan hidup. 

“Tekanan darah, kondisi pernapasan, dan nadi pasien sudah terpantau juga dimonitor,” kata dr. Vita. Tenaga medis yang bertugas di ICU harus memiliki tingkat kesigapan yang ekstra. 

Artikel Lainnya: Malam Mencekam di Ruang Isolasi COVID-19

4. PICU 

Fungsi dari ruangan rumah sakit ini sama saja dengan ICU. Bedanya, PICU dikhususkan bagi anak-anak. 

Pediatric Intensive Care Unit dapat diisi oleh pasien anak usia 1 bulan sampai dengan 18 tahun. 

Anak-anak yang kondisinya mendadak drop akibat infeksi serius atau habis mendapatkan pembedahan besar ketat, akan dirawat di ruangan PICU. 

Pemberian obat-obatan tertentu dan pemasangan alat bantu napas (ventilator) juga dilakukan di ruangan ini. 

Ruangan PICU ada tiga jenis, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Untuk yang primer, biasanya pasien hanya diberikan perawatan jangka pendek. Penyakit yang ditangani juga seputar jantung dan paru-paru.

Sedangkan dalam ruangan PICU sekunder, penyakit yang ditangani lebih beragam dan alat medisnya juga lebih banyak.

Sementara itu, ruang  PICU tersier dapat membantu berbagai macam kasus kritis dalam jangka waktu yang panjang, bahkan tak terbatas. 

Pasien anak yang membutuhkan alat kompleks untuk menyokong hidupnya biasanya menghuni PICU jenis tersier. 

Kini, Anda sudah memahami perbedaan ruangan di rumah sakit dan fungsinya, dalam hal ini IGD-UGD dan ICU-PICU. 

Bila masih ada pertanyaan seputar fasilitas kesehatan dan penyakit, konsultasikan pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar