Sukses

Waspada, Gangguan Makan Bisa Berhubungan dengan Depresi

Gangguan makan ternyata dapat disebabkan oleh depresi; begitu pula sebaliknya. Waspadai kondisi tersebut. Simak faktanya menurut psikolog.

Sangat menghindari makanan tertentu? Sering memuntahkan kembali makanan yang baru saja dikonsumsi? Jika ya, Anda mungkin saja mengalami gangguan makan alias eating disorder.

Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terjadi berlarut-larut, karena gangguan makan itu sendiri memiliki hubungan yang erat dengan depresi.

 

1 dari 3 halaman

Alasan Depresi Bisa Sebabkan Gangguan Makan

Eating disorder diartikan sebagai serangkaian kondisi psikologis yang membuat penderitanya memiliki kebiasaan makan tidak sehat. Kondisi tersebut biasanya muncul akibat terobsesi dengan suatu makanan, berat badan, maupun bentuk tubuh idaman.

Sebagian besar penderita gangguan makan akan mengalami serangkaian gejala, seperti:

  • Membatasi asupan makan
  • Memuntahkan kembali makanan yang di makan sebelumnya
  • Makan secara berlebihan meski sedang tidak lapar
  • Obsesi untuk olahraga secara berlebihan guna mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh yang ideal

Artikel Lainnya: Mengenal Binge Eating Disorder, Gangguan Makan Berlebihan

Lantas, bagaimana dengan hubungan gangguan makan dan depresi?

“Ketika seseorang mengalami depresi, ia akan mengalami gejala yang nantinya akan mempengaruhi kondisi fisik. Hal itu termasuk gangguan makan atau eating disorder,” ucap Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog.

Faktanya, gangguan makan biasanya diawali dengan rasa cemas akan bentuk tubuh yang tidak proporsional. Seiring waktu, orang yang mengalaminya bisa saja merasa bahwa dirinya tidak berharga. Pada akhirnya, munculah perasaan depresi.

Tidak hanya karena hal tersebut. Pengalaman traumatis akibat perundungan lantaran kondisi tubuh yang tidak proporsional juga bisa menjadi faktor terjadinya gangguan makan dan depresi.

Artikel Lainnya: Kenali Perbedaan Gangguan Makan Bulimia dan Anoreksia

2 dari 3 halaman

Jenis Gangguan Makan Akibat Depresi

Beberapa jenis gangguan makan yang disebabkan oleh stres atau depresi, antara lain:

  • Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa merupakan kondisi ketika seseorang makan berlebihan, dan nantinya akan dimuntahkan lagi dengan paksaan atau obat khusus,” tutur Ikhsan.

“Jika kondisi tersebut sampai terjadi, penderitanya juga akan kekurangan nutrisi dan turut menyumbang atau memperburuk kondisi depresi,” sambungnya.

  • Binge Eating Disorder

Binge eating disorder adalah ketika seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan, sekalipun perut terasa kenyang.

Orang yang mengalami gangguan makana tersebut juga sulit untuk mengontrol jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuhnya.

  • Anoreksia Nervosa

Kebalikan dari binge eating disorder, penderita anoreksia nervosa cenderung membatasi asupan makan secara ketat.

Penderita anoreksia akan terus memantau berat badannya dengan ketat, sekalipun tubuhnya sangat kurus. Hal inilah yang dapat memicu depresi, khususnya ketika mereka melihat angka timbangan yang naik atau tidak turun.

Waspadai kemungkinan depresi, khususnya jika Anda merasa mengalami gangguan makan yang telah disebutkan sebelumnya. Segera konsultasikan masalah kesehatan mental Anda kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar