Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Post-Traumatic Growth, Transformasi Positif Usai Trauma

Mengenal Post-Traumatic Growth, Transformasi Positif Usai Trauma

Trauma dapat menjadi batu loncatan seseorang untuk kembali bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kenali kondisi post-traumatic growth lebih jauh.

Trauma pada seseorang bisa dipicu oleh banyak peristiwa, termasuk bencana alam, sakit parah, pelecehan seksual, dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa buruk secara mental. 

Namun, beberapa penelitian menunjukkan beberapa orang yang mengalami trauma dapat mengalami perkembangan jauh lebih baik dari sebelumnya. Kondisi pascatrauma yang positif ini disebut post-traumatic growth. 

1 dari 3 halaman

Post-Traumatic Growth, Perubahan Positif Usai Trauma

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, menjelaskan kondisi pascatrauma pada setiap orang memang dapat berbeda-beda. 

Banyak dari mereka yang mengalami trauma dengan larut dalam perasaan takut dan sedih. Namun, ada sebagian dari mereka yang justru dapat bangkit dari rasa traumanya (post-traumatic growth).

Post-traumatic growth merupakan bentuk perubahan psikologis secara positif yang terjadi pada individu secara kognitif dan emosional. Hal ini merupakan hasil dari keadaan traumatik di masa lampau yang berhubungan dengan diri sendiri, pihak lain, dan masa depan,” jelas Ikhsan.

Ikhsan mengibaratkan post-traumatic growth sebagai kebangkitan diri seseorang dari masa lalunya. Ia akan belajar dari pengalaman tidak menyenangkan dan sedih, takut, serta trauma di masa lampau.

Dari pengalaman tidak mengenakkan itu, orang tersebut akan memiliki sudut pandang tentang hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Menurut Ikhsan, post-traumatic growth sebenarnya bisa terjadi secara alami tanpa bantuan psikolog. Namun, beberapa kondisi trauma mungkin membutuhkan bantuan profesional untuk membangun transformasi positif pascatrauma.  

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Trauma yang Bisa Anda Coba

2 dari 3 halaman

Manfaat Growth Pasca-Trauma

Berikut ini beberapa keuntungan dari post-traumatic growth yang bisa didapatkan:

  1. Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Ketika orang mengalami trauma, ia sering menemukan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana mengelola situasi sulit. Dalam usaha melewati trauma ini, ia akan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Manfaatnya merasa lebih sejahtera dibandingkan hidupnya sebelum mengalami pengalaman tidak menyenangkan,” ucap Ikhsan.

  1. Meningkatkan Kualitas Hubungan

Peristiwa traumatis memungkinkan seseorang untuk merasa diperhatikan oleh pihak yang menemaninya selama pemulihan. Dalam proses ini, banyak yang mengalami perkembangan dan peningkatan dalam hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

  1. Kesempatan Baru

Terkadang, trauma dapat menutup kesempatan untuk mencapai tujuan. Namun, orang-orang yang mengalami post-traumatic growth bisa mengatasi hal itu dengan menjadi individu yang dapat lebih menghargai momen atau peluang dalam hidup.

Artikel lainnya: Kiat Ampuh Mengatasi Trauma pada Anak

  1. Merasakan Arti dan Tujuan Hidup yang Lebih Baik

Trauma sering kali disertai dengan upaya untuk memahami apa dan mengapa sesuatu hal terjadi. Proses pemulihan akan membuat Anda melihat arti dan tujuan hidup yang lebih baik.

Orang yang mengalami trauma mungkin lebih banyak mendengarkan nasihat ataupun mendekatkan diri kepada Tuhan. Akhirnya, ia dapat memiliki pandangan tentang trauma yang pernah dialami dari sisi lebih positif.

  1. Lebih Menghargai Diri

Pada proses pemulihan trauma, Anda dapat merasakan syukur yang lebih besar atas hal-hal yang dimiliki dan mungkin belum disadari. Trauma dapat mengubah prioritas dan meningkatkan penghargaan terhadap diri. 

Selain itu, secara emosional Anda juga menjadi lebih stabil dan positif.

Jangan biarkan trauma menyelimuti hidup Anda dengan kesedihan berlarut-larut. Meski membutuhkan proses untuk pulih, yakinkan diri bahwa Anda bisa melewatinya dan menjadi seseorang yang lebih baik.

Bila kesulitan untuk pulih dari rasa trauma dan butuh bantuan profesional, coba konsultasi dengan psikolog lewat Live Chat di KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar