Sukses

Tidur Sambil Memakai Masker Medis, Berbahayakah?

Di masa pandemi, memakai masker medis adalah sebuah keharusan. Lalu, bolehkah tidur pakai masker medis? Berikut penjelasanya.

Pada masa pandemi seperti sekarang, masker menjadi benda wajib yang harus digunakan setiap saat. 

Salah satu jenis masker yang efektif untuk mencegah penularan virus corona adalah masker medis. Masker medis dapat mencegah partikel virus masuk ke dalam tubuh saat seseorang bersin, batuk, ataupun berbicara.

Sebelum pandemi, masker medis umumnya hanya digunakan oleh tenaga kesehatan atau menghindari paparan benda infeksius saat bekerja. 

Penggunaan masker dapat membantu melindungi Anda dari bahaya COVID-19 secara efektif. Tak hanya itu, memakai masker juga bisa membentengi Anda dari paparan serbuk sari, debu, atau bahan penyebab alergi lainnya. 

Nah, karena saking ingin terhindar dari COVID-19, sebagian orang mungkin ada yang sampai tidur pakai masker medis! Apakah hal tersebut diperbolehkan dan aman untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan itu, simak penjelasan berikut ini.

Artikel lainnya: Cegah Penularan Virus, Inilah Jenis Masker dan Perbedaannya

Adakah Bahaya Tidur Pakai Masker Medis?

Tidur pakai masker medis tidak berisiko menimbulkan bahaya apa pun. Namun, memang ada beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari tidur menggunakan masker. 

Sebetulnya, tidur memakai masker dapat bermanfaat terutama jika Anda sedang tidur di tempat atau kondisi yang berisiko tinggi tertular COVID-19. Misalnya, bila Anda bekerja sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit. 

Selain itu, tidur pakai masker boleh dilakukan saat Anda dalam perjalanan menggunakan pesawat, mobil, bus, atau kereta api. Karena hal ini dapat melindungi sistem pernapasan Anda dari udara yang mengandung partikel virus atau bakteri. 

Tak hanya mencegah penularan COVID-19, pakai masker bisa menyaring alergen, asap, atau bau kimiawi lain yang memicu alergi atau gangguan pernapasan.

Artikel lainnya: Perlukah Pakai Dua Masker Medis Sekaligus untuk Cegah COVID-19?

Tidur pakai masker medis memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Rasa tidak nyaman menggunakan masker saat tidur dan masker yang sering terlepas bisa membuat tidur jadi terganggu. 

Namun, pada beberapa kondisi seperti saat pilek atau tenggorokan kering, tidur menggunakan masker bisa membantu meredakan gejala Anda. 

Saat sedang pilek, seseorang cenderung bernapas menggunakan mulut sehingga membuat tenggorokan jadi kering. Tidur memakai masker akan membuat kelembapan udara “terjebak”, alhasil tenggorokan Anda lebih lembap saat bangun di pagi hari. 

Bagi penderita asma ataupun alergi, tidur pakai masker medis juga dapat membantu menghindari paparan alergen saat tidur, sehingga mengurangi risiko serangan asma

Lalu, bagi Anda yang tinggal di tempat beriklim dingin, tidur memakai masker bisa membantu wajah Anda tetap hangat. 

Artikel lainnya: Agar Tak Sia-Sia, Ini Cara Pakai Masker Wajah yang Benar

Kondisi yang Sebaiknya Tidak Tidur Memakai Masker

Jika Anda memiliki gangguan di saluran pernapasan, sebaiknya hindari tidur pakai masker medis. Salah satunya orang dengan OSAS atau obstructive sleep apnea syndrome

OSAS merupakan suatu kondisi di mana terjadinya henti napas sesaat saat tidur. 

Normalnya, aliran udara akan mengalir dari hidung dan mulut ke dalam paru-paru. Pada kondisi OSAS, aliran udara dapat terhenti karena adanya sumbatan di jalan napas. 

Nah, tidur menggunakan masker dapat berisiko menyebabkan sumbatan saluran napas saat tidur. 

Selain itu, anak-anak sebaiknya juga tidak tidur pakai masker medis. Karena, hal ini dapat berisiko menyumbat jalan napas mereka. 

Jadi, tidur pakai masker medis atau tidak, kembali pada pilihan Anda. Namun, perhatikan cara penggunaannya. 

Masker medis merupakan masker yang ditujukan hanya untuk satu kali pemakaian, sehingga tidak boleh digunakan berulang. 

Sebaiknya ganti masker Anda setiap empat jam, terutama jika Anda beraktivitas di luar rumah. Ganti juga masker Anda apabila sudah kotor ataupun basah karena dapat menurunkan kemampuan penyaringan masker. 

Apabila Anda masih penasaran dengan topik ini, konsultasikan lewat Live Chat dengan dokter. Untuk membaca artikel kesehatan lainnya, Anda dapat mengunduh  aplikasi KlikDokter.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar