Sukses

Mengenal Angiogenesis dan Hubungannya dengan Kanker

Angiogenesis merupakan pembuluh darah baru yang juga diperlukan kanker untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, apakah angiogenesis ini bersifat baik?

Angiogenesis merupakan salah satu proses terbentuknya pembuluh darah baru. Pembuluh darah ini berasal dari pembuluh darah yang sebenarnya sudah ada di dalam tubuh. Hal ini tentu baik untuk kesehatan tubuh.

Sayangnya, angiogenesis juga dianggap tidak baik karena berpengaruh pada pertumbuhan sel kanker. Lantas, apa dampaknya pada penderita keganasan?

 

1 dari 4 halaman

Apa Itu Angiogenesis?

Dokter Reza Fahlevi menjelaskan, “Dalam istilah kedokteran, angiogenesis merupakan pembentukan pembuluh darah baru. Angio itu pembuluh darah, dan genesis adalah pembentukan.”

Adanya pembentukan pembuluh darah baru ini digunakan oleh tubuh untuk mendukung pertumbuhan jaringan baru. Hal ini merupakan proses alami yang bisa terjadi pada tubuh ketika sehat maupun sakit.

Pembuluh darah bisa mengalir membawa oksigen dan berbagai macam nutrisi pada jaringan di dalam tubuh. Saat muncul jaringan baru pada tubuh, akan muncul juga pembuluh darah baru pada jaringan itu.

Pembuluh darah juga menjadi tempat di mana darah kotor dibersihkan. Jadi, zat sisa racun berbahaya bisa saja hilang oleh pembuluh darah. Nah, ketika ada pembuluh darah baru muncul, proses inilah yang disebut angiogenesis.

Proses ini dikontrol oleh dua zat yang saling menyeimbangi, yaitu zat yang merangsang dan menghambat proses angiogenesis. Secara alami, tubuh akan memproses dua zat tersebut.

Namun, tidak jarang tubuh juga mengalami hilang kontrol, sehingga muncul gangguan saat proses angiogenesis.

Artikel lainnya: Tumor Otak Menjadi Kanker Otak, Bagaimana Mengetahuinya?

2 dari 4 halaman

Angiogenesis dan Hubungannya dengan Kanker

Tidak selalu baik, angiogenesis juga bisa berdampak buruk terutama bagi mereka yang mengidap kanker.

Saat jaringan sel abnormal seperti kanker tumbuh, angiogenesis juga bisa terjadi. “Dalam kondisi ini, angiogenesis akan membantu kanker untuk tumbuh dan berkembang. Caranya, dengan membentuk pembuluh-pembuluh darah baru sebagai pemasok ‘makanan’ untuk kanker bertumbuh,” jelas dr. Reza.

Selain itu, sel kanker yang tumbuh juga akan memanfaatkan pembuluh darah sebagai jalan untuk menyebarkan kanker ke jaringan-jaringan yang justru sehat di dalam tubuh.

Kanker bisa saja berpindah dari organ yang satu ke organ lainnya. Karena itu, angiogenesis tidak sepenuhnya baik karena bisa berdampak sangat buruk pada penderita kanker.

Agar kanker bisa terus berkembang, sel yang abnormal membutuhkan faktor perangsang dari proses angiogenesis (supaya pembuluh darah baru terus terbentuk). Faktor penghambat angiogenesis justru menjadi tidak aktif.

Artikel lainnya: Kenali Cara Imunitas Kulit dalam Melindungi Tubuh 

3 dari 4 halaman

Pengobatan Kanker Melalui Antiangiogenesis

Angiogenesis memang buruk untuk penderita kanker. Tapi, hal ini bukan berarti tidak bisa diatasi. Sekarang, beberapa pengobatan kanker juga bisa menekan faktor pemicu angiogenesis. Metode ini bisa disebut antiangiogenesis.

Cara kerja antiangiogenesis biasanya dilakukan dengan menekan atau mencegah pembentukan pembuluh darah baru. Dengan demikian, antiangiogenesis bisa membunuh sel kanker yang sebelumnya sudah tumbuh.

Namun, antiangiogenesis tidak membunuh sel kanker secara langsung. Pengobatan ini tentunya harus dilakukan bersamaan dengan prosedur lain seperti kemoterapi.

Lalu, imbangi juga penanganan kanker dengan pola hidup sehat, seperti rutin olahraga bila memungkinkan dan makan makanan sehat. Atur pula pola tidur agar lebih teratur dan kelola stres dengan baik.

Sama seperti pengobatan lainnya, antiangiogenesis juga tidak luput dari efek samping. Biasanya, kondisi yang mungkin bisa terjadi adalah kelelahan, diare, dan mual.

Dalam kasus berat, efek samping antiangiogenesis bisa sampai menyebabkan darah menggumpal, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.

Itu dia penjelasan dokter mengenai angiogenesis dan hubungannya dengan kanker. Bila ingin konsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis onkologi, gunakan Live Chat KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar